Provokasi from Dummies

Zidane Headbutt

Sebenarnya apa itu provokasi?

Ada beberapa definisi provokasi yang diambil dari berbagai sumber di Internet. Menurut Meriem Webster Dictionary Provokasi adalah:

1 a archaic : to arouse to a feeling or action b : to incite to anger
2 a : to call forth (as a feeling or action) : EVOKE <provoke laughter> b : to stir up purposely <provoke a fight> c : to provide the needed stimulus for <will provoke a lot of discussion>

Dari definisi di atas tolok ukur keberhasilan dari sebuah provokasi adalah adanya tindakan, atau minimal perasaan tidak tenang, atau amarah.

Bagaimana cara melakukan provokasi?

Provokasi berhubungan dengan motivasi. Bedanya dalam memotivasi seseorang kita (biasanya) tahu tindakan yang akan dilakukan oleh obyek. Sedang dalam melakukan provokasi, hal itu sulit dilakukan.

Motivasi setiap manusia dalam melakukan sesuatu ada 2 jenis: Menghindar dan Mengejar. Misalnya, kita belajar untuk menghindari dicap bodoh oleh teman atau mengejar prestasi juara kelas, misalnya. Yah, tahu maksudnya kan?

Tujuan provokasi adalah memberikan stimulus, rasa tidak tenang, yang akhirnya menjadi sebuah tindakan. Provokasi sendiri bisa dilakukan dari 3 sudut pandang:

  1. Kamu dan Mereka, kita memprovokasi obyek untuk mengambil tindakan terhadap “mereka”. Misalnya orang luar yang memprovokasi buruh untuk melakukan demo.
  2. Kita dan Mereka, kita memprovokasi obyek untuk mengambil tindakan bersama kita terhadap “mereka”.
  3. Kamu dan Aku, kita memprovokasi obyek untuk mengambil tindakan terhadap provokator. Misalnya provokasi Materazzi kepada Zidane.

Setelah bisa mendefinisikan sudut pandang maka, provokator harus memahami karakteristik obyek. Antara lain (dan tidak terbatas pada):

  • Impian obyek
  • Rasa tidak aman obyek
  • Kondisi psikologis obyek, termasuk kepercayaan diri
  • Orang yang penting bagi obyek
  • Cara pandang obyek terhadap lingkungan
  • Hubungan obyek dengan lingkungannya
  • Kebutuhan obyek

Dari daftar di atas bisa, terutama tentang rasa tidak aman obyek, dirumuskan strategi untuk memancing kondisi tidak tenang pada obyek. Misalnya, obyek memiliki ambisi untuk menjadi seorang pemimpin, maka kita bisa menggugah rasa tidak aman obyek dengan memunculkan kemungkinan saingan kuat obyek untuk menuju tahta, atau memunculkan wacana tentang ancaman seseorang yang tidak ingin obyek menduduki tahta. Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak aman terhadap obyek. Dan penelitian akan hal ini membutuhkan waktu yang lama, dan provokator harus mengenal obyek dengan dekat.

Teknik Provokasi (yang aku tahu):

  1. Buktikan padaku! Contoh,”Kamu itu manusia tidak berguna!” “Apa?” “Sekarang, kamu buktikan kalau kamu berguna, angkat papan ini!”
  2. Hinaan, Contoh “Kamu nggak bisa apa-apa!” Semakin kreatif dan spesifik sebuah hinaan akan membuat perilaku obyek semakin dapat diprediksikan.
  3. Adu domba, Contoh,”Dia tidur dengan pacarmu semalam!” responnya mungkin “Akan kubunuh dia!”

Oh ya, mungkin anda kenal dengan istilah Troll? Troll adalah manusia yang memprovokasi terjadinya keributan di dunia maya dengan cara sengaja membuat posting tentang masalah sensitif dengan tujuan menimbulkan huru-hara.

Dalam beberapa forum, ada seseorang yang jika melontarkan suatu isu panas, hanya ditanggapi dingin, “halah, orang itu memang senengannya cari sensasi, ngapain ditanggepin” Maka dia telah diidentifikasikan sebagai troll

Troll adalah contoh provokator gagal, seorang provokator haruslah tampak pasif atau tidak bersalah saat memancing keributan agar tidak menimbulkan tudingan terhadap diri sendiri. Contoh provokator yang berhasil dapat dilihat dalam petualangan terakhir Hercule Poirot berjudul, Tirai, yang ditulis oleh Agatha Christie. Atau Marco Materazzi yang sukses memancing 2 tandukan di dadanya.

Itulah sedikit pengetahuanku tentang provokasi. Ada yang mau nambahin?

NB:

Setelah beberapa hari posting ringan, sekarang posting agak berat lagi :D

About these ads

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 11 Agustus, 2007, in idealist, small talk, writting. Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. yaaaa… provokasi kerusuhan ….. :mrgreen:

  2. Aha, Agatha Christie, TIRAI, Hercule Poirot.
    Yep, di novel itu provokator-nya sukses besar.
    Bahkan si detektif jenius itu kesulitan mengungkapnya.

  3. Dan solusi satu-satunya untuk mengatasi sebuah provokator pembunuhan adalah: Menghabisinya! Dilema Hercule Poirot yang begitu menghargai kehidupan, namun harus mengakhiri karier-nya dengan menghabisi nyawa seseorang. Aku ingat betul keluhannya kepada Hastings, “Tapi aku tak bisa menemukan cara lain selain membunuhnya, sobat. Dengan membunuh Norton, aku menyelamatkan ratusan nyawa lain. Ingat, Norton tak bisa disentuh. Ia bagaikan Iago dalam drama Othello”

    one of greatest novel i’ve ever read :)

  4. EMPATXX!!!
    * melu² galih nang sebelah.. :mrgreen: *

  5. @pandu
    Makanya, belajar dari yang ahli.

    @galih
    Spoiler!!! Kasihan yang belum mbaca.

    @el
    Nyampah!!!

  6. @almascatie

    Bukan cuman kerusuhan yang bisa diprovokasi, tapi memprovokasi agar timbul sebuah diskusi. Atau memprovokasi tindakan nyata juga bisa.

  7. Troll itu makhluk besar, jelek, bodoh, baunya busuk. Contohnya, Tom, Bill sama satu lagi (lupa he.. :mrgreen: ). Siapa mereka? Baca The Hobbit :lol:

  8. TULISAN INI JELEK BANGET !!!

    ter-provokasi gak?? :D salam

  9. gak mau ah jadi provokator, di tangkap polisi ntar

  10. Wah, ada gurunya provokator nih
    *lapor ke polisi*

  11. another ini sebenarnya…..

  12. @takodok
    Belum mbaca :(

    @passya
    Salah satu syarat provokator yg baik, nggak boleh gampang terprovokasi :wink:

    @suandana
    Ampun pak!

    @setanalas
    Kamu komen apaan sih, din?

  13. Hmmmmm…..saya tidak terprovokasi untuk berkomentar….
    *pletak*

  14. Bagus! Bagus!
    *masukin ke program Treadstone*

    aaarrghhh!!! Syndrom Bourne…

  15. oh ya, istilah barat-nya zidane headbutt itu Glasgow Kiss. sekedar berbagi pengetahuan ae… :mrgreen:

  16. Pada hakekatnya provokasi dan memotivasi sepertinya sama ya…perbedaan hanya pada masalah tujuan tindakan saja. Provokasi lebih cenderung pada hal negatif sedangkan motivasi bersifat positif.
    Lalu bagaimana dengan contoh di atas:

    Buktikan padaku! Contoh,”Kamu itu manusia tidak berguna!” “Apa?” “Sekarang, kamu buktikan kalau kamu berguna, angkat papan ini!”

    Sepertinya hal tsb lebih tepat sebagai contoh memotivasi walau cara penyampaian terkesan kasar tapi tujuan dari “anjuran” di atas sepertinya adalah hal yang baik, meunjukkan kemampuan

  17. @dr
    Glasgow Kiss, Frenc kiss? hehehe… :lol:

    @deking
    Kalau kata teman2, waktu aku ngomong yang mirip2 sama gitu, aku disebut provokator. Yah contoh itu aku masukin aja.

    Memang ada hubungannya provokasi dengan motivasi. Dan kadang kita bisa memotivasi seseorang dengan memprovokasi. Tapi biasanya provokasi itu menimbulkan motivasi menghindar, nah menghindar kemana? Itu yang susah diarahkan.

    Kalau memotivasi dengan benar kan seharusnya juga memberi tujuan dan reward yang jelas. Seperti, “kalau kamu bisa menemui aku besok, aku ajak nonton”. Ada tindakan yang jelas, timeframe yang jelas dan rewardnya jelas.

  18. Kalau memotivasi dengan benar kan seharusnya juga memberi tujuan dan reward yang jelas.

    Memang benar, kalau masalah memberi tujuan sih memang bagus
    Tetapi menurut saya cara memotivasi dengan memberikan reward and punishment itu cara lama yang sesungguhnya melemahkan (mental?), betapa tidak melemahkan jika pada akhirnya otak pihak yang dimotivasi akan menjadi sempit…hanya terkungkung pada penerimaan reward dan penghindaran punishment saja.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: