Pembunuhan Berencana?

Habis mbaca berita di kompas tentang pemotongan rel kereta dengan sengaja oleh orang2 tak dikenal.

Buat apa? Biar keretanya celaka trus menjarah barang berharga milik penumpang.

Keterpaksaan karena kemiskinan? Ini pembunuhan berencana namanya!

12 Tanggapan

  1. Komentar oleh galih on 15 Agustus, 2007 7:24 am

    Wah, analisis konspirasi atau analisis politis khas blog ini mana neh? masak cuman gitu doang? :-P

  2. Komentar oleh calonorangtenarsedunia on 15 Agustus, 2007 1:21 pm

    itu ga sengaja kok..
    pas lewat ga sengaja pengen motong..
    kalo ada yg mati ya itu ekses sajah…

  3. Komentar oleh dnial on 15 Agustus, 2007 5:24 pm

    @galih
    Emang pernah ada analisis politis-konspirasi di blog ini?

    @hana
    Sama kayak pernyataan, “Bukan aku yang mbunuh, tapi pelurunya”
    :D

  4. Komentar oleh raffaell on 16 Agustus, 2007 7:24 am

    Rel kereta bisa di potong ?
    canggih bener ni orang….. heuheuhuhe

  5. Komentar oleh Neo Forty-Nine on 16 Agustus, 2007 2:21 pm

    ho ho ho…..bukan pembunuhan…tapi pembodohan berencana

  6. Komentar oleh evelyn pratiwi yusuf on 17 Agustus, 2007 8:56 am

    Aku rasa pemerintah juga harusnya sadar kalau masyarakat banyak yang susah dan diberi jalan keluar dimana semuanya win-win solution, bukan malah cuek bebek!
    Jadinya ya malah ada pembunuhan berencana ini terjadi!
    Karena kepepet, semua carapun jadi deh!

  7. Komentar oleh dnial on 17 Agustus, 2007 1:26 pm

    @raffaell
    Itu sih mudah

    @049
    Pembodohan?

    @evelyn
    Tapi masak jalan keluarnya mencelakakan orang lain? Tindak Pidana Serius itu.

  8. Komentar oleh evelyn pratiwi yusuf on 18 Agustus, 2007 9:09 am

    Namanya juga Indonesia bung, sudah sifat bawaan darilahir kalau kepepet ya semua jalan harus dilalui termasuk merugikan nyawa orang lain. Nah apakah pemerintah beserta mrk2 yang berkompeten dan mempunyai kuasa dibidangnya akan diam saja? Pastinya duong! Soalnya mereka sudah kenyak dengan perut mereka sendiri, jadi ngapain susah2 merhatiin rakyat jelata!
    Lagian media juga sekarang tetap aja hangat2 tai * maaf * ayam!
    Coba kalau pemerintah berani menerapkan hukum mati seperti di Malay, nggak bakalan ada kasus seperti ini. ;)

  9. Komentar oleh dnial on 18 Agustus, 2007 10:11 am

    Hukuman mati nggak menyelesaikan masalah. Penjara itu (seharusnya) lembaga rehabilitasi, bukan eksterminasi (pembasmian).

    Mungkin mereka memang kepepet, mungkin juga mereka tahu resikonya, dan tetap melakukannya ATAS NAMA KEMISKINAN. Dan itu tetap saja salah, dan harus dihukum.

    Pikiran burukku bertanya, mungkinkah mereka preman pengangguran yang malas dan nyari gampangnya aja?

    Untuk langkah ke depannya, harusnya pihak PT KAI melakukan program CSR di daerah sekitar rel, untuk meningkatkan awareness warga sekitar rel. Tapi duit dari mana, wong setiap tahun rugi?

    Mengurai benang kusut memang susah. Tapi bisa dimulai dengan tidak menunggu negara, dan mulai berpikir solutif.

  10. Komentar oleh Guh on 18 Agustus, 2007 3:30 pm

    mulai dari pembatasan jumlah anak, tak sembarang orang boleh punya anak :D

    hehe, jauhbangetya

  11. Komentar oleh dnial on 18 Agustus, 2007 3:31 pm

    @guh
    Kayak di buku freakonomics…
    Menurunnya kejahatan di amerika gara-gara legalisasi aborsi.

  12. Komentar oleh danasatriya on 22 Agustus, 2007 8:41 pm

    konon sampe ada yang bilang konspirasi dengan teroris ituh *halah, kemana mana gini*

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar