Tentang e-Book Reader

Bagaimana rasanya membawa seribu buku kemana aja dan siap kita baca kapan saja? Itulah kenapa aku menyukai ebook reader yang setia menemaniku. eReader-ku aku kasih nama Radiance, sebagai doa bahwa lewat ebook reader ini aku bisa menyerap dan memancarkan kebijaksanaan ke segala arah.

iriver cover story

Aku membeli buku ini di awal tahun ini, tepatnya 14 Februari 2011. Jadi, saat orang-orang membeli coklat untuk merayakan Valentine, aku membeli ebook reader. Saat itu aku dapat info dari Kimi kalau ada promo dari papataka sehingga harga eReader ini hanya 1,8jt dari harga normal saat itu 2,4jt, lumayan kan?

Tapi sayang ceritanya tidak sampai situ saja. Beberapa waktu setelah pembelian, aku menemukan iRiver ini ngehang melulu, sehingga aku mengajak Jensen untuk bertualang ke daerah Kelapa Gading untuk menservis Radiance. Ternyata memang eReader ini kalau baterai-nya mulai habis bakal sering ngehang, sampai sekarang. Untungnya, karena hemat baterai, Radiance hanya dicharge sebulan sekali.

Nah mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa memilih eReader daripada membaca buku kertas, membaca ebook di laptop, atau memakai gadget macam android atau iPad.

Ini alasannya:

1. Baterainya awet. Radiance hanya dicharge sebulan sekali sehingga jarang ada cerita saat lagi enak baca buku, ternyata hape kudu dicharge. Veritas, HP Android-ku, kudu dicharge sehari sekali, seringkali malah 2x sehari.

2. Tidak ada backlight. eReader memakai teknologi e-ink yang membuatnya hemat baterai dan enak dibaca. Kelemahan teknologi ini adalah, nggak bisa mbaca saat gelap.

3. Bisa digunakan untuk membaca dimana aja dan ringan untuk dibawa-bawa. Enaknya eReader adalah kita bisa nongkrong di Starbucks dan membaca. Kalau aku biasanya sih di 7-Eleven.

4. Kapasitasnya besar. eBook memiliki ukuran file yang kecil, 100kb-5MB, jadi kapasitas 1 GB bisa untuk menampung banyak sekali buku.

Mungkin itu sedikit kelebihan eReader secara umum. Tapi apa kelebihan iRiver dibanding eReader lain?

1. Harga. Sebenarnya harga eReader di Indonesia termasuk mahal karena peminatnya dikit jadi impornya juga sedikit. Dan harga iRiver, dibanding Amazon Kindle di Indonesia, sangat murah.

2. Layar sentuh. Ini adalah running jokes antara aku dan Galih, sebenarnya Kindle itu bagus, layarnya lebih jelas, dan pilihan font-nya bagus dan lebih baik dari iRiver, tapi layarnya bukan layar sentuh sehingga aku kesulitan makainya. Jokesnya adalah, menyentuh menu di layar Kindle dan mengeluh, “kok nggak bisa, ah jelek ini! Udah mahal nggak bisa layar sentuh.”

3. Mendukung format ePub. Format ePub adalah format umum untuk ebook bajakan. Amazon Kindle hanya mendukung format proprietarinya (AMW apa ya? AZW) dan MOBI.

Apa enaknya?

1. Bisa baca buku bajakan gratis.

2. Bisa baja buku bajakan dimana saja.

Sekian review tentang eBook Reader. Semoga dengan review ini kamu tertarik untuk membeli eBook Reader.

Gambar diambil dari sini.

Update: Format ebook dari Amazon adalah AZW

About these ads

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 12 Oktober, 2011, in life. Bookmark the permalink. 25 Komentar.

  1. Worthy books
    Are not companions—they are solitudes:
    We lose ourselves in them and all our cares.

    Philip James Bailey, Festus (1813), scene A Village Feast. Evening.

  2. Sudah punyaaaa! Sony PRS-600 yang juga layar sentuh. Entah kenapa sampai sekarang masih menganggap e-book reader ini gadget yang nilainya lebih mahal dari harganya, lebih dari gadget-gadget lain yang pernah dibeli :D padahal ya gak pernah beli gadget

    • Sony itu juga mahal di sini. Kapan hari aku cek harganya sampai 3juta.

      Dari nilai memang menguntungkan, karena aku itung2 udah lewat BEP sih. Buku2 yang aku baca, kalau mau beli harganya 100-300rb. Kalau rata2 150rb aja, selesai baca 12 buku aja sudah BEP, padahal udah puluhan buku yang aku selesaikan di sini.

  3. Itu ukurannya berapa? :? kalo PDF ngga bisa ya kang?

    Tertarik beli, tapi awam banget soal eBook reader :P Kemarin ada yang nawarin 1,5 jt, tp berhubung saya kurang paham, belum bilang sepakat jadinya

  4. Gara2 ebook ini saya jadi punya pengalaman nerobos tembok seng. Itu Sherlock Holmes yang suka kujadiin alas bantal dikirim kesini saja deh. Kamu ada digitalnya kan? :mrgreen:

  5. Dari jaman pake e61i smp skrg pake android, biasa pake handphone buat ebook reader.
    Dulu jaman symbian pake mobireader, skrg di android pake FB Reader.
    Sisi minusnya:
    1. Layar kecil, jadi ribet kalo bukunya tebel (mobireader, symbian)
    2. Jaman HP masih berasa canggih dan mahal, ada rasa gak aman kalo baca di kendaraan umum atau dijalan.

    Sisi positifnya:
    1. Dimanapun bisa sempat baca (semua)
    2. Synchronisasi antara komputer & gadget (mobireader)
    3. Bisa konek ke perpustakaan online (gutenberg project) (FB Reader)
    4. Flexible format, kalo satu format ga cocok, tinggal cari ebook reader lain.

    All in all, rasanya lebih baik memanfaatkan gadget yg sudah ada dan pasti punya daripada beli gadget baru untuk keperluan khusus spt baca buku.

  6. Mending baca buku asli aja. *Komen bergaji*

  7. waduh… klo tipe yg agak murah lg. brpa tuh gan hrga’a? heheh, :D

  8. Sepertinya juga butuh e-reader nih. Terlalu banyak gangguan kalo pake tablet, mulai dari godaan cek email milis sampe browsing. Lagi enak-enak baca mendadak ada notifikasi update aplikasi T____T

  9. Kalau memang hati saya nanti jadi suka mbaca ebook, barangkali alat ini akan saya beli.
    Tidak untuk saat ini. Rasanya… mbaca ebook nggak seperti mbaca buku beneran. :|

  10. 2 taun lalu aku pengen beli ebook reader nitip temen yang lagi di LN. Sayangnya hasrat baca lagi berkurang jadi lupa deh heheh *balada emak2*

  11. nice info :)

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

  12. gan mau tanya ini, ada ga sih toko resmi / service center ebook di indonesia.rencana gw juga mau beli tapi ntar klau udh beli dan terjadi rusak ato apa2 kan bisa dibawa ke service center nya.
    tolong gan bagi siapa aja yang tau tlng saya diberitau.
    thnx.

  13. Prioritas utama memang piracy-friendliness eh, harga dan performa.

  14. kalo dibandingkan dengan ebook reader prs t1 bagusan mana? soalnya lagi nyari ebook reader nih..

  15. kalo dibandingkan dengan ebook reader sony prs t1 bagusan mana? soalnya lagi nyari ebook reader nih..

  16. apakah harus ada registrasi account sebbelum bisa menggunakan e book readernya?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: