Di suatu malam, di atas bis yang melaju menyusuri jalanan Jakarta yang penuh sesak. Dengan pemandangan macet yang biasa, deru motor, mobil, truk dan bis membahana. Sejenak dua jenak, suara klakson nyaring membelah malam, kadang bersahutan, kadang sendiri dan nyaring seperti lolongan serigala kesepian.
Bising itu tak surutkan manusia kecil yang berdiri di tengah bis kota, menyanyikan entah lagu apa, dengan birama berapa, berusaha mengetuk hati penumpang. Lamat-lamat lagu demi lagu dilantunkan oleh para pengamen jalanan, biasanya cukup dua atau tiga lagu, lalu kantong diedarkan untuk meminta sedekah atas sejenak keindahan yang mereka bagikan. Aku duduk menyendiri, memeluk tas hitam seakan nyawaku bergantung kepadanya.
Ah, tak satu pun lagu yang mereka nyanyikan kukenali. Bahkan, liriknya tidak bisa kuingat sekarang. Sesuatu tentang cinta, sesuatu tentang ditinggal pacar, mencari pacar, tak laku-laku, atau apalah. Sejenak terpikir, “Musik jaman sekarang” dan sejenak aku berkelana kembali ke masa lalu.
Jaman SMA – kuliah, sekitar tahun 99-awal 2000 rentang yang cukup lebar. Masa-masa itu entah kenapa lirik lagu terdengar lebih syahdu, lebih puitis.
Kirana jamah aku
Jamahlah rinduku
Hanya wangi terurai
yang dapat kucumbu.Kirana – Dewa 19
Ah, Dewa 19, sebuah kenangan indah. Saat lagu-lagunya menuntun sebuah pencarian anak muda tentang hidup, tentang perjalanan, tentang tantangan dan tentang cinta.
Ah, tapi cerita itu cerita sama, entah kenapa hal yang sama tidak aku temukan saat ini. Band semakin banyak, tapi entah kenapa terasa dangkal. Atau, ini hanyalah pandangan generasi menua yang tak memahami generasi mudanya?
Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumilikiSheila On 7 – Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki
Sejenak memori mengantar ke bangku SMA. Seorang guru bahasa Indonesia mengeluh bahwa musik jaman sekarang bikin dia pusing. Ah, zaman Limp Bizkit, Linkin Park dan Metallica dan di lokal ada Burger Kill. Aku masih bisa mengingat pertanyaanku saat itu, “Apa 5-10 tahun lagi aku bakal ngerasa hal yang sama? Pusing mendengar musik anak muda?” Saat itu hati bertekad untuk tidak pernah tua, selalu update soal musik yang hit masa kini.
MTV, dan radio menjadi sumber musik terbaru. Artis musik dari luar jauh lebih cepat berputar dari musik dalam negeri yang relatif sama pemainnya. Musik dalam negeri saat itu masih berkutat pada Dewa, Padi, SO7, Jikustik, Meli, dll. MP3 bajakan belum menjamur seperti sekarang. Masih terngiang di ingatan perjuangan menabung demi kaset Padi, Dewa 19, maupun The Corrs dan Limp Bizkit. Belum lagi pasar second hand di kalangan teman sendiri untuk bertukar kaset yang sudah bosan didengar.
So, I listen to the radio
And all the songs we used to know
So I listen to the radio
Remember where we used to goThe Corrs – Radio
Sebuah perasaan bahagia tersirat saat lagu yang kita sukai diputar di radio, atau di MTV. Sebuah perasaan hening, bahwa kita semua di dunia terkoneksi dalam sebait lagu di kotak ajaib bernama televisi. Entah apa isi MTV jaman sekarang, aku sudah jarang nonton TV. Dan entah apa ada rasa yang sama dengan setiap orang terantuk-antuk mendengarkan iPod dengan stasiun musik buatannya sendiri.
Apa sih yang salah dengan musik jaman sekarang? Apa yang salah dengan lagu “tak laku-laku” (entah judulnya ini atau bukan) dari Wali menjadi hits?
Ah, Zeitgeist, ah Jiwa Zaman, apa bisikanmu di zaman ini?
10 Tanggapan
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan sebuah tanggapan


Lingkaran – Padi
Jaman saya muda dulu, banyak lagu tentang perlawanan sosial. Anak jaman sekarang mana ngerti rasanya hidup “Di Dalam Bui” seperti Koes Bersaudara. (ninja)
Judulnya Cari Jodoh bos…
@lambrtz
Perlawanan dan kritik sosial, macam Pak Tua, dan Tong Kosong-nya Slank. Ah… Aku juga rindu lagu macam itu.
Ah iya, masih ada Borju dari Neon atau lagu tentang Pager dari Sweet Martabak.
Eniwei, tidak punya niat untuk mengedit.
Kesalahan disengaja untuk meng-highlight keabsurdan lagu.
nggak ada yang salah.
hanya masalah beda minat (dan bakat?)
kalau ga suka ya ga usah dengerin
tinggal colok earphone ke kuping n puter lagunya dewa 19, padi, so7, the corrs, atau limp bizkit di mp3 player
jangan sia-siakan jasa penemu earphone dan mp3 player, ya?
jadi inget temen saya yang suka bgt lagu payung fantasi.. text.nya emang lebih gimanaaa gitu.. *oh oh siapa diaaaa*
list lagu yang ada di postingan ini… mengingatkan saya kembali ke jaman saya kuliah dulu….
dan di ipod saya ternyata lebih banyak lagu tahun 80 dan 90 an…
Terbangun di pagi ini
Jalani hari seperti kemarin
Tak pernah ada yang menyenangkan
Lewati hari percuma
Lewati s’ribu tanda tanya
Seakan hanya berhenti di sini
Terjebak di dalam kemacetan
Bercampur kecewa sejuta manusia
Akankah ada yang bisa menjawab
Dipaksa kebutuhan
Rencana terasa menyiksa
Bisakah bencana ini berakhir
Harus kemana
Harus bagaimana
Lari dari yang diinginkan
Mencoba merubah hari
Mencari-cari jalan yang lain
Ternyata kembali lagi di sini
Apakah harapan cuma ada di mimpi
Tak pernah ada dalam kenyataan
Nyatanya tak pernah aku jumpai
Takkan mungkin berakhir…
Bertanya pada jaman gak akan ada habisnya. Dan nostalgia adalah hobi manusia
wis tuwek kon
Yup……pusing dengerin lagu2 band jaman sekarang. Kenapa yach sama sekali gak tertarik buat dengerin, apalagi ngapalin lagunya.
Lebih seneng nyanyi ma dengerin lagu2 band ma penyanyi taun 2000 ke bawah (90an, 80an). Dulu sampe apal banget lirik lagu yang disukain.
Apa karena aku udah tua yach…jd aku gak seneng lagu2 band idola ABG jaman sekarang. Padahal umurku baru 26th loh….
Hhmmmmm…..