Pengalaman Toothscaling

Kemarin udah aku ceritain kenapa harus melakukan toothscaling, sekarang cerita saat aku menjalani toothscaling.

Aku datang didampingin ibuku, sekalian ibuku nambal gigi juga sih. Singkat cerita setelah selesai ibuku nambal gigi aku mulai diproses oleh drg (dokter gigi).

Sang drg mulai memeriksa gigiku dengan alat cermin itu (enaknya drg itu udah ngobok2 mulutnya orang dibayar lagi =p ). Nah setelah itu drg memberikan penilaian,”wah baru pertama kali ya mas?” “iya dok!”. Trus menaruh handuk di dadaku,”ini bakalan basah,” katanya. Tapi dia nggak bilang bakalan basah karena DARAH!!!

Pertama drg make alat seperti cukit, trus mulai mengeruk2 karang gigi di sela-sela gigi dan di gusi. Setelah puas, drg menyuruhku untuk kumur, dan air hasil kumurku berwarna merah penuh darah!!

drg mengeluarkan alat khusus buat toothscaling. seperti bor tapi kayaknya pake ultrasonic (aku mbaca di wikipedia sih).

Bayangkan rasanya saat kamu melihat percikan gigimu berterbangan!

Lalu kumur lagi, dengan air penuh darah, lalu dibor lagi. Sampai beberapa kali.

Akhirnya drg menydahi sesi hari itu. Belum semua karang gigi dibersihkan, dan drg menyuruhku datang lagi besoknya. Nunggu darahku mengering, mengering untuk ditumpahkan lagi >:) Setelah itu drg memberiku obat kumur untuk membantu menyembuhkan luka di gusiku. Dan obat kumur itu baunya nggak enak. Belakangan bapaku beli obat kumur betadine, dan baunya tambah parah(kenapa sih betadine nggak buat obat kumur rasa apel? )

Hari pertama selesai.

Kenapa kok berdarah-darah? Sebenernya hal ini karena karang gigi letaknya menempel di gusi, dan setiap kali dia diangkat maka dia akan membuka gusi. Inilah yang membuat prosesnya berdarah-darah

Hari kedua toothscaling.
Sesi untuk toothscaling lebih panjang, sekitar 1 jam 30 menit. Hari itu aku pergi sendiri.

Sesi toothscaling dimulai. Drg membersihkan karang gigi lebih intens. Mulai dari depan ke dalam trus ke dalam, sampai ke dalam2. Darah mengalir lebih banyak.

Setelah itu rasanya gigiku lebih ringan dan lebih bersih. Tapi ada konsekuensi yang serius karena itu. Karang gigi-ku sudah cukup parah, sehingga saat dibersihkan gigiku jadi sensitif, akhirnya aku harus pake pasta gigi khusus kayak sensodyneūüė¶ .

Hikmahnya:

  1. Toothscaling is a bloody mess!!!
  2. Jangan kelamaan nunda, karang gigi itu ngerusak, semakin lama semakin parah
  3. Jadi drg itu enak ya?

Hanya itu laporan dari dokter gigi, sekian.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 14 Juli, 2006, in experience. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Ah tidaaaak….
    jadi ilfil deh..
    ngga bakalan ke dokter gigi kalo harus berdarah darah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: