Akhir dari Perselingkuhan

Siang ini di restoran Padang Mbulan, sesosok wanita duduk di meja nomor 14. Matanya memandang pintu masuk dengan penuh harap.
“Akankah dia datang? Mampukah aku melakukannya? Ah jangan bertanya soal itu, aku HARUS melakukannya. Ini tidak bisa diteruskan. Tapi hatiku… TIDAK! Kali ini aku tidak boleh ragu!”

Seorang wanita memasuki restoran Padang Mbulan,
“Hari ini sepi rupanya” katanya
“Ah, Shirley Temple,favoritku. Terimakasih sayang!” katanya lagi.

“Ada yang harus kita bicarakan, Vin”
“Apa yang akan kita bicarakan kali ini, Rita sayangku?”
Rita terdiam sejenak. Mengambil nafas panjang. Menenangkan hati yang terus berkecamuk.
“Vin, hubungan kita, sudah terlalu jauh…”
“Maksudmu?”
“Suamiku sudah tahu, dia… dia…”

Vina terdiam, memandang Rita yang membuang mukanya.
“Apakah ini yang ada di hatimu? Kamu tahu perasaanku, dan aku tahu perasaanmu? Kenapa kamu tidak jujur dengan perasaanmu.”
“Bukan itu Vin. Jika kita bercerai…”
“Kamu masih mencintai suamimu?”
Rita terdiam, memandang wajah Vina. Kecantikan dan ketulusan yang telah memikatnya sekian lama. Cinta yang terlarang bagi sebagian orang. Tapi Vina-lah yang mendampinginya selama ini. Bukan suaminya yang terus-menerus keluar kota, rapat sampai malam, dan jarang terlihat di rumah. Vina-lah yang memberi kehangatan di hatinya, buka suaminya yang dingin dan tidak perhatian, suami yang telah memberinya 2 anak dan mengabaikan mereka.

“Aku tidak tahu. Aku sunggguh tidak tahu…”
“Aku mencintaimu Rit, aku sungguh-sungguh”
“Aku juga, tapi aku nggak bisa seperti ini…”
“Kenapa?”

Rita tak bisa memandang wajahnya lagi. Wajah yang telah menghiburnya, tapi harus dia tinggalkan.
“Anak-anakku Vin. Mereka butuh aku, mereka butuh ibu mereka, dan aku butuh mereka”
“Lalu?”
“Aku akan kehilangan mereka jika kita bercerai, hakim tidak akan menyerahkan mereka padaku.”
“Tapi aku mencintaimu…”
“Aku mencintai anak-anakku Vin”
“Sudahlah Vin, cukup sampai di sini. Kita jangan bertemu lagi, jangan kirimi aku pesan lagi.”
“Tapi…”
“Cukup Vin… Cukup… Aku nggak mau ngomongin ini lagi.”

Vina terdiam, dia tahu keputusan Rita sudah bulat, tidak bisa diubah lagi. Butiran airmata meleleh di pipinya. Ini akhirnya. Rita beranjak pergi, meninggalkan Vina yang terdiam lesu di kursinya. Dan Shirley Temple tidak pernah sepahit ini sebelumnya.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 26 Maret, 2007, in writting. Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. dungaren tuisanmu apik…

  2. pengalaman pribadi atau karangan nih?
    btw ceritanya bagus!
    salam kenal..

  3. OK.. Siiip, tumben-tumbene soal perselingkuhan.

  4. Cerita ini fiksi… ini fiksi saudara sekalian!

    Terimakasih atas responnya.
    Saya akan berusaha menulis cerita fiksi yang lebih baik lagi…

  5. wueh, target audience: umur 30 – 45 tahun. gak melok melok….

  6. ditunggu kisah berikutnya yang lebih seru lagi😀

  7. egh…
    mendebarkan.
    kenapa ya, hubungan tabu selalu mendebarkan buat saya😛

  8. jadi inget ama kisah siapa yah… *garuk-garuk kepala* kayak dipilem-pilem panas.. wakkakakak..

  9. tema lines, lesbong? wah, menarik.😀

  10. @semua
    flash story yang dibikin adalah pelarian dari TA yang melilit pikiran. Jadi jangan heran kalau ide ceritanya aneh dan agak absurd. Lha wong kondisi saat menulis juga lagi absurd.
    Hehehe…..

  11. mending dipoligami aja itu si Vina ma suaminya Rita😀
    jadikan bisa tetep bersama…uhuy….

  12. calonorangtenarsedunia

    duilee…
    pas awal baca blm ngeh,,kirain namanya alvin,,
    lha ga taunya vina!!!

    hehe47x..
    terinspirasi dr mana, mbak?
    kalo bkn pengalaman pribadi ya berarti lewat mimpi,,
    wakakak47x…

  13. calonorangtenarsedunia

    karena setelah melakukan investigasi secara radikal ternyata daku menemukan kalo dikau adalah laki2, maka dengan ini daku memutuskan bahwa dikau adalah suami si rita! kalaupun bukan ya bercita2 jadi suami rita!

  14. @kakilangit
    Cup, kok maleh jadi koyok film bokep la’an? Three some?
    Ampun….

    @calonorangtenarsedunia
    Haiyah,
    Ini fiksi… fiksi.. fiksi!!!!!
    Mau ditulis berapa kali sih?
    Imajinasi liar penulis ditambah keabsurdan berpikir sebagai efek samping pengerjaan TA-lah yang menghasilkan cerita seperti ini.

    Tapi eh..
    Sebenernya, harusnya, (kayak artikelnya forthebades atau siapa itu) pembaca bebas yang menginterpretasi blog yang telah dilaunching. Jadi… terserah deh mau bilang apa….
    Aku sudah mati.

  15. calonorangtenarsedunia

    lg stress ya mas?
    mau konsultasi?
    hehehe,,

  16. @calonorangtenarsedunia

    Nggak mau..
    Ntar tambah stress. Wong (kayaknya) kamunya juga sering stress gitu.

  17. calonorangtenarsedunia

    halaaahh….
    aku sih ga sering stress..
    tenang aja,,
    situ pasti sembuh kalo konsul sm sini,,
    *ngedip2in bulu mata ga punya dosa*

  18. bagus neeh, tema gitu hari gini kan dah biasa ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: