Hidup (tidak selalu) adalah kompetisi

Jadi ranking 1 di kelas
Lulus paling cepat
Berlari paling cepat
Kebut-kebutan di jalan raya
Dan yang paling aku benci
Cepet-cepetan kawin nikah

Kita selalu berburu dan berlari dalam kompetisi demi kompetisi. Kita bersaing dengan orang-orang sekitar kita.
“Itu gaya hidup kota!”
“Dunia itu kejam, Jendral!”
“Kota ini adalah hutan belantara”
Pernahkah kita berhenti sebentar dan berpikir, sampai kapan kita akan berkompetisi?
Saling menyikut, menendang, mencakar, mengerawuk, menjambak, (sampai kapan listnya?)
Apa nggak capek?

Coba kita lihat suatu kompetisi paling kuno di dunia…
Atletik.
Pernahkah atlit lari menyikut lawannya?
Pernahkah atlit lempar lembing melempar ke arah lawannya?
(kayaknya heboh deh, kalo nggak sengaja kena juri pernah soalnya…)
Dengan siapa mereka bersaing?
Cukup bersaing dengan diri sendiri…
Cukup menajamkan rekor sendiri (go to hell dengan rekor orang lain)

And the last…
Please, try not kill yourself when you’re trying….
Know your limit, expand it, push it, surpass it…

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 7 Januari, 2007, in life, small talk. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Lhe, maksudmu benci cepet-cepet menikah napa? Setiap orang berhak dong untuk mengakhiri status kemandiriannya (yang hanya sebentar), dan memutuskan untuk saling berbagi bersama setiap harinya kelak…

  2. D-nial The Cursed One

    Bukannya benci, kep.
    Aku sih nggak masalah kalo orang lain mau nikah muda atau tua.
    Aku cuman benci kalo diburu-buru, seakan-akan nikah adalah suatu kompetisi dulu-duluan.

    Aku baru nikah kalau aku sudah siap(dan calonnya siap juga) bukan karena dipaksa atau takut keduluan.

  3. gw juga enggak abis pikir. kenapa orang demen banget sama kompetisi ??
    mereka itu tipe orang yang enggak pernah cukup dengan hanya menjadi “Rich” “good looking” “clever” mereka
    selalu ingin “richer” “better-looking” dan “cleverer” dibanding orang lain. mereka puas dengan menjadi setingkat diatas orang lain. gara2 orang tipe kayak gitu didunia ini ada istilah winner sama loser yang nyambung ke hubungan sebab-akibatnya yaitu adanya orang yang “bangga/sombong” dengan orang yang “putus asa/depresi”.

    kenapa tidak memulai semuanya dengan kolaborasi daripada kompetisi yang menurut gw desturktif banget. This is a sad world full with greedy competitive people.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: