8 jam di Stasiun Tawang

Ini hanyalah sebuah posting g penting tentang hasil aku nyangkruk di Stasiun Tawang,Semarang selama 8 jam gara2 nungguin keretanya ibuku dari Jakarta.

Oke,pertama aku berangkat dari Solo jam 17.10 sore, naik bis Patas AC jurusan Semarang(ya iyalah, masak mo naik bus jurusan Surabaya) nah trus aku sdh janjian sama temenku, si Intan di Semarang (thx udah ngajakin jalan2, lain kali mampir ke Pesta Kebun deh… :p ). Kita janjian di jalan Imam Bonjol, aku turun di Tugu Muda, trus ditawarin tukang ojek ke jl. Imam Bonjol, tarifnya 5rb, pliss deh pak… cuman 100 meter gitu loh, jalan aja kenapa?

Nah dari situ, aku naek mobilnya Intan, ketemu sama adiknya trus pergi ke Warnet. Ternyata kota sebesar Semarang jarang ada Warnet hihihihi… Nah abis nemu warnet, kita ngenet bentar trus beli sate di jalan seberangnya, udah gitu baru deh aku ke stasiun Tawang, sekitar jam 21.30-an.

Nah di situ petualangan ku yang membosankan dimulai. Ditemani dengan secangkir Cappuccino, film LOTR yang diputer di Dunkin, n sms-an sama anak2, aku nungguin ibuku sambil ngerjain TA. Apa hasil pengerjaanku, mending ada posting tersendiri soal itu.

Ternyata LOTR itu film yang bagus (dari dulu lage…) sebuah cerita tentang perjalanan sebuah cincin ke Mount Doom, kalo dipikir banyak filosofi yang bisa didapet, contoh:

  1. Frodo yang memegang cincin, setiap hari, setiap jam, setiap detik harus berjuang menahan godaan sang cincin. Sama seperti kita. Setiap kita punya sisi gelap yang harus kita lawan setiap saat.
  2. Determinasi Frodo, dengan segala kemustahilan perjalanannya, dia dengan bekal tekad dan iman (faith, sebenernya penerjemahan sebagai iman agak janggal but hey…) dia berjalan terus ke Mount. Doom
  3. Persahabatan Samwise Gamgee. Sebuah percakapan yang nggak bisa aku lupakan,”I can’t carry the ring for you, but I can carry you Mr. Frodo” Seperti itulah seharusnya sebuah persahabatan, saling berbagi beban, tapi tidak mengambil beban orang lain, saling memberi kekuatan dan saling percaya.
  4. Acknowledgement, pengakuan diri, ingat Faramir yang pergi menyerang Osgiliath walau dia tahu hanya kematian yang menunggunya. Kenapa? Hanya untuk sebuah pengakuan dari ayahnya. Wow! Sejauh itu dia bisa berjalan untuk hal itu.
  5. Jangan meremehkan seorang wanita dan Hobbit, yang mbunuh Ringwraith siapa? Eowyn dan Merry Pippin.
  6. Sebuah petuah Alkitab, siapa yang terkecil dialah yang terbesar. Sang pembawa cincin bukanlah Gandalf, Aragon atau Lord Elrond, tapi seorang Hobbit kecil bernama Frodo Baggins. Di pundak seorang Hobbit inilah nasib masa depan Middle Earth dipertaruhkan.

Asline masih banyak lagi, tapi segini aja dulu. Lha, jadi cuman ini hasilnya? Nggak yo, masih ada lagi, tapi besok aja yah… Ini tentang perjalanan di Semarang di pagi buta.
Bye 4 Now….

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 24 Desember, 2006, in life. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hiehiehie.. Enak yow nang Semarang..😀 Ngacang 8 jam?? Lumayan.. :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: