Monthly Archives: Januari 2007

Inspirasi dari Smallville

Smallville adalah serial yang padat nilai. Di season 6, episode 11 yang judulnya Justice ada kutipan kayak gini:

Because there are more important thing in this world than what I want or what I love
-= Oliver Queen a.k.a Green Archer

So true.
Tapi mungkin hanya sebuah pembenaran dari mahasiswa yang sudah nelantarin kuliahnya untuk suatu hal yang biasa disebut IDEALISME.

Lagu anak-anak masa kini

Di suatu sore, saat Surabaya hujan, Aku pulang ke Sidoarjo naik bemo kuning (namanya GV ato TG ato apalah lupa, pokoknya yang kuning trus strip ijo itu). Nah, setelah aku naik, ada seorang ibu membawa beberapa anak kecil, salah satunya perempuan, usianya mungkin 3-4 tahun, dan masih digendong. Setelah beberapa saat anak itu mulai menyanyi:

Cinta ini kadang tak ada logika
– Agnes – Tak Ada Logika.

Lho? Kok?
Pada waktu aku seusianya lagu yang aku nyanyikan ya paling balonku ada lima, atau lagu favortiku tentang pelanduk, kalo nggak ya lagu kingkong badannya besar.Tapi anak kecil ini kok lagunya kayak gini sih?

Setelah dipikir-pikir lagi… Emang ada artis cilik jaman sekarang? Ada juga Samuel, trus dulu ada Sherina, sebelumnya ada Joshua, trus Enno Lerian, dan Agnes Monica, Leony waktu masih lucu-lucunya, trus sekarang wes nggak ada lagi.

Jadi…
Where The Hell penyanyi cilik jaman sekarang?
Apa menjadi penyanyi cilik sekarang tidak menguntungkan?

Tapi inti masalahnya bukan itu.
Seakan-akan anak kecil jaman sekarang dipaksa untuk mendengarkan musik2 dewasa. Hal yang umum kalau mereka hapal lagunya Peter Pan, Radja, Samson, atau grup sejenis.
Lagu-lagu tentang cinta, patah hati, dll.
Sadarlah kalau mereka masih kecil!!!

Woi….
Mau dibawa kemana generasi anak-anak kita?
Mendingan kalau anaknya ikut Sekolah Minggu, atau Paduan Suara Gereja, mereka bisa belajar lagu yang sesuai dengan mereka.
Kalau nggak?
Mereka bakal belajar akselerasi tentang cinta, poligami (kayak lagunya Astrid), TTM, jauh lebih cepat dari aku dulu (waktu SD aku nggak tahu apa-apa soal itu, aku masih polos 😐 ).
Sangat wajar kalau anak SD jaman sekarang udah mulai nyari pacar, patah hati, jatuh cinta, wong emang yang mereka dengerin musik tentang itu.

Mungkin para orangtua harus mempertimbangkan masuk ke pasar loak dan mulai nyari lagunya Sherina, Joshua, Susan, dll, sebelum generasi anak-anak kita matang karbitan.

Ide untuk Film Indonesia

Banyak orang yang tahu William Wallace, seorang pejuang dari Skotlandia berperang melawan penjajahan Inggris di abad ke-13. Menggalang pasukan, bergerilya dari gunung ke gunung. Akhirnya dia tertangkap dan dihukum mati. Perjuangannya diteruskan oleh Robert The Bruce.

Kok bisa tahu?
Ya iyalah, kan ada film Braveheart.

Pernah tahu film Alamo?
Cerita bagaimana sebuah kekalahan dari pasukan Amerika di benteng Alamo, Texas berakhir dengan kemenangan besar dari pasukan Mexico pimpinan Santa Ana.

Tahu Jenderal “Stonewall” Jackson?
Kalau anda nonton film God’s and Generals anda akan melihat sosok (almost) perfect-nya dia. Gimana dia memimpin pasukannya, gimana dia menghadapi perang, keberanian dan gimana dia menghadapi maut yang menjemput.

Tahu Soe hok Gie?
Sosoknya tidak ada di buku sejarah yang diajarkan di S3(SD, SMP,SMU). Tapi kita bisa kenal dia lewat film Gie arahan Riri Riza, khan?

Pernahkah industri film di Indonesia membuat film tentang para pahlawan kita?
Dulu aku sering lihat cerita tentang Jendral Sudirman, Imam Bonjol, atau Cut Nyak Dhien.
Belum lagi film G30S/PKI yang kontroversial itu.
Tapi ada yang baru nggak?
Di tengan kekeringan ide para sineas kita, kenapa nggak ngangkat cerita kepahlawanan kita secara epik, kolosal, indah, historis, dan (semoga) box-office-genik?

Mungkin cerita tentang Pattimura?
Atau sebuah cerita kayak Pearl Harbor itu, sebuah kisah cinta berlatar belakang perang?
Atau cerita tentang seorang ayah yang mencoba pulang ke rumah saat Jawa Barat jadi medan panas peperangan?
Atau cerita tentang seorang pemuda idealis yang mengangkat senjata saat peristiwa 10 Nopember?
Atau cerita Toha (bener nggak sih) yang menjadi pahlawan dengan meledakkan dirinya dengan gudang mesiu Belanda?
Atau cerita tahun 66?

Banyak kan?
Kenapa nggak mulai bekerja, wahai sineas?
Daripada mbuat film picisan nggak jelas kayak… moh wes.. nanti aku ikut2an dosa…

Namaku bukan Kata Kerja!!!

Wah, isuk-isuk kok ndaniel..
Daniel koen!!

Se’ tha la….
Iku jenengku pek…
Namaku bukan kata kerja, dodol!!! (ups sorry San…)

Aku tahu kalau aku ini calon seleb, cuman jangan gunakan namaku dengan sembarangan!!!

PS:
Kemungkinan arti kata Daniel-nya juga nggak asyik soalnya.
Sinonim yang mungkin: mutungan, ngomong agak nyelimur tinggi dikit.
Bukan padanan yang enak khan???

2 Aliran TA di TC

Setelah terombang-ambing tanpa arah di kampus terkutuk ini, akhirnya pencerahan datang di saat yang paling tidak disangka-sangka. Akhirnya aku menemukan judul TA, dosen pembimbing, dan niat untuk ngerjainnya.

Setelah itu, aku mulai bertualang di dunia TA maka aku menemukan, seperti sudah kuanalogikan proposalku bagai LOTR, maka aku akan mengandaikannya lagi di sini.

Di Middle-Earth TC, ada Two Towers yang satu adalah Mordor, dengan Sang Mata, dan yang satunya adalah Isengaard dengan sang penyihir Saruman. Aliran pertama adalah diikuti oleh kaum yang terjebak dan disebut Paperwraith (bukan Ringwraith), yang satunya dipenuhi oleh orc-orc yang ceria.

Cerita lebih lanjut besok aja ya…
Aku mau menghadap Sang Mata dulu.