Moral cerita Manusia vs Keledai

Setelah membuat postingan nganggur manusia vs keledai, ternyata ada beberapa yang nggak nyandak moral ceritanya. Jadi gini moral ceritanya:

  1. Apakah kita bertindak seperti keledai, sekali jatuh ke lubang lalu tidak mau mencoba lagi?
  2. Ataukah kita menjadi manusia yang jatuh ke lubang yang sama dengan cara yang berbeda?
  3. Apakah benar bahwa SATU kegagalan berarti kegagalan seterusnya?
  4. Apakah benar kita bertindak lebih pintar dari keledai dengan “menghindari lubang”? Menurutku seharusnya kita “menutup lubang” bukan menghindarinya.
  5. Berpikirlah di luar kotak, jangan jadi orang yang terjebak dengan stigma, tradisi, dan kata orang. Percaya bahwa apa yang kamu lakuin benar, dan JUST DO IT! sekalipun masalah menghadang, sekalipun badai menerjang, sekalipun orangtua melarang, kalau kamu yakin jalan pasti terbuka.
  6. Tumben aku bisa ngomong kayak gini…..

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 7 Maret, 2007, in idealist, life, small talk. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Sedikit membantu, jalan hidup kita yang nentuin kan?,so let’s move on,move on!,wake up!,wake up!

  2. dan keledai di sampingku pun manggut-manggut…😀

  3. @sandy
    Resiko tanggung penumpang. Semua itu ada konsekuensi

    @rumahfrandi
    Ngik ngok ngik ngok…..
    Suaranya keledai gitu ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: