Tentang Warung Hijau

Hari ini aku kembali ke Warung Hijau. Sebuah rumah makan dekat kampusku. tempatnya nyaman, makanannya enak. Tapi bukan itu yang membuatku kembali ke sini.

Kemarin saat makan siang aku melihatnya. Seorang gadis, makan siang sendiri. Manis, rambutnya sebahu, dan senyumnya itu loh, bisa bersinar di hati yang gelap. Hmmm… menarik juga.

Hari ini aku melihatnya lagi. Dan dia makan sendiri lagi. Duduk di tempat yang sama seperti kemarin. Dan aku hanya berani melihatnya. Mengamati gerak-geriknya, dia melihatku, dan aku punjadi salah tingkah. Lalu dia tersenyum. Eh… sekarang ngapain? Coba aku datengin dia.

Namanya Vita, kuliah di jurusan Hukum, sedang aku seorang calon teknisi mobil(Teknik Mesin sih), orangnya enak diajak ngobrol dan entah kenapa kami langsung tune-in. Akhirnya makan siang di Warung Hijau dan berbincang dengan Vita menjadi kebiasaanku beberapa hari ini.

Sampai suatu hari,
“Kenapa sih kamu suka makan di sini?”
“Oh, itu… sebenernya, aku suka sama seorang pria, aku nggak tahu namanya, tapi dia juga sering makan siang di sini. Tuh dia yang pakai baju hijau di sana.”
Ugh.. hatiku hancur… Kata-kata itu menghancurkan hariku. Dengan lagu Puddle Of Mud – Blurry sebagai soundtrack, aku tertunduk lesu. Pupus sudah harapanku.

Jadilah manusia yang dewasa, Cinta tak harus memiliki, Cinta berarti melihatnya bahagia…
Kata-kata mutiara bullshit dan bodoh itu terngiang terus di telingaku saat aku memutuskan untuk curhat dengan sahabatku.
Urgh… Kenapa tidak ada yang menyarankan aku untuk membunuh pria berbaju hijau itu ya?

Tapi perbincanganku dengan Vita semakin menarik. Aku tidak atau belum ingin melepasnya. Aku hanya ingin bersamanya. Dan kami masih sering berbincang-bincang di saat makan siang, bertukar nomor HaPe, sms-an, tapi tanpa harapan… hiks!

Kedewasaan, kenaifan, ataukah otak idiot yang terpengaruh oleh racun yang ditanam sahabatku mulai membuatku bertindak ngaco. Hari ini aku tidak melihat Vita, tapi aku melihat pria itu.
Aku menghampirinya,
“Tempat ini kosong?”
“Silahkan…”
Entah racun apa yang yang merusak otakku, aku mulai ngelantur.
“Mas, kenal cewek cakep yang sering makan di sini nggak?”
“Emang kenapa?”
“Namanya siapa mas?”
“Oh, Vita… kenapa?”
“Suka aja ngeliatnya… abis manis sih, mas pacarnya ya?”
Ingin aku bilang iya dengan tampang awas-ada-anjing-galak, tapi yang terucap adalah,
“Bukan kok, kita cuman berteman, kenapa?”
“Kenalin donk”
“Kenalan aja sendiri, kayaknya dia juga suka sama kamu kok…”
“Oh ya! Beneran mas?”
“Ajak kenalan aja besok, sekalian ajak keluar”
C*K! Setan apa yang meracuni otakku ini? Mungkin hari ini akan kusesali seumur hidupku.

Hari ini aku kembali lagi ke sana. Makan sendirian lagi, sudah beberapa hari ini aku tidak melihat Vita ataupun pria itu. Mereka mungkin sudah menemukan sanctuary mereka sendiri. Oh well, kembali ke kehidupan sehari-hari.
Brak!!!
Aku kaget dan terdiam, kuangkat kepalaku dan kulihat pria itu.
“Kamu pembohong!”
“Eh iya, selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” jawabku dengan wajah apa-salahku-kali-ini.
“Dia bilang dia sudah punya orang yang dia sukai!”
“Ergh…”
“Seharusnya aku nggak percaya sama kamu!”
“Emang cowok itu siapa?”
“Namanya Chero! Sial! Harusnya kamu puas sudah mematahkan hatiku”
Entah aku harus sedih atau senang, tapi hatiku melonjak gembira.

Ehm…
Oh ya, perkenalkan…
Namaku Cherubim, biasa dipanggil Chero, dan ini adalah awal kisah cintaku di Warung Hijau.

This story inspired from a manga chapter from Mitsuru Adachi’s Nine.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 22 Januari, 2007, in life. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: