Satpam oh satpam!

Satpam on Duty

Kemarin sabtu, saat pulang dari kampus, aku bertemu dengan seorang satpam di bemo O. Dia berangkat sekitar jam 7 malam. Namanya, Pak M. Sidiq (or something like that aku agak lupa). Dia kerja di sebuah pabrik di Gresik, jam masuknya jam 11 malam, umurnya sudah tua, lebih dari 55 kayaknya

Seorang ibu mulai perbincangan hangat dengan menanyakan mau kemana, kerja dimana, sampai mengatakan suatu hal,”Yah, dijalani aja, kalau dapetnya di Gresik ya dijalanin, saya rumahnya di Gresik kerja di Surabaya, bapak yang rumahnya Surabaya kerjanya di Gresik”


Pikiranku melayang ke tetanggaku, PakPetrus namanya, orang Ambon, anaknya namanya Julius, tapi lebih sering dipanggil Ambon, rasis? aku rasa tidak, itulah cara anak2 mengungkapkan rasa sayang. Di awal aku kuliah dulu, aku sering berangkat sama dia. Dia kerja di Ngagel, jam setengah 6 pagi dia sudah berangkat.

Lalu pikiranku beralih ke seorang jemaat di gerejaku, GKI Sidoarjo. Pak Leo, pendeta di gerejaku, pernah cerita tentang seorang jemaat yang bekerja sebagai satpam di Ngagel juga. Bedanya dengan Pak Petrus, dia berangkat dengan naik sepeda, sepeda pancal, bukan sepeda motor, dari rumahnya di daerah Porong sampai ke Ngagel. Untuk sepeda motor/mobil perjalanannya memerlukan waktu 20-30 menit, kalau cepat, bagaimana dengan sepeda? Butuh waktu 2 jam, jadi dia berangkat jam 5 pagi, sampai di kantor jam 7 pagi. Bike to work, huh?

Lalu aku jadi ingat juga tentang satpam di kampusku. Satpam2 ini bekerja bergantian siang dan malam. Walaupun kerjanya berat, beresiko, tapi gajinya tak seberapa. Beberapa bulan lalu, terjadi beberapa curanmor di ITS, dan satpam pun dicerca habis2an oleh mahasiswa. Kasihan juga sama para satpam itu, tanggung jawabnya besar, gajinya kecil, kalau aman nggak diperhatiin, kalau salah dicerca. Makanya kasih sedikit aja penghargaan sama mereka. Sapaan singkat kalau masuk kampus sudah cukup.

Di kampus TC, beberapa waktu yang lalu diberlakukan jam malam untuk parkir sepeda motor. Hal ini sangat menyusahkan mahasiswa malam seperti saya, yang pingin keluar malam2 nyari makan, karena jam 12 sudah dikunci. Menyebalkan bukan? Tapi setelah mengetahui alasan jam malam ini, anak2 nggak protes lagi. Alasannya adalah terjadi pencurian sepeda motor di TC sehingga satpam dimarahi oleh kampus. Walaupun tidak dimarahi aku yakin mereka merasa bersalah dan gagal, dan berusaha agar hal ini tidak terjadi lagi. Eh baru beberapa minggu kemudian, seorang dosen kehilangan onderdil motornya (aku lupa apa), padahal motornya di parkir persis di depan pos satpam, Opo nggak ngenes?

Satpam di TC baik2. Pak Bagyo, contohnya, tosser voli yang handal dengan spike yang tajam (lho kok malah mbahas voli?). Seringkali kita ngajak pak Bagyo main voli kalau dia lagi jaga sore. Biasanya setelah main dia sambat, “wes tuwo iki, kudu ngombe jamu dhisik” (terj. Sudah tua ini, butuh minum jamu dulu).

Bersahabat dengan satpam juga seringkali menguntungkan buat mahasiswa. Setahun yang lalu, kami mengadakan aksi untuk mementang skorsing 13 teman dan penyegelan Hima oleh Rektorat. Salah satu aksinya adalah membangun posko berupa tenda di depan jalan masuk utama kampus. Rektorat memerintahkan untuk membongkar tenda itu, tapi satpam, terutama yang senior, yang sudah akrab sama mahasiswa, menolak memnongkar, karena posko itu nggak ngganggu keamanan kampus. Bahkan kepala satpam ITS pun, kami undang ke posko untuk ngobrol2 masalah ini(skorsing, bukan posko).

Masih soal satpam ITS, waktu Pemira tahun lalu terjadi tawuran saat penghitungan suara oleh KPU ITS di kantin pusat, antara kubu kantin dengan kubu masjid. Satpam datang berbondong2 untuk melokalisir keributan. Tapi anak2 berbicara singkat sama satpam, “Pak, sampeyan kan tugase njaga kampus to? Nah gini ae pak, ini urusannya mahasiswa, nek misalnya kita sampai ngerusak properti kampus, sampeyan masuk, tapi kalau nggak sampeyan jangan ikut2″ Dan bebaslah tawuran dari intervensi satpam. info lebih lengkap tentang tawuran ini bisa tanya wartawan gossip.

Masih soal satpam, satpam di ITS juga pernah memergoki pasangan2 di ITS lagi make out. Kapan hari, mereka, dengan dibantu anak2 masjid, juga melakukan kontrol terhadap pasangan yang berdua-duaan malam2 di ITS. Menjengkelkan sih, karena kadang cenderung fitnah. tapi sekarang entah apa kabarnya….

Beberapa satpam di perumahan sebaliknya, bisa menjadi sangat menyebalkan. Satpam di perumahannya temenku misalnya, temanku sering pulang malam2, jam 10-12 malam. Dan akhirnya dia dan beberapa anak muda di perumahan yang sering pulang malam menjadi bahan gunjingan. Sumbernya dari para satpam yang ngelapor ke bu RT. Haduh penting nggak sih? Toh namanya juga anak muda.

Satpam di perumahannya temenku beda lagi, sangat ramah, terutama sama temenku ini. Soalnya dia sering ngasih uang rokok buat satpam kalau dia pulang malam. Biasalah olahraga, nyari makan, atau bilyard sampai malam. Setiap dia datang, langsung si satpam semangat mbukain portal.

Hehehehe…..

Satpam, satpam… kadang tidak kita perhatikan, tapi perannya sangat penting. Terutama ngasih tahu waktu kalau aku nggak bisa tidur malam2. Ting, ting, ting, oh jam 3 pagi….

& Komentar

  1. seorang dosen kehilangan onderdil motornya (aku lupa apa)

    shockbreaker belakang nil.
    kok ya mikirnya shockbreaker ya? padahal kan nglepasnya susah :roll:
    kenapa ndak kaliper rem cakram aja, kan lebih gampang dan lebih mahal? :twisted: -kok malah ngajarin-
    akhirnya pak-kar (yang bertugas waktu itu) disuruh ganti satu set shockbreaker belakang (ki-ka). ndak makan brapa hari tuh? :|

  2. Wo.. gitu ya
    Lupa aku…
    Kok bisa ya?

  3. ayo2.. bilang makasih ke satpam2 terdekat.. :D

  4. Sepakat!

  5. ehehe…
    temenya satpam juga ya?

    kenal sama Pak Wid gak?
    (satpame BNI yang gaswul itu loh)

  6. Satpam oh satpam…(security), taruhannya memang luar biasa……..

  7. Inget satpam smp dulu, cakep tapi nyebelin! *halah*

  8. @Mrs. Neo Forty-Nine
    Nggak….
    Jarang ke kantin pusat, paling setahun 2 kali waktu mbayar SPP

    @mathematicse
    Benul!! Benul!!!

    @Takodok
    Tapi tetep cakep kan?

  9. Pak Bagyo yang tinggal di asrama itu toh?

  10. @suandana
    Waduh, saya nggak punya rencana ngerampok rumahnya, jadi nggak tahu persis.

  11. Yah….Udah kita buat aja Asosiasi Satuan Pengamanan Indonesia (Aspi) kan belum ada !! bukan Asosiasi Manager Security Indonesia(AMSI) itukan yang punya manajernya bukan anggotanya. Biar ada yang belain satpam kalo di takut-takuti preman, atau diiterogasi Polisi di suruh ngaku terlibat, atau ditekan oleh out sourcing satpam, atau dihina orang sok kaya.

  12. untuk yang mencari satpam atau personil pengamanan yang profesional, juga perlengkapan dan peralatannya, bisa hubungi kami. thx

  13. SATPAM…

    Gaji keciL,,,,,,,
    Resiko BESAR…..

  14. satpam juga manusia lho…

  15. setuju dengan mas Adji,
    jadi satpam itu resikonya besar, tapi gajinya kecil.

  16. Dewasa ini tenaga kerja khusus di departement security sudah di_outsource oleh perusahaannya. Kami juga salah satu perusahaan Outsourcing Satpaam di Bali. Kami mempekerjakan satpam tidak memeras keringat mereka untuk keuntungan perusahaan kami. Tapi kami terapkan win-win solution dengan seluruh satpam kami. jika nilai kontrak outsource kami besar secara otomatis pendapatan per satpam akan besar, jika kecil kami akan mengadakan pembicaraan khusus dengan para satpam dengan merinci pengeluaran perusahaan secara detail. Kita memang harus terbuka dan jujur dalam memperlihatkan data-data.

  17. Mayoritas personel satpam, baik yang outsource maupun internal, tidak memenuhi standar kompetensi sesuai Peraturan Kapolri No. 24/2007 mengenai Sistem Manajemen Pengamanan.
    SCU Consulting memberikan solusi dengan menawarkan pilihan paket sesuai anggaran perusahaan/instansi, mulai dari rekrutmen, seleksi, pendidikan dasar hingga penugasan satpam.
    SCU Consulting memiliki visi untuk menjadikan satpam sebagai pilihan profesional, dan bukan pilihan terakhir berprofesi.

  18. satpam pahlawanku

  19. SALAM :MERDEKA INDONESIA or INDONESIA MERDEKA.,buat semua nya di ZERO REALITY.

    Telah : Diresmikan dan dikukuhkan Asosiasi Manager Security Indonesia, pada hari Selasa tgl 4 Agustus 2009,di Gedung/Aula AntonSujarwo Polda Propinsi Kep.BANGKABELITUNG oleh Ketua Umum AMSI Pusat A.AZIZ SAID, dan dihadiri Bapak SATPAM Indonesia Jendral Polisi Prof.DR.awaludin Djamin,MPA. hadir juga dan memberikan pencerahan yg berjudul Perpolisian Masyarakat, oleh Karo BIMASSDEOPS MABES POLRI ,BrigJen Pol. Drs.Surmana Yudhi.S.
    dEMIKIAN SEKILAS iNFO utk ZERO RALITY, dan para netter smuanya.

  20. jangan memandang BAPAK SATPAM sebelah mata donk.?…mereka juga manusia.
    gaji mereka kecil,tugas berat,dia masih intung dapat pekerjaan,dari pada para koruptor2 yang hanya mementingkan pribadi,beda dengan pbapak satpam itu tadi mereka menjaga seluruh aset yang mereka jaga,tapi dengan gaji kecil kan ndak sebandig.
    JADI MARI KITA HARGAI MEREKA UNTUK BERKARIR,LEBIH2 YANG PUNYA DEDIKASI LEBIH,BERILAH MEREKA SEBUAH PENGHARGAAN /PEKERJAAN YANG MENINGKAT…


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar