Kebijakan dari supir bemo

“Mas sampeyan ngerti nggak opo’o kok wong iku melu nang bemoku padahal bemo sing nang ngarepku yo onok?”
“Nggak tahu pak, mungkin dia baru dateng kali”
“Nggak mas, iku sebabe wong iki rejekiku”

Itu pembicaraan singkat dengan seorang supir bemo O yang nganter aku ke kampus di suatu siang (jam 10an sih). Sangat menakjubkan bagiku, supir bemo akhir-akhir ini terpuruk karena tingginya harga BBM dan sepinya penumpang. Dari berbagai pembicaraan dengan supir bemo, mereka menyalahkan rendahnya UM motor sebagai sumber berkurangnya penumpang. Lha iya, wong sekarang sangat mudah kalo kita pingin beli motor, sehingga banyak penumpang bemo memilih beli motor baru.

Tapi di samping itu, masih ada kebajikan dari mereka, mereka masih percaya, ada rejeki di jalan yang disediakan Tuhan buat mereka. Dan rejeki itu ada untuk masing-masing dan tidak perlu berebut. Wow!!

Tapi pak, jangan kelamaan dong ngetemnya, telat nih….. :p

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 13 Desember, 2006, in experience, idealist, life. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. calonorangtenarsedunia

    pertamax lg!!

    kita musti banyak belajar dr orang2 yang ngerasain kerasnya hidup mtapi masih tau bersyukur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: