Sang Alkemis : Perjalanan Takdir.

Santiago adalah seorang petualang. Setelah menolak perintah ayahnya untuk menjadi pastor di seminari, dia menjadi seorang penggembala. Menggembalakan dombanya dari satu desa ke desa lain, dari satu kota ke kota lain. Tapi sebuah takdir menunggu bagi sang petualang, takdir berwujud harta karun. Sang Alkemis adalah cerita tentang impian, takdir, tantangan dan perjalanan kehidupan.

Plot
Setelah menolak permintaan orangtuanya untuk menjadi pastor, Santiago menerima uang dari ayahnya untuk membeli sekelompok domba, karena hanya penggembala yang memiliki kebebasan berkelana di Andalusia. Saat beristirahat di sebuah gereja yang telah ditinggalkan, Santiago mengalami mimpi tentang harta karun di Mesir. Terganggu dengan mimpi itu, dia mendatangi seorang gipsi untuk mencari arti mimpinya. Di sana dia bertemu seorang tua, Melkisedek yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang raja Salem dan mendorongnya untuk mengikuti takdirnya.

Jadilah Santiago melakukan perjalanan dari Spanyol ke Afrika untuk memenuhi takdirnya. Dirampok, terpaksa bekerja untuk mengumpulkan uang, menjelajahi gurun yang dilanda perang, dan banyak lagi petualangan Santiago yang layak diikuti.

Kesimpulan

  • Paulo Coelho adalah penulis yang hebat dan buku ini membuktikannya.
  • Cerita yang menarik tentang takdir, dan perjalanan mencapainya yang penuh tantangan. Buku ini mengajak kita untuk mencari takdir kita dan mengikutinya.
  • Dapatkan buku ini di toko-toko buku di sekitar anda.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 26 Juni, 2007, in review, writting. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: