Shackles : A Moview Review

Gimana kalo kamu disuruh jadi seorang guru di sekolah dalam penjara?
Film ini adalah cerita tentang sebuah School Of Hard Knocks. Dimana setiap muridnya adalah tahanan yang berbahaya.

== SPOILER WARNING ==

Film ini bercerita tentang Ben Cross(DL Hughley), seorang guru yang dipecat karena melakukan kekerasan fisik terhadap muridnya. Setelah di-blacklist menjadi guru dimana-mana, dia dipanggil oleh Virgil, eks Kepsek yang telah memecatnya, untuk mengajar di sebuah sekolah di penjara Shackleton.

Ben Cross di sana ditunjuk mengajar Matematika dan Bahasa Inggris. Muridnya, pertama hanya satu, lalu dengan sedikit rayuannya, muridnya bertambah banyak, salah satunya Gabriel Garcia(Jose Pablo Cantillo), seorang pengedar.

Gabriel, terbukti menjadi seorang murid yang brilian, pemimpin kelas, tapi tidak merasa bahwa pendidikan berguna, dia ikut sekolah itu cuman iseng aja. Tapi akhirnya dia mau ikut lomba pembacaan puisi yang diadakan di sekolah, dan lolos ke semifinal wilayah.

Pengiriman Gabriel pun menjadi bermasalah, karena penjara melarangnya ikut kompetisi karena berada di luar penjara. Akhirnya, kompetisi baca puisi itu diadakan dalam penjara(wuiks…).

Setelah terjadi konflik di sekolah, sekolah penjara itu terancam tutup. lalu apakah yang akan dilakukan para guru, apa kompetisi puisinya jadi?

=== END OF SPOILER WARNING ===

Shackles menawarkan banyak nilai-nilai positif dalam kondisi ekstrim. Penjaga penjara harus menganggap para tahanan sebagai objek berbahaya, mereka mencaci, memaki, memukul, mengancam. Suatu situasi yang sangat diharamkan di sekolah.

Shackles juga menawarkan pembacaan puisi yang menggugah jiwa, terutama dari Gabriel, dan orang aneh yang muncul di film (nggak jelas siapa, hanya seorang gelandangan yang suka ngomong ngelantur, semacam eksistensial kali…).

Amazingly, nggak ada nama besar di film ini, tapi akting mereka MANTABZZZ!!!

Overall it’s a damn good movie!!!

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 13 Januari, 2007, in movie, review. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: