Di ITS akhir-akhir ini sedang ramai-ramainya Pemira (ramai? main klaim aja, aku aja baru tahu kalo senin kemarin dan hari ini(selasa) ada coblosan). Pemira kali ini menyajikan 3 tampang yang 2 asing dan cuman satu yang familiar, lha wong satu jurusan, yaitu Nur Cholis dari T. Mesin, Agra dari Despro dan Praja, dari TC, ya Praja itu mahasiswa TC angkatan 2004, temanku.
Banyak dagelan yang terjadi di Pemira ITS kali ini. Dimulai dengan diundurkannya batas akhir pendaftaran calon karena salah satu calon belum bisa memenuhi salah satu persyaratan (Nur Cholis dari Mesin masih menjabat sebagai Kahima, dan menurut aturan, capres BEM tidak boleh menjabat pada jabatan lain). Sejak kapan ada batas waktu pencalonan diundur gara2 calon? Mana integritas KPU? Oh ya, saya lupa, tahu nggak kalau ketua KPU itu salah satu Kabiro di HMM (Himpunan Mahasiswa Mesin). Beh!! Bau nepotisme!
Dagelan berikutnya kembali digelar, walaupun tenggat pendaftaran calon diperpanjang, waktu pencoblosan tidak. Alhasil, ada satu distrik yang jadwal kampanyenya ditiadakan. Dan distrik itu adalah distrik kampus kota (disebut kampus kota karena merupakan kampus terluar) yang terdiri dari FTIf, D3 FTI dan TI. Lha? Kok salah satu Capres nggak bisa kampanye di DISTRIKNYA SENDIRI? Tempat (calon) massanya paling banyak? Aneh. Akhirnya setelah lobi intensif dari HMTC, maka kampanye pun diadakan di D3 Mesin ITS.
Dagelan berikutnya digelar, kali ini tentang kandidat pertama, Nur Cholis yang ternyata masih menyampaikan LPJ di RUMJ Mesin. Lho? Katanya udah mundur? kok masih LPJ? Kok masih Sah sebagai calon, padahal masih njabat Kahima? Oh ya, lupa lagi, ketua KPU-nya anak buahnya di HMM.
Akhirnya dagelan pamungkas digelar, Praja, temanku itu, mengundurkan diri karena sudah tidak kuat menahan tawa melihat dagelan-dagelan ini. Tapi ternyata Praja adalah aktor terakhir dari dagelan bertajuk Pemira ini, dengan ditolaknya pengunduran diri Praja oleh KPU. Lha? Orang mundur kok nggak boleh?
Akhirnya dagelan ini berlanjut, dan siapakah pemenang Pemira kali ini? Entahlah, aku sudah capek tertawa.
Oh ya… maaf ya teman2, aku Golput kali ini. Perutku capek gara-gara kebanyakan tertawa.
26 Tanggapan
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar


Aku kira kamu sudah paham tentang dunia politik karena kamu telah lama berkecimpung di dunia politik. Tapi membaca artikelmu yang ini, agak mengherankan jika politik kamu campur dengan idealisme. bahkan, kalau masih tertawa terpingkal-pingkal melihat adegan-adegan yang menurutku sangat biasa, agak mengherankan juga kalau melihat kamu adalah seorang aktivis himpunan yang jagoan berpolitik
@galih
Tahun ini permainannya lucu, lih!
Kebusukannya transparan dan terang2an. Tahun2 lalu meskipun kotor tapi masih terlihat bersih. Konfliknya pun serius…
Lha ini?
Kecurangan dan nepotisme kok terang2an. Mereka nggak bisa main politik dengan elegan. Kalo tahun lalu, masiho busuk, tapi kelihatan baik. Sekarang, ilegal kok terang2an???
Tapi baguslah, hiburan di sela-sela TA.
btw, sejak kapan aku mengklaim kalo aku jago berpolitik?
Permainanku legal dan bersih, aku masih belum bisa main kotor kayak mereka. Nggak tega sama nuraniku sendiri.
ya kan biar jelas nil, jelas bahwa mengarah ke suatu rezim. ketawalah, puas2in, sambil berdoa, moga2 cepat enyah dari kampus terkutuk itu. biar nggak usah ikutan acara mati ketawa bersama2 taon depan..
rezim apa? bilang dong supaya nggak absurd… hehehe… kalo perlu posting di BBS kampus… biarkan yang golongan-golongan itu menyangkal…
wakakakakakakakakakak….
@venddd
Ya, itulah rencanaku.
Tetep aja aku kasihan sama adik2 kita yang harus menikmati kampus terkutuk ini, dan menikmati sajian politik kotor.
@dr
Waduh, kep. Kamu belum pernah diancam “siap mati syahid” dan dituding-tuding menantang seh…
Aku wes males, pek!
@dnial: ? bukannya aku udah sering ngeliat dulu yang begitu-begituan? hehehehe… anyway, itu kan dulu, nggak tau kalo sekarang
pernah minta pendapat atau keterangan KPU gak???
@arul : lha kan ketua KPU-nya sempat diceritakan di atas ntu.. lobi-nya ttg kampanye distrik kan juga ke KPU.. udah brapa kali tu anak2 nggruduk ke ketua (yang katanya) cupu itu.. hasilnya, begitu2 aja..
@arul
Tuh udah dijawab Vendy.
Kalau 2 tahun lalu ketua KPU diberi kursi menteri di BEM.
Sekarang Ketua KPU diberi posisi apa ya di BEM nanti?
diberi dayang-dayang???
:P 
yah ketika memang semua orang yang tidak tahu duduk masalahnya bisanya cuma berkomentar, berkoar-koar omong kosong.
Beberpa hal yang ingin saya kemukakan bahwa :
1. Nur Cholis sudah resmi mengundurkan diri sebelum pendaftaran Capres BEM ditutup. Melalui sistem konstitusi dasar yang ada di Mesin. Jadi SALAH jika anda bilang bahwa ada unsur nepotisme dkk.
2. Pembacaan LPJ adalah rekomendasi dari Keluarga Mahasiswa Mesin melalui mekanisme RUMJ Luar Biasa . Bukan kewajibannya sebagai seorang Kahima Periode 2006/2007. Jadi SALAH kalau anda mengartikan bahwa pembacaan LPJ diangaap sebagai kewajiban Nurcholis sebagai Kahima 206/2007. Nur Cholis hanya menyampaikan LPJ sampai pada masa dia menjabat.
3. Lebih baik DIAM bila memang belum tau fakta dan kebenaran yang sebenarnya terjadi di Internal Mesin ITS.
Satu yang terakhir Cobalah untuk berpikir menggunakan otak bersihmu.
Katanya mahasiswa intelek???kok omong, berpendapat dan mengeluarkan pendapat gak menggunakan OTAK sama sekali!!!!!!!!!
Suwun
@khemas: heheheheheh… soalnya fakta (berita) yang beredar di kampus TC ndak seperti itu… sebagai kaum yang (sudah jadi) jelata ini, ya aku percaya-percaya aja.
kalimatmu yang terakhir menarik… ngounternya sih simpel, dimana kamu ketika kami butuh? dimana kamu ketika kami memperjuangkan kebenaran, yang itu nantinya akan kamu nikmati??? TAKUT sama yang namanya KAUM ELITE??? CUIHH!!!!
khemas
Sek tha la…..
1. Yang jelas pendaftaran calon TIBA-TIBA diundur. Kenapa? apakah 2 calon tidak cukup? haruskah ada calon(yang memiliki skenario untuk dimenangkan) dari rezim “itu”?
2. Berarti mekanisme di Mesin memiliki suatu set aturan yang unik dan tidak bisa ditemui di tempat lain. Ya maaf kalau aku nggak paham. Kalau aku ya, harusnya LPJ itu waktu dia masih menjabat. Kalau dia sudah mundur harusnya penggantinyalah yang menyampaikan LPJ. BTW, trus yang nyampaikan LPJ dari saat di mundur sampai LPJ siapa?
3. Kalau gitu kapan Indonesia bisa maju? Kalau saya diam aja, anda g bakal muncul dan tiba2 ngamuk2 memberi pencerahan di sini kan?
4. Ini pemikiranku dengan otak kotorku. Bahwa ADA YANG SALAH! ADA YANG NGGAK BERES dengan rezim yang sekarang memerintah. Dan otak kotorku berkata, BERSUARALAH.
Tapi toh calon tersayang dari “rezim” itu terpilih kan? Jadi apapun yang aku katakan bisa dianggap grundelan dari rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa. Jadi ya selamat, wakil dari mesin jadi Presiden BEM. Walau aku nggak yakin kalau dia mewakili mesin. Tapi lebih karena mewakili “rezim” itu.
Simple aja…. Terimakasih kembali…
@dr
Kep, jangan ad hominem gitu dong. Aku yakin kalau mereka itu sebenernya memiliki niat untuk membantu kita-kita yang sedang ditimpa bencana waktu itu. Cuman ya gitu, NIAT AJA NGGAK CUKUP.
Semoga dengan Presiden BEM dari mesin yang terkenal berani, bisa memperjuangkan kebenaran dan keadilan, nggak menancapkan pisau di punggung kita lagi.
Buat yang belum tahu
dr a.k.a Bokep itu ngomongin soal kenapa anak mesin nggak ikut dalam perjuangan panjang kita dalam membebaskan temen2 kita yang kena skorsing gara-gara pengkaderan.
ah, sudahlah kawan2, kita kan sudah berkarat di sini, sudah bukan waktunya lagi untuk saling tikam dan berdarah2.. sudah seharusnya sama2 ngaca biar yang ngaca tu jadi lebih baik, bukan saling ngelempar pecahan2 kaca itu buat melukai yang ngaca… (halah..)
yang jelas, emang diakui banyak pihak kalau momen pemira ITS kemarin itu (lagi2) dinilai tidak sehat. justru hal ini kan baik, masih ada yang peduli supaya bisa sembuh, sehat lagi.. ya tho? disikapi positip aja..
piss..
@vendy
HIDUP MAHASISWA!!!
VIVAT !!!!!
Salam kenal dari Fathi, Fisika ITB.
Ternyata ada kasus begini juga ya, di ITS?
Wah, kok mirip-mirip yah.

@Fathi
Salam kenal juga.
Kalo di ITB ceritanya gimana?
di ITS memang cuman ada 2 jurusan: yg pertama Teknik Informatika, dan satunya lagi adalah BUKAN Teknik Informatika.. selain Teknik Informatika, tidak dijamin kualitasnya, termasuk si Khemas itu, pasti dia bukan dari Teknik Informatika, kekekek..
si Nur Cholis ini dari kubu mana? JMMI? HMI? atau ormawa berbasis massa Islam? kalo dari JMMI sih wajar, wong mereka yg punya kampus kok.. jadi diapa-apain ya logika politik mereka yg menang.. lha daripada waktu Jum’atan air tandonnya dimati’in hayo? trus Bapak-bapak pejabat kampus ndak bisa Jum’atan? nah..
enaknya jadi mereka: tinggal pasang jenggot, celana dijinjing sedikit keatas, dahi dikasih item-item dikit, mereka akan menjadi standar moral di ITS, sekalipun moral mereka gak bagus-bagus amat, bahkan ancur sekalipun..
eh, tapi kamu jangan bilang ini ke mereka ya? nanti kamu ditangkap sama polisi moral mereka cuman gara-gara lepas baju abis maen voli *ngakak*
err, kayaknya comment ini gak penting deh.. ::green::
@cak mad
Padahal aku menahan diri untuk nggak nyantumin afiliasi sang Presiden selain afiliasi yang terlihat demi netralitas tulisan.
Tapi terimakasih atas keterusterangannya. (Lha!)
Tenang saja mas, komennya penting kok…
Mampu menyampaikan apa yang tak terucapkan.
@mas rachmad: weleh, sekalinya turun gunung kok ya langsung to the point. hebat….
[...] Kritik dari khemas misalnya, dengan pembukaan yang sangat vulgar “yah ketika memang semua orang yang tidak tahu duduk masalahnya bisanya cuma berkomentar, berkoar-koar omong kosong.“(dicetak merah biar kerasa efeknya) dia membuka kritik atas postingku tentang Pemira ITS. Memang benar aku nggak tahu benar duduk permasalahannya, aku hanya mendengar dari cerita TSK-nya Praja, dan teman2ku. Tapi dari kritiknya kayaknya dia marah deh. Layaklah aku merasa benar dan berkata,”Kamu tahu apa?” Tapi berhubung aku belajar untuk (pura-puranya) rendah hati maka aku mencoba berpikiran positif seperti ini: “Sebagian besar rakyat ITS itu kalau online di Warnet, dan mas Khemas ini tidak punya waktu untuk mendinginkan kepalanya mengambil nafas dan berkomentar karena duitnya menipis dan tagihan warnet terus berjalan jadilah komen yang penuh amarah ini.”(kali ini hijau, karena katanya hijau itu menyejukkan). Akhirnya dari situ aku bisa tenang dan berusaha mengetahui,”apa salahku kali ini?” dan mengambil manfaat. Lain kali aku akan mengecek faktaku. tapi bukan berarti aku harus diam kan? [...]
lho…dagelannya dah selesai? camilan ama softdrink masih sisa nih…….
kalau saya sih gak golput
dan saya tidak peduli apa yg kamu/artikel bilang.
habis media yg beredar tampaknya menyerang di satu kubu saja,
jadi kayanya ada beberapa capres/tsk yg kongkalikong gitu.
gak suka kalau lawanya menang.
yah biasalah kejadian kaya begini.
tapi akhirnya artikel ini kan kalah sama suara rakyat.
terbukti dari hasil perhitungan disetiap jurusan yg ada.
CALON YG DI JELEK-JELEKIN ARTIKEL INI,MENANG MUTLAK LHO.
saya melihat sendiri perhitungan-perhitungan di setiap jurusan.
hampir semuanya menang mutlak.
oh iya.. saya juga punya cerita lucu nih.
“masa..salah satu capres yang katanya teman penulis artikel ini,
suaranya kalah di jurusanya sendiri : ) lucu ya
terus yang menang dijurusan ini siapa?
tentu saja yang di olok-olok artikel ini.”
oh..iya mungkin karena hal ini juga,
salah satu capres yang “katanya” teman penulis artikel ini.
mundur karena suaranya kalah di jurusanya sendiri,
bisa dibilang ga didukung sama teman-temanya sendiri,, gitu
kasian yah.
saya dapat mengerti kok
kalau perasaan anda sangat ter-iris-iris,
dan menjadikan tulisan ini sebagai pelampiasan.
yaudah sampai sini aja dulu ya.
@soul
*Tarik nafas, buang, jernihkan pikiran*
Yah.. terserahlah kalau mau bilang gitu…
Ya jelas si Praja nggak menang, lha wong udah mundur duluan, temen2nya juga udah males milih.
Sebelum coblosan, bahkan setelah nama calon diumumkan dan aku nyari latar belakang tiap calon, aku sudah paham siapa yang bakalan menang, ya calon yang “didesain” untuk menang itu. Polanya sama dari tahun ke tahun, dan gampang ditebak. Calon dari rezim yang sedang berkuasalah yang akan menang.
Yah, kamu tahu kan kondisi politik di ITS kayak apa…
Tahun depan juga, nggak usah liat calonnya aku sudah bisa nebak calon yang diajukan rezim ini pasti bakalan menang.
Suara rakyat?
Tahu nggak target keterlibatan pemira kali ini berapa persen? 90%? 80%? guess what? cuman 20%. Suara rakyat dari Hongkong?
referensinya baca sendiri di http://its.ac.id/berita.php?nomer=3642
Udah ah.. mending nungguin hasil sidang PTUN antara ITS vs anak2 yang diskors kemarin.
Oh ya? Dimanakah BEM dalam kasus ini? hanya sebatas mempertemukan?
Hahahaha…. Diguyu pitik….
@soul:
blablablablablabla….
bwahahahahahahahahah… kan yang kamu pilih (bener kan kamu pilih?) udah menang, trus ya silahkan gerakkan roda politik di ITS, saya udah 1 tahun yang lalu jadi golput, emang semuanya sudah kotor kok. Sudah dipengaruhi pikiran-pikiran yang akan membuahkan calon-calon s*p*r*t*s, t*r*r*s, atau apalah namanya itu seperti ***I, **I, atau bahkan… RMS, OPM misalnya?
bwahahahahahahaha…. btw, kamu satu jurusan sama yang pemenang ya? atau pendukung berat? aku pengen lho, ada kasus fitnah-fitnahan kayak tahun sebelumnya lagi
sayang kok nggak ada ya? padahal jurusan si pemenang, jaman dahulu kala sempat pamer menjadi jurusan “yang ketokane” mengerikan di ITS lho…
aku aja, meskipun satu jurusan sama si Praja, males kok milih.
bwahahahahahahahahahahaha……
yah…dari dulu jaman aku diskors hingga sekarang…..aku ga percaya blass sama yang namanya BEM……….dulu pas diundang BEM di MMI, dikira mau bantuin tapi malah nyuruh….maaf…..( menasehati) supaya bertobat…..sok tau….
(mengutip pesan saudara khemas)
“Lebih baik DIAM bila memang belum tau fakta dan kebenaran yang sebenarnya terjadi”