Arogansi dan kritik

Setelah nonton film Mean Girls, temenku si Udin pernah komentar,”Film Mean Girls membuktikan bahwa teoriku benar, orang akan berkembang menjadi mirip dengan orang yang mereka benci.” Mungkin teorinya benar, mungkin tidak. Tapi yang jelas aku benci dengan yang namanya orang yang arogan, sombong, congkak, apalagi kalau mereka tidak suka menabung. Tapi akhirnya aku tanpa sadar menjadi arogan.

Sikap sombong adalah dosa favorit setan, kata orang. Kesombongan adalah penyakit yang susah dideteksi. Aku pernah baca cerita tentang Benjamin Franklin, sang penemu dan founding father dari Amerika Serikat. Ceritanya adalah dia membuat daftar 13 sifat-sifat baik yang harus dimiliki dan mulai mengerjakannya, setiap minggu satu sifat. Sifat-sifat yang dikembangkan meliputi, kerendahan hati, kejujuran, sikap hemat dll. Dan menurut Uncle Ben (lha kok jadi kayak Ben Parker), sifat yang paling susah adalah kerendahan hati. Kenapa? (pertanyaan kotbah) Karena menurut Uncle Ben,”Saat aku merasa sudah rendah hati, mungkin aku sedang menyombongkan kerendah hatianku.

Arogansi seseorang bisa terlihat saat dia dikritik atau dipuji. Saat dia dikritik, biasanya orang yang arogan akan merasa benar dan membela diri. Dan hal itulah yang terjadi saat aku membaca kritik2 di blogku, atau di tempat lain. Kritik2 itu sangat aku benci, kenapa? Karena benar! Entah sebagian atau seluruhnya. Kalau kritik itu salah, ngapain aku urusin.

Kritik dari khemas misalnya, dengan pembukaan yang sangat vulgar “yah ketika memang semua orang yang tidak tahu duduk masalahnya bisanya cuma berkomentar, berkoar-koar omong kosong.“(dicetak merah biar kerasa efeknya) dia membuka kritik atas postingku tentang Pemira ITS. Memang benar aku nggak tahu benar duduk permasalahannya, aku hanya mendengar dari cerita TSK-nya Praja, dan teman2ku. Tapi dari kritiknya kayaknya dia marah deh. Layaklah aku merasa benar dan berkata,”Kamu tahu apa?” Tapi berhubung aku belajar untuk (pura-puranya) rendah hati maka aku mencoba berpikiran positif seperti ini: “Sebagian besar rakyat ITS itu kalau online di Warnet, dan mas Khemas ini tidak punya waktu untuk mendinginkan kepalanya mengambil nafas dan berkomentar karena duitnya menipis dan tagihan warnet terus berjalan jadilah komen yang penuh amarah ini.”(kali ini hijau, karena katanya hijau itu menyejukkan). Akhirnya dari situ aku bisa tenang dan berusaha mengetahui,”apa salahku kali ini?” dan mengambil manfaat. Lain kali aku akan mengecek faktaku. tapi bukan berarti aku harus diam kan?

Lalu kritik dari temanku, Galih yang tentang flash fiction yang aku tulis. Yang menyebalkan dari kritik itu adalah, sebagian besar dia benar. Aku masih kurang dalam menggambarkan perubahan karakter dalam flash fiction itu, aku nggak meriksa ulang apakah ceritanya masuk akal. Intinya aku belum mengedit dengan teliti, langsung dipublish. Lain kali aku akan melakukan editing yang teliti sebelum tombol publish itu dipencet.

Dan kritik terakhir yang aku bahas adalah kritik dari calonorangtenarsedunia,  tentang aku selektif nanggepin komen. Dan memang benar, hal ini karena, biasanya diskusinya lanjut ke dunia fana. Tapi ini bukan pembenaran. Selektif menanggapi komen bukanlah suatu hal yang benar. Emangnya aku ini seleb kok sudah sok2an selektif? Baiklah hal ini akan segera diubah.

Dan ada beberapa kritik lain, baik online maupun offline. Tapi karena keterbatasan waktu dan masalah pribadi, baiklah dicukupkan sampai di sini saja. 

Dan apakah arogansiku berkurang? Sama kayak Uncle Ben, jika aku menjawab iya, bisa berarti bahwa aku menyombongkan perubahan diri yang belum seberapa. Tapi kata temenku sih, “congkak sithik gak popo.”(translasi: Congkak sedikit tidak apa-apa).

dnial yang masih harus banyak belajar.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 21 Juni, 2007, in experience, life, writting. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Wehehee… lumayaan oleh linkback meneh😀😛

  2. Gaplek!
    Linkback nang nggonmu mosok kurang?

  3. calonorangtenarsedunia

    hehehe47x…
    sarana pembelajaran bersama..
    waktu ngritik km itu pun aku lg ngingetin diriku sendiri untuk tidak melakukan hal yang sama,,
    ya kan?

  4. @calonorangtenarsedunia
    Itulah kenapa ngeblog itu asyik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: