Berapa SKS anda tidur?

Kuliah adalah hak dan kewajiban setiap mahasiswa. Mengerjakan tugas adalah pilihan yang harus diambil =p Dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di ITS diberlakukan sistem SKS(Sistem Kredit Semester). Setiap matakuliah diberi beban SKS. Apa artinya 1 sks di bawah ini(dikutip dari peraturan akademik ITS):

Beban Studi

Beban studi mahasiswa dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Makna SKS dalam hal ini adalah:

  • Makna Kuliah 1 SKS:
    Beban mengikuti tiga kegiatan per minggu: 50 menit tatap muka dengan dosen, 50-100 menit kegiatan terstuktur, 50-100 menit kegiatan akademik mandiri
  • Makna Responsi 1 SKS:
    Beban mengikuti dua kegiatan per minggu: 50-100 menit tatap muka terjadwal, 100 menit kegiatan mandiri
  • Makna Praktikum/Studio 1 SKS:
    Beban tugas di laboratorium/studio selama 4-5 jam per minggu

Hal ini berarti bahwa setiap mahasiswa ITS “normal”(kata normal adalah sesuatu hal yang rancu, terutama untuk mahasiswa ITS mengingat tidak mandi 3 hari adalah “normal”di ITS) akan menghabiskan waktu 10 jam sehari, 5 hari seminggu untuk belajar. Dan tidak setiap mahasiswa di ITS se-“normal” itu. Ada yang mengambil 19, 20 sampai 24 sks bahkan lebih.

Bila kita kuliah di TC ITS, sangatlah wajar jika berada di lab jam 12 malam. Entah kita ngerjain tugas sampai pagi, berdiskusi (menurut senior saya, diskusi adalah roh dari mahasiswa), atau mereka yang sudah bosan dengan itu semua, dan stress abis akan melampiaskan agresivitasnya lewat sebuah komputer(baca: nge-game, browsing, mbajul lewat chatting). Hal ini menyebabkan mahasiswa TC ITS sangat akrab dengan kehidupan malam — mending di kafe to bar, ndugem kok di kampus =( — dan menjadi terbiasa menjadi manusia2 penguasa malam.

Kehidupan malam mahasiswa TC berimbas pada waktu tidur mereka. Kalo malam melekan, kapan tidurnya? Ya pagi sampai sore. Trus kapan kuliah? ya pagi sampai sore.

Kuliah adalah pembuktian sahih dari teori quantum. Dalam teori quantum dijelaskan bahwa benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan melambat. Hal ini terbukti di ruang kuliah. Waktu kuliah yang hanya 2,5 jam terasa seperti 150 menit. 150 menit itu akan terasa suangat lama di tempat kuliah.

Dan teori relativitas lain adalah benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya maka massanya akan bertambah. Di ruang kuliah gravitasi menjadi lebih berat terutama untuk bagian pelupuk mata dan kepala.

Pembuktian teori kuantum ini adalah suatu pembenaran untuk gejala anomali di TC, pindahnya kamar tidur mahasiswa ke ruang kelas. Dalam suatu kuliah, apapun itu, bisa dengan mudah ditemui, seorang atau kebih mahasiswa yang tertidur dalam kelas.

Jadi pertanyaan di atas bisa diulang lagi….

Berapa SKS anda tidur?

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 28 Februari, 2006, in life, writting. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: