Kado untuk Ibu

Hari itu seperti biasa Alvin terbangun agak siang. Dengan cepat dia menyambar tas yang tergeletak di meja belajarnya. Dengan bergegas dia menuruni tangga, langkahnya cepat dan pasti seperti sebuah rutinitas yang diulang-ulang.
“Ma, sarapannya udah?”
Selesai dia berkata-kata, ternyata Alvin menemukan makanan sudah siap di meja makan.’Pecel lagi’ tapi dengan cueknya dia melahap seporsi pecel dan dadar yang tersaji di meja.’Mama mana sih. Udah mau berangkat lagi.’
Dan Alvin mulai berteriak mencari ibunya,
“Ma! Mana sih? Aku mau berangkat kuliah, dah telat nih!”
Mama pasti marah. Untuk kesekian kalinya dalam seminggu dia telat kuliah dan pergi tanpa mandi pagi. Hanya bermodalkan deodoran dan parfum untuk mengeliminasi bau badan.

Tiba-tiba, matanya tertuju pada sesosok tubuh yang tergolek tanpa daya di lantai kamar mandi.
“Ma! Ma!”
Tapi tubuh Mama lemas dan tanpa bereaksi. Matanya terpenjam. Alvin mulai panik dan berteriak-teriak minta tolong. Sampai akhirnya pintu rumahnya digedor-gedor.
Dengan membopong tubuh mama yang telah lemas, Alvin berlari ke pintu depan. Menidurkan mama di sofa dan membuka pintu.
“Pak Sodiq, itu Mama, mama….”
Pak Sodi, tetangga dekat Alvin dan Mama, segera memeriksa denyut nadi Mama.
“Dia masih hidup kok, Nak. Tapi sebaiknya kita bawa ke rumahsakit. Ayo bantu Bapak membopong ke mobil.”
Nafas lega terhembus kencang dari paru-paru Alvin. Setidaknya Mama selamat.

Di Rumah Sakit,
“Ibu anda terkena demam berdarah, Trombositnya rendah. Dia perlu beristirahat ” kata dokter dengan lembut.
Mama tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya. Kalau sakit mungkin hanya flu atau demam. Alvin selalu berpikir bahwa Mama adalah wanita terkuat di dunia. Bangun jam 4 pagi, nyiapin sarapan, nyuci-jemur trus berangkat ke kantor jam 8. Rutinitas yang selalu terjadi semenjak ayah mereka dipindahkerjakan ke luar pulau sejak sebulan yang lalu. Tapi wanita kuat itupun akhirnya tumbang karena kelelahan dan sengatan nyamuk Aides Aegepty.

Sebulan kemudian,
“Alvin, ngapain kamu?”
“Sudah Mama duduk aja. Tunggu aku bikinin nasi goreng ya.”
“Alvin, nanti kamu terlambat, kamu belum mandi lagi”
“Emang ada aturannya kalo kuliah harus mandi Ma? Tenang aja”
Sejak ibunya kembali dari RS rumah seakan menjadi kandang pecah. Dapur berantakan, lantai yang separo disapu – separo dipel, Jemuran baju yang berpindah ke sofa.

Sebuah upaya Alvin untuk mengubah kebiasaan manjanya menjadi mandiri dan membantu ibunya di rumah berubah menjadi sebuah bencana alam kecil di rumahnya. Tapi niat di hatilah yang dihitung.

Sebuah cerita yang dengan rendah hati dipersembahkan pada mama yang bangun setiap pagi untuk menyiapkan sarapan bagi anak-anaknya yang bandel dan tidak tahu terimakasih, dan untuk Korak yang kehilangan ibunya, semoga kamu tabah menghadapi cobaan yang beruntun menghampirimu.

NB:
Thanks to “orang yang berniat untuk tenar” untuk ide nama tokoh utama.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 21 April, 2007, in flash fiction, zero.thing. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. waaah baik banget, anak ku juga suka gitu tuh, nawarin ngambilin air putih, padahal baru 8 th, terharu bangett… sampe pengen nangis..hehehe

  2. calonorangtenarsedunia

    ah,,jadi malu ni,,
    tokoh utama selanjutnya hana aja,,
    gmn?
    hehe47x..

  3. Dua hal yang menarik untuk kukomentari:
    – Mama adalah wanita terkuat sedunia… SETUJU!
    – Kuliah tidak harus mandi? Hmm… ITS bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeedddd!!! dasar males. Apakah Alvin merupakan representasi kehidupan pribadi pengarang?😛

  4. @Bu Evy
    Anak yang baik itu hasil dari Ibu yang baik.

    @hana
    Ceritanya belum kepikiran

    @galih
    yg kedua: Sek tha la… aku sekarang wes grooming yo…
    berusaha untuk tetap rapi, sesibuk apapun (kok jadi kayak taglinenya mas Khol yo?).

  5. Aawal Juni ibuku ulang tahun. Aku bingung mau ksi apa. Mau ksi apa tu duit jg dari ibukku. Mau bantuin jg bantu2 apa?
    Tapi dari cerita itu, aku pengen bangt bkin ibukku sneng tanpa harus pke duit.
    Mksi y dnial…. Aku jadi ingin cpt2 bertemu ibuku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: