Orang kecil itu (lebih) bijaksana

Seperti biasa, aku berangkat ke kampus naik bemo O. Dan peristiwa unik ini terjadi:
Seorang penumpang turun dan membayar, lalu sopir bemo memberi kembalian. Setelah sang ibu mulai berjalan pergi, tiba-tiba sang sopir berteriak,

“Tunggu bu, kembaliannya nggak kurang?”

Sang ibu mulai memeriksa kembaliannya,

“Nggak kok pak, udah pas.”
“Oh ya, kalo gitu ya udah, siapa tahu saya lupa ngasih uang 5000an.”

Kedengarannya seperti percakapan biasa huh?
Tapi beberapa saat kemudian sang sopir menurunkan seorang ibu yang duduk di depan. Dan dia mulai menerangkan pada ibu itu:

“Nanti ibu nyegat bemo P, warnanya putih, trus bilang turun di Pasar Pucang.”

Lalu setelah ibu itu turun dia mulai menjelaskan pada kami:
Ibu tadi

Baru keluar dari kerjaannya, nggak tahan habis majikannya cerewet. Trus saya kasih tahu ada orang nyari karyawan di Pucang, siapa tahu ibu itu cocok.

Hmm…
Speechless, di tengah himpitan hidupnya, sopir masih sempat nolong orang lain, dan bersikap jujur. Mungkin orang-orang kayak gini yang cocok jadi anggota DPR.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 1 Februari, 2007, in experience, idealist, life, small talk. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: