Monthly Archives: Juli 2006

Pengalaman Toothscaling

Kemarin udah aku ceritain kenapa harus melakukan toothscaling, sekarang cerita saat aku menjalani toothscaling.

Aku datang didampingin ibuku, sekalian ibuku nambal gigi juga sih. Singkat cerita setelah selesai ibuku nambal gigi aku mulai diproses oleh drg (dokter gigi).

Sang drg mulai memeriksa gigiku dengan alat cermin itu (enaknya drg itu udah ngobok2 mulutnya orang dibayar lagi =p ). Nah setelah itu drg memberikan penilaian,”wah baru pertama kali ya mas?” “iya dok!”. Trus menaruh handuk di dadaku,”ini bakalan basah,” katanya. Tapi dia nggak bilang bakalan basah karena DARAH!!!

Pertama drg make alat seperti cukit, trus mulai mengeruk2 karang gigi di sela-sela gigi dan di gusi. Setelah puas, drg menyuruhku untuk kumur, dan air hasil kumurku berwarna merah penuh darah!!

drg mengeluarkan alat khusus buat toothscaling. seperti bor tapi kayaknya pake ultrasonic (aku mbaca di wikipedia sih).

Bayangkan rasanya saat kamu melihat percikan gigimu berterbangan!

Lalu kumur lagi, dengan air penuh darah, lalu dibor lagi. Sampai beberapa kali.

Akhirnya drg menydahi sesi hari itu. Belum semua karang gigi dibersihkan, dan drg menyuruhku datang lagi besoknya. Nunggu darahku mengering, mengering untuk ditumpahkan lagi >:) Setelah itu drg memberiku obat kumur untuk membantu menyembuhkan luka di gusiku. Dan obat kumur itu baunya nggak enak. Belakangan bapaku beli obat kumur betadine, dan baunya tambah parah(kenapa sih betadine nggak buat obat kumur rasa apel? )

Hari pertama selesai.

Kenapa kok berdarah-darah? Sebenernya hal ini karena karang gigi letaknya menempel di gusi, dan setiap kali dia diangkat maka dia akan membuka gusi. Inilah yang membuat prosesnya berdarah-darah

Hari kedua toothscaling.
Sesi untuk toothscaling lebih panjang, sekitar 1 jam 30 menit. Hari itu aku pergi sendiri.

Sesi toothscaling dimulai. Drg membersihkan karang gigi lebih intens. Mulai dari depan ke dalam trus ke dalam, sampai ke dalam2. Darah mengalir lebih banyak.

Setelah itu rasanya gigiku lebih ringan dan lebih bersih. Tapi ada konsekuensi yang serius karena itu. Karang gigi-ku sudah cukup parah, sehingga saat dibersihkan gigiku jadi sensitif, akhirnya aku harus pake pasta gigi khusus kayak sensodyne 😦 .

Hikmahnya:

  1. Toothscaling is a bloody mess!!!
  2. Jangan kelamaan nunda, karang gigi itu ngerusak, semakin lama semakin parah
  3. Jadi drg itu enak ya?

Hanya itu laporan dari dokter gigi, sekian.

Iklan

Exiles : Story of Homesick Superhero

Mungkin nggak banyak yang tahu komik The Exiles. Komik itu diterbitkan oleh Marvel Comics dan aku nggak tahu sudah ada di Indonesia atau belum. Aku mbaca ebooks-nya. Sudah lama aku punya, tapi baru belakangan ini aku sempat mbaca ebooks tentang Superhero macam Exiles, Ultimate X-men atau Ultimate Spiderman (n sekarang dah ilang huhuhu…. ).

Okay, back to Exiles. Exiles bercerita tentang Superhero yang berasal dari Alternate dimensi yang berbeda-beda, disatukan oleh “Timebroker” untuk berkelana dari dimensi ke dimensi untuk memperbaiki alur waktu (kayak memperbaiki masa lalu gitu deh). Setelah agak lama (beberapa komik) baru diketahui ada grup lain yang seperti ini, namanya Weapon-X.

===== Warning! : Spoiler or Ending Story below =====

Exiles pertama kali terbentuk terdiri dari 6 orang :
1. Morph : Anggota X-men, punya kemampuan untuk berubah bentuk
2. Thunderbird : Kemampuan superhuman strength,ex anggota Apocalypse 4 Horseman, title : War
3. Blink : Teleporter
4. Nocturne : Anak dari Nightcrawler dan Scarlet Witch, punya kemampuan “merasuki” seseorang
5. Mimic : Anggota X-men, punya kemampuan untuk meniru kemampuan 5 mutant lain, tapi tenaganya hanya setengah yang ditiru
6. Magnus : Anak Magneto dan Roque, setiap dia menyentuh orang dia berubah menjadi besi, dan punya kemampuan elektromagnet

Demikianlah Exiles. Mereka berkelana dari satu dimensi ke dimensi lain. Membenarkan hal yang salah, or so it seems. Misi pertama mereka adalah membebaskan guru para mutant di dimensi dimana para mutant ditangkap. Jelas guru para mutant adalah Prof. X, or so it seems. Mereka membebaskan Prof X, psichyc terkuat di dunia, hanya untuk melepaskan teror. Ternyata Prof X di dunia itu adalah A bad guy, a very bad guy. Jadi mereka salah orang. Ternyata sebenarnya mereka harus membebaskan, guess who? Magneto. Dan dalam pembebasannya Magnus harus berkorban. Dia mati pada misi pertama karena mereka terlalu ceroboh. However, mission accomplish. Dan mereka mendapat Sunfire, seorang gadis imigran Jepang yang punya kemampuan pyrokinesis.

Banyak hal yang membuatku termenung dalam komik ini. Contohnya Mimic, dia adalah salah satu pahlawan besar di dimensinya, setara dengan Superman atau Batman di DC Comics World. Dia bahkan menjadi pimpinan X-men dengan Wolverine. Di dunianya semua jelas, mana hitam mana putih. Tapi di Exiles, abu-abu. Dia harus membunuh orang yang di dunianya adalah teman, berteman dengan musuh (or so it feels), melakukan a things that a hero wouldn’t do, what he’ll do then?

Ada misi dimana Exiles harus membunuh seorang anak kecil, David seorang mutant yang akan menyelamatkan mutant lain, hanya untuk menguasai dunia. Damn! Killing a boy? Get real! Dan seperti superheroes lain, mereka menolak misi itu. Saat itulah Weapon-X datang. Weapon-X seperti sisi lain dari Exiles, mereka melakukan semua tugas. By all means necessary, Even kill. Dan buat mereka membunuh David adalah tugas mudah, dan mereka dengan senang hati melakukannya. Exiles akhirnya harus bertarung dengan Weapon-X. Creed, pemimpin dari Weapon-X memutuskan untuk membantu Exiles untuk menyelamatkan David, yang berarti melawan timnya sendiri. Akhirnya setelah bertarung lama, Timebroker datang dan mereka memutuskan satu hal. Creed akan tinggal menjaga David dan Weapon-X harus mencari pemimpin baru, Gambit.

Ada juga misi yang menarik. Dimana Blink baru saja dieliminasi(kalo di Exiles that’s mean going home and is good) dan pimpinan dipegang oleh Mimic, dan Blink digantikan oleh Magik. Exiles dikirim dunia dimana ada perusahaan bernama Hero for Hire (yup, persewaan superhero). Ada sebuah masalah, seorang bernama Moses Magnum berusaha melakukan genocide terhadap warga Jepang, ya negara milik Sunfire, dan The Avenger harus menyelamatkannya. Misi mereka adalah, membunuh Moses Magnum(think again), membunuh The Avenger, Damn! Tapi like heroes, Exiles berpikir lain. Mereka berusaha untuk mengalahkan Magnum Moses, tapi Magik tidak, dia akan membunuh The Avenger. But surprise! Salah satu The Avenger adalah saudaranya, Collosus. Tapi whatever dia melakukannya. Tapi Avenger kalah, dan Collosus membantunya, dia membunuh 2 sahabatnya dan bunuh diri agar adiknya, Magik bisa menyelesaikan misinya(what a brother love!).

Banyak hal di dunia Exiles. Mereka harus membunuh Captain America yang berubah jadi Vampire, menjaga Tony Stark – Iron Man – yang menjadi Presiden AS, mengajari Fantastic Four saat awal-awal terbentuknya tim, Membantu Dr. Doom (the bad Dr. Doom) melawan Prince Namor, raja Atlantis, dan lain-lain.

Kalo dipikir-pikir, ceritanya seru juga, banyak muatan moral, a hard choice to make, moral conflict. Seperti gimana kalo kita ada di luar zona aman kita, kayak Mimic, apakah prinsip kita teruji? Apakah kita blindly mengikuti perintah atau mempertanyakan perintah yang tidak sesuai prinsip? Intinya, What makes a hero a hero? Ones power or ones heart, principle, way of life? How’s a hero act in difficult situation? Following order, following ones heart or following ones principle?

Kesimpulannya, Exiles is a great comic.

Toothscaling

Setiap kita pasti punya gigi, dan setiap kita pasti merawat gigi dengan baik. Tapi tidak semua plak gigi bisa dihabisi dengan sikat gigi. Kayak kata iklan:”Menyikat gigi saja tidak cukup”.

Kenapa? (khotbah nih)

Karena sikat gigi tidak sempurna membersihkan plak di gigi. bahkan dengan pembersih mulut pun tidak bisa. Lama kelamaan plak itu menumpuk dan membentuk karang gigi.

Kenapa kok harus dibersihkan? (khotbah lagi)

Karena karang gigi adalah tempat berkumpulnya kuman dan kotoran, dan menyebabkan gigi bau dan sensitif. Salah satunya adalah gusi sering berdarah. Semakin lama gigi akan semakin rapuh. Dan gusi menjadi sensitifKarena itu pembersihan diperlukan.

Nah… Satu-satunya cara membersihkan adalah toothscaling atau pembersihan gigi. Alat ini hanya dimiliki oleh dokter gigi. Karena itu pergilah ke dokter gigi 6 bulan sekali (promosi)

Semakin lama anda tunda anda bersihkan maka karang gigi akan semakin menumpuk dan semakin parah.