Dicabutkah?

 216.jpg

Sebenernya berita ini sudah muncul hampir seminggu yang lalu. Tapi setelah ngublek2 google, aku nggak bisa nemuin permanent linknya (link berita di Jawapos berubah tiap hari). Berita ini seputar beberapa mahasiswa kampusku yang diskorsing beberapa waktu lalu:

Rabu, 29 Agt 2007,
Mantan Purek ITS Dinasihati Hakim

Sidang Kasus Skorsing Mahasiswa ITS
SURABAYA –Sidang lanjutan kasus skorsing Yuliana, Tomy Dwinta Ginting, dan Benny Ihwani, ketiganya
mahasiswa ITS kemarin berlangsung seru. Dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kemarin, hakim beberapa kali menyayangkan sikap mantan Pembantu Rektor III ITS Achmad Jazidie.

Misalnya ketika Jazidie mengatakan, penetapan skorsing terhadap tiga mahasiswa itu berdasarkan foto demonstrasi. Selain itu, dia juga menyatakan bahwa laporan tentang hasil pengkajian foto tersebut tidak dibuat dalam bentuk tertulis dan hanya lisan saja. “Anda itu bagaimana, sebagai pejabat pembantu tektor kok menetapkan (skorsing, Red) hanya berdasarkan data tidak tertulis. Kalau salah bagaimana?” tanya hakim.

Jazidie tidak memberikan tanggapan atas pernyataan hakim itu. Hakim juga menanyakan alasan pemberian skorsing hanya kepada tiga mahasiswa saja. Padahal, peserta demo sekitar 25 orang. “Yang berhasil dikenali dari foto hanya lima orang. Dua di antaranya telah lulus,” kata Jazidie.

Setelah melakukan pengecekan foto, lanjut Jazidie, dia menyerahkan kasus tersebut ke Tim Pemeriksa Pelanggaran (TPP) yang dibentuknya. Menurut dia, pembentukan TPP yang diketuai Taslim untuk menyelesaikan kasus tersebut. Tim tersebut dibentuk berdasarkan tata kehidupan kampus. “Selain itu juga atas permintaan rektor setelah membaca pemberitaan di media massa,” jelasnya.

Hakim juga mempermasalahkan Jazidie yang memimpin rapat bidang III pada saat membentuk TPP. Hakim menanyakan dasar aturan yang menyatakan Jazidie berhak memimpin rapat tersebut. “Seharusnya dalam melangkah harus ada aturannya. Anda sedang belajar atau coba-coba,” tanya hakim lagi.

Dalam sidang kemarin, hadir pula anggota Komnas HAM Syafrudin Ngulma Simelue. Dia berpendapat, sidang tersebut merupakan salah satu perkembangan yang baik. Sikap menggugat keputusan yang dianggap tidak sesuai harus diapresiasi, apalagi menyangkut hak pendidikan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2003 tentang hak ekonomi sosial dan budaya, kata Syafrudin, pendidikan menjadi hak setiap warga negara. “Karena itulah, kasus ini menjadi perhatian Komnas HAM,” jelasnya.

Mantan wakil ketua Dewan Nasional Walhi itu menambahkan, gugatan tersebut bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi siapa saja. Sehingga, jangan sampai kasus tersebut terulang lagi. “Tidak menutup kemungkinan kasus itu juga terjadi di kampus lain,” ucapnya.

Ihwal skors yang diterima Tomy, Yuliani, dan Benny bermula ketika mereka bersama sekitar 22 mahasiswa ITS lain mengadakan seminar jalanan dengan tema “Menggugat Perselingkuhan Pemilik Modal-Pemerintah-Kampus dalam Kasus Lumpur Lapindo”. Aksi itu digelar di depan pintu masuk gedung rektorat ITS pada 6 Maret. Aksi itu juga diikuti alumnus ITS dan beberapa korban Lapindo.

Atas aksi itu, pada 16 Maret, Rektor ITS Priyo Suprobo mengeluarkan Keputusan Nomor 2908/ 12/ KM/ 2007 tentang pemberian sanksi pencabutan status mahasiswa ITS dalam waktu tertentu atas pelanggaran peraturan tata kehidupan kampus kepada Tomy, Yuliani, dan Benny. Sanksi skors itu terhitung sejak SK dikeluarkan hingga 31 Desember 2007. (eko)

Nah dari sini kebayang kan kalau para pejabat itu mbikin keputusan kayak apa?

Ya ini kampusku… :(

Reaksi di kampus pun terbelah tiga, ada yang mendukung mantan PR, karena cara demo mereka yang tidak etis (pakai misuh2 segala) , ada yang berpendapat bahwa SK itu bukti pengukungan kebebasan berpendapat, selain itu ada yang berpendapat,”Aku lho nggak ngurus, mending kuliah/bal2an/cangkruk/aku selamet*”

* coret yang tidak perlu

Btw, keputusan finale SK iku dicabut kan, dun? Kalau iya, semoga ITS nggak banding. Semoga bisa jadi pelajaran bersama, buat mahasiswa kalau demo yang etis, kalau perlu nggak usah demo, belajar aja, ngapain sih demo-demo segala? penting ya? IP jeblok pake demo2 segala, ngaca dong! dan  buat pejabat kalau bikin SK jangan sakarepe dewe, terutama yang berhubungan dengan nasib akademik, semisal DO atau skrosing.  Biar nggak di-PTUN-kan terus, malu2in kan ITS digugat terus.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 5 September, 2007, in idealist, writting. Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. siapa sih yang bikin site-nya jawa pos kok ngubah2 link seenak udel….

  2. eh kelupaan…

    PERTAMAAAAAAAAAXXX!!!

  3. masih seperti itu ya? bener-bener ada yang gak berubah seiring waktu, rupanya…

  4. @galih
    Bukan ngubah, lih. Tapi setelah beberapa hari, link berita di JP itu bakalan mati. Nggak tahu kenapa. Kayaknya mereka memang cuman menyajikan berita yang fresh, arsip beritanya nggak keurus.

    @suandana
    Semoga bisa berubah….

  5. Vote daniel for ITS reactor 2035

  6. kemaren jadi pembahasan di milist, yah semoga hakim adil dalam memberikan keputusannya aja… :)

  7. eh fotonya itu sidang mahkamah agung yah? koq hakimnya sampe 9 orang?

  8. @arul
    Nggak nemu foto pas sidang, jadi seadanya foto di google :D

  9. begitulah itu bapak2mu, biar smuanya tau skalian :mrgreen:

    btw, yang jawapos, kayanya peluang proyek ni niel, lagian, tampilannya cuma begono2 aja dari dulu :roll:

  10. Mardun males Login

    aku lagi ditanyain? emangnya aku nggak ada kerjaan lain apa selain ngurusin orang-orang bodoh yang nggak tau tata krama itu?

    mereka juga goblok sih…… cuma gara-gara nemuin data amdal Lapindo (yang tebelnya nggak karu-karuan) yang jelas-jelas nyalahi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Sidoarjo malah demo. Biarin aja kenapa? toh ITS juga udah sering bikin amdal begituan.

    Demo juga ngapain pake misuh-misuh. Orang SUCI seperti Pak Jazidie itu kan cuma tanya identitas (Nama, NRP) sambil nunjuk-nunjuk dengan senyum kebanggaannya. Kalau anak ITS yang sudah tahu nggak misuh, tapi warga Lapindo yang belum tahu betapa arif dan bijaksananya Pak Jazidie itu yang misuh-misuh. Sialnya, tiga orang itu yang dituduh. Padahal Tomy yang orang batak tulen itu mana bisa misuh? :P

    Anak-anak itu memang tidak tahu tata krama!!!!!!!! :P

  11. @nrkhlsmjd : baik kamu maupun mantan rektor dan mantan pembantu rektor 3 mu dan juga pembantu rektor 1 yang sekarang… wkwkwkwkwkwkwkwk :twisted:

  12. @Mardun males Login..
    dun .. pls deh .. jangan bawa nama orang2 yang udah susah demi kepentingan lain2 … orang korban lapindo memang susah dan layak dibantu .. tapi apa yo mereka itu suka misuh to ..

    @dan
    pak mardi ki wis dadi dosen saiki .. wis akeh kesibukan dan fans seperti ini http://mardun.wordpress.com/2007/08/26/antara-idealisme-kesuksesan-dan-sok-tahu/#comment-1057 .. hehehehehe …

  13. @vend
    Pake jomlaa aja jadi kan?

    @mardun
    Pengeboran minyak di tengah daerah industri, pemukiman dan jalan tol emang nggak masuk akal, tapi hari gini apa sih yang masuk akal?

    @nrkhlsmjd
    no comment dah… udah ada faktanya, interpretasi masing2

    @dewa
    Waduh, belum pernah tahu demonya mereka ya? Pernah sekali nutup jalan Surabaya-Sidoarjo dan nyaris anarki. Komuter yang aku naiki harus telat berapa jam gara2 relnya diblokir.

    Misuh? Soal kecil itu….
    Orang udah susah, kehilangan pekerjaan, hidup dari dana bantuan, bakalan gampang emosi, apalagi yang harusnya tanggung jawab mbulet ae…

  14. hahahahah… no comment dah.. untung ae aq ga seneng melu2 demo.. :p

  15. @dnial
    hehe .. aku sudah tau koq .. masalahnya bagi sebagian orang misuh itu seperti melemparkan harga diri niel.. dengan kata lain .. lebih baik berbuat demo yang anarki, kalo perlu tonjok2 an sekalian atau pake clurit daripada misuh2 ..

  16. makane nek nggak ngerti ojok ngomong dhisik to wa. pinjam aja sana rekamannya waktu aksi di Forsaken Building itu. Mereka sudah dokumentasikan ke dalam CD berlabel “Demo Lapindo 6 Maret 2007″ kok. Pengacaranya ITS (Sekaligus pengacaranya Imron Sukur yang jadi Buron Nasional :P ) pernah nunjukin ke aku CD-nya.

    Liat sana kalau perlu pake slow motion imbuh kacamata sepuluh. liat dan dengerin baik-baik siapa yang misuh. buat orang yang masih beradab, misuh masih lebih baik daripada bungkus rokok yang mereka banting ke lantai rektorat itu dibantingkan ke mukanya Pembantu Rektor III yang arif dan bijaksana :P

  17. Di Lapindo itu ada bermacam-macam orang:
    1. Yang menyediakan jasa wisata lumpur
    2. Yang tanpa banyak komentar mengurus proses ganti rugi yang berbelit-belit dengan sabar
    3. Yang mengurus ganti rugi sambil teriak-teriak di media massa
    4. Yang sengaja menyabotase tanggul biar rumahnya terendam dan dapet ganti rugi (Sumpah ada beneran. informasinya A1 :P )
    5. Yang udah pasrah karena punya rumah lain dan males ngurus
    6. Yang sibuk mencari keuntungan dengan jadi makelar tanah
    7. Yang bueeenci banget sama ITS karena tanahnya diukur pake tali rafia (bukan meteran)
    8. Yang lebih benci lagi sama ITS karena ada oknumnya yang menyuruh mereka jual tanah

    silahkan tebak saja, yang ikut demo dan misuhi yang mulia bapak Pembantu Rektor III waktu itu yang mana. :P

  18. Pasti yang demo nomor 1,2,4,5,6 Pasti itu!!! pasti!!!

  19. selasa 25 september 2007 ini ada sidang pembacaan keputusan di PTUN surabaya. silahkan datang dan dukung perjuangan kawan2 kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: