Operasi di Desa Sumireng

“Kucing garong pada pusat, mulai melakukan infiltrasi ke desa Sumireng”
“Pusat pada kucing garong, lanjutkan!”
Kucing garong, sang agen mulai bergerak berselimutkan kegelapan malam, mengendap-endap di jalanan desa Sumireng. Langkahnya ringan nyaris tanpa suara, melangkah pasti.
“Kucing garong mulai mendekati target”
Langkah kucing garong semakin cepat, dia melompati pagar sebuah rumah.

“Memasuki tahap kedua, infiltrasi rumah”
“Kucing garong, hati-hati dengan patroli desa”
“Dimengerti!”

Sayu-sayup di kejauhan terdengar langkah kaki manusia.
“Pusat, ada patroli aku harus besembunyi.”
Kucing garong bersembuyi di balik semak-semak. Menunggu dengan waswas.
Langkah kaki itu bergerak semakin cepat mendekat dan langkah itu berhenti.
“Kelihatannya tadi ada bayangan orang”
“Kamu salah lihat kali Bud, nggak ada apa-apa”
“Kita periksa dulu aja Jok, siapa tahu ada maling sembunyi di sini”
Kedua orang itu mulai menyisir daerah sekitar. Menyorotkan senternya ke sekeliling. “Pusat, tampaknya kucing garong akan tertangkap”
Akhirnya, kedua orang itu berhenti menyisir.
“Yo kan, ora ono opo-opo”
“Yo wis lah, ayo jalan lagi!”
Langkah patroli itu menjauh dan akhirnya tak terdengar.

“Kucing garong ke pusat, situasi aman. Melanjutkan ke lokasi pengintaian”
Kucing garong mulai bergerak ke arah pohon besar, dan memanjat ke atas.
“Target belum terlihat, meminta saran.”
“Tunggu sebentar, kucing garong.”
Sebentar itu ternyata berjalan sangat lambat. Kaki-kaki kucing garong mulai kesemutan. Dia sudah selesai menyiapkan peralatan pengintaian dan masih harus menunggu cukup lama.

“Kucing garong ke pusat, target telah nampak”
“Lanjutkan ke mode pengintaian!”
“Dimengerti!”
Kucing garong mengamati dengan seksama target itu. Seorang yang sangat berbahaya, wanita bernama Siti yang telah dengan sukses mencuri hati beberapa pemuda desa Sumireng.
Wanita itu mulai berjalan ke arah kamar mandi terbuka dan mulai mandi.
“Target sedang beraksi”
“Terus rekam!”
“Dimengerti!”

Tiba-tiba
“Krak!”
Ranting pijakan kucing garong patah dan terjatuh. Lalu terdengar langkah cepat mendekat.
“Maling! Maling!”
“Kucing garong pada pusat, kucing garong tertangkap!”
“Mas Budi, Mas Joko”
“Eh Adam, ngapain di sini?”
“Ini bukan maling, mas?”
“Ora, tiyang niki Adam, yang anak KKN di sini”
“Oh! Ngapain pagi buta gini di sini?”
“Eh anu… itu… anu… gini….”
“Pusat pada semua agen, kucing garong tertangkap, semua hubungan kita dengannya akan disangkal”

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 5 Februari, 2007, in life. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: