Arsip Kategori: small talk
The Art of Getting It Done
Judul kemiggris, tapi bahasanya Indonesia ajalah.
Posting ini tercetus gara-gara post di reddit As someone who doesn’t write code, I think the idea of “Done is better than perfect” is wrong. Sebagai programmer respon pertama adalah bagian pertama sudah menjelaskan semuanya, dia bukan programmer maka tidak akan paham lah. Tapi mari kita elaborasi kenapa “Done is better than perfect”. Poin-poin di bawah berasal dari prinsip pemrograman yang aku pelajari, tapi nampaknya prinsip ini dampaknya luas.
1. Kita tidak tahu sempurna itu seperti apa. Read the rest of this entry
Tentang Memberi Nama
Aku suka memberi nama barang-barang yang sering akau pakai, terutama gadget. Hal ini berawal dari kebiasaan saat kuliah dimana dalam labkom kampus semua komputernya punya tema nama yang sama, misal, karakter dalam Harry Potter, nama-nama benda langit atau nama tokoh dunia perwayangan.
Untuk gadget-ku aku memberi tema kata sifat, hape pertamaku diberi nama Hope (nokia CDMA 6625) lalu Grace (Samsung Valencia), lalu Veritas (Samsung Gazzy), laptopku diberi nama Epiphany dan eReaderku kuberi nama Radiance.
Kenapa diberi nama?
Buatku memberi nama pada gadget sama dengan membuat mereka personal. Hal ini membuatku sadar atas peran mereka dalam kehidupanku. Aku menghembuskan jiwa dan kehidupan pada mereka. Dan, akhirnya berpisah dengan gadget2 itu adalah sebuah perjuangan besar. Contoh, meski hapeku sudah ganti dengan Veritas, Grace dan Hope masih ada bersamaku.
Nah sekarang, apa nama yang akan kuberikan pada laptop yang baru dibeli?
Keterhubungan dan hidup
Seorang teman menghubungi YM-ku beberapa waktu lalu dan bercerita tentang seorang teman kami yang baru saja berhenti dari sebuah perusahaan multinasional untuk bergabung sebagai sukarelawan di sebuah lembaga swadaya masyarakat non-profit yang bergerak untuk menyediakan buku bagi anak-anak di pedalaman.
Temanku ini bertanya-tanya tentang fenomena ini, kenapa teman saya ini berhenti dan bergabung dengan sebuah non-profit dan bekerja di tempat antah berantah. Aku menarik kesimpulan bukan dari teman kami ini, tapi dari buku-buku, dari pengalaman orang lain dan pengalamanku sendiri yang tertarik untuk berbagi. Read the rest of this entry
Loyalitas dan Zona Nyaman
Topik favoritku saat ngobrol adalah soal karir dan kehidupan. Apalagi jika ngobrol dengan teman dekat. Aku selalu ingin tahu kenapa seseorang memilih jalan yang dilalui sekarang dan mengontraskan dengan pilihanku supaya di masa depan aku bisa melihat dari sisi lain dan punya sudut pandang yang kaya.
Pertanyaan favoritnya adalah “Apakah kamu bahagia?” Seorang wanita cantik yang sedang makan di McD Tebet ini berkata dengan jelas, “Selama aku nyaman, nggak ada alasan kuat untuk pindah dan mereka bisa memberi apa yang aku inginkan kenapa tidak?”
Hari itu wanita muda itu mengajakku keluar setelah dia menengok rumahnya yang sedang dibangun di daerah Jakarta Selatan. Rumah itu dia bangun dengan bantuan kredit dari kantornya dan dia berkata, “Aku terikat 10 tahun untuk kredit rumah ini.” Read the rest of this entry
Silence
Silence is difficult and arduous, it is not to be played with. It isn’t something that you can experience by reading a book, or by listening to a talk, or by sitting together, or by retiring into a wood or a monastery. I am afraid none of these things will bring about this silence. This silence demands intense psychological work. You have to be burningly aware of your snobbishness, aware of your fears, your anxieties, your sense of guilt. And when you die to all that, then out of that dying comes the beauty of silence.
~ Jiddu Krishnamurti ~
10 “Be silent, and know that I am God! I will be honored by every nation. I will be honored throughout the world.”
11 The LORD Almighty is here among us; the God of Israel is our fortress.
Psalm 46:10
In silence we found peace, detachment from the world, freedom from problem that bind us. We find God in silence. Silence doesn’t have to be in secluded place. Find your silence.
Hush!
Let the silence ring so loud that make your ear deaf.