Pemerataan Pendidikan?

Kalau anda sudah/sedang kuliah pasti anda akan akrab dengan pengumuman beasiswa yang menyaratkan IP 3.0. Kadangkala selain itu diperlukan juga surat keterangan tidak mau susah mampu, dan berhubung surat keterangan tidak mampu itu akhir-akhir ini bisa dipalsukan dengan menodong pak RT, maka syarat beasiswa kemiskinan pemerataan kesempatan pendidikan itu ditambah dengan rekening listrik. Logikanya, nggak mungkin dong orang miskin pemakaian listriknya boros?

Aku bukanlah orang yang suka SARIP(suku, agama, ras dan IP), tapi aku rasa syarat IP di sana cukup aneh. Karena akhirnya beasiswa kemiskinan hanya ditujukan pada anak yang miskin tapi pandai. Bagaimana dengan anak yang miskin tapi biasa-biasa (biasa ngutang, biasa telat mbayar SPP, biasa puasa gara-gara nggak punya uang, wes pokoknya biasa lah) saja atau bahkan bodoh? Siapa yang akan memberi mereka kesempatan?

Orang kaya tapi bodoh? Mereka bisa meningkatkan kecerdasan mereka dengan berbagai cara lewat uang yang mereka miliki. Contohnya di ITS ada PMDK Kemitraan ataupun PMDK Mandiri yang kalau masuk lewat duit yang nggak sedikit jumlahnya. Meskipun ada hal yang sangat aneh, yaitu maba PMDK berbeasiswa di ITS dibandingkan dengan jumlah total maba keseluruhan tidak sampai 1%(kira2 maba yang masuk ITS sekitar 6000-an org, sdg PMDK beasiswa “hanya” 50 org), itupun cukup untuk ITS mengklaim,”memberi kesempatan bagi mereka yang kurang mampu”. Meskipun banyak jalur lain seperti, lobby ke rektor untuk pengurangan SPP, beasiswa dari berbagi institusi, dll, tapi itu kan setelah masuk kuliah, bukan sebelum masuk. Kalau Universitas lain aku nggak tahu.

Tapi jika mereka miskin tapi bodoh? Bagaimana cara mereka untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan mengangkat harkat dan martabat keluarga? Kuliah? Mahal dan pasti nggak bakal dapat beasiswa. Jual diri buat biaya kuliah? Iya kalo ngganteng/cantik/menggairahkan, kalo nggak?

Solusinya? Yang ada di pikiranku ada dua, dan salah satunya adalah nggak usah kuliah…. dulu. Lho?

SMK-lah jawabannya. SMK bertujuan untuk menciptakan tenaga-tenaga siap pakai, bahkan beberapa SMK(aku nggak tahu presentasenya tapi aku tahu ada beberapa) menyediakan juga pendidikan vokasional(D1) untuk mempersiapkan calon-calon siap pakai di dunia kerja. Setelah mereka bekerja mereka bisa mempersiapkan dana untuk lanjut ke jenjang kuliah.

Lha, kalo ada banyak calon siap kerja yang susah dapat pekerjaan? Itu masalah lain lagi.

Solusi kedua adalah Community College. Konsep ini umum di US dan UK, yaitu tentang kampus yang disokong oleh masyarakat sekitar dan memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Penerapannya mirip dengan pendidikan vokasional di SMK.

Kedua solusi itu menyediakan pengangguran tenaga kerja siap pakai dengan harga yang murah(bagi mahasiswa). Dengan  pengembangan yang baik, seperti kerjasama dengan perusahaan lokal, pemerintahan  lokal, masyarakat lokal, maka akan berkembang menjadi solusi lokal yang handal dan mendorong kemajuan ekonomi daerah karena suatu daerah  akan memiliki  banyak SDM siap pakai.

Hal ini mengatasi kelemahan dari pendidikan perkuliahan di universitas, yang mendorong mahasiswa luar daerah universitas untuk pindah. Akibatnya, akhirnya banyak mahasiswa itu yang durhaka lupa untuk kembali membangun daerahnya, dan memilih untuk bekerja di daerah perkotaan. Karena mereka telah “melihat dunia”.

Tapi, masih diperlukan suatu langkah drastis dari pemerintah. Apakah itu? Wajib Belajar 12 tahun alias SMU/SMK gratis. Mimpi? Hari gini nunggu pemerintah?
PS:

Sebuah ide aneh yang muncul gara2 ujicoba aplikasi selama berjam-jam, sakit gigi dan kurang tidur.
Maaf jika telah membuang waktu anda.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 8 Juli, 2007, in idealist, life. Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. Saya setuju mas , ide bagus.
    tapi apa mungkin ya ?

  2. memang kayaknya pemerintah sudah menjadikan universitas sebagai sumber dana…. itulah yang menyebabkan kualitas suatu univ menjadi berkurang….
    hanya memikirkan dana….

    Di satu sisi juga memang harus kita sadar bahwa pendidikan itu butuh dana tapi pemerintahnya yang wajib menyediakan.
    Jika semua itu tersedia orang miskin pun juga bisa merasakan sekolah murah atau malah gratis…

  3. hoi TA hoi… sidangmu bentar lagi…

  4. Di SMK tempat tugas saya, juga ada CC yang bekerja sama dengan PENS lho… Bentar lagi pendaftaran lho… Sayang belum online, karena yang bertugas sedang kuliah lagi -_-. Datang saja ke SMKN 1 Panji, Situbondo. CC lain yang berada dalam naungan PENS ada di Surabaya (SMK yang di dekat Joyoboyo itu lho, yang dulunya SMEA), Bondowoso, dan Blitar (itu yang saya tahu, karena sebenarnya ada belasan). Beberapa CC juga mendapatkan fasilitas pendidikan GRATIS. Mahasiswa hanya perlu membayar biaya buku, ujian, jaket, dan wisuda (kalau di-total, kurang dari 2 juta untuk pendidikan 1 tahun).

    Ayo, Maju & Sukses Bersama…😀
    *numpang iklan nih…*

  5. @nayz
    Udah mulai dilakukan. Ada beberapa CC di daerah yang kerjasama sama ITS. Beritanya ada di sini.
    Yang aku bingung, apa bedanya sama Kuliah Jarak Jauh di Universitas lain (yang akhirnya dilarang itu) ?

    @arul
    Pemerintah nyediain dana?

    @dr
    Iki sambil ngenteni ujicoba aplikasi.

    @suandana
    Untuk yang di luar Jawa sudah ada belum?

    Tujuan dari CC itu salah satunya untuk mengurangi urbanisasi.
    Sekaligus mengurangi jatah PTS.

  6. Kenapa syarat IP 3.0 and surat keterangan mampu perlu disertai rekening listrik?

    Karena banyak mahasiswa-mahasiswa anak-anak orang kaya sih yang pura-pura miskin. Pingin dapat beasiswa buta makan-makan (foya-foya), traktir-traktir temen, dan buat nonton… hehe.😀 (Ini fakta, saya saksikan sendiri… anak-anak orang kaya yang tak tahu diri…).

  7. Sorry, bukan “buta” tapi “buat”.

  8. Ada ngga ya beasiswa untuk orang bodoh?
    Justru yang bodoh itu harus diberi kesempatan belajar supaya lebih pintar.

    (** Kabur **)

  9. Mahasiswa bukan lupa untuk tidak membangun daerahnya, tapi karena: butuh nyali gede, karena hampir pasti harus merintis dari 0, memperkenalkan, mensosialisasikan, mengedukasi sesuatu yang baru di kalangan masyarakat awam. Itu bukan masalah durhaka atau tidak, tapi hanya orang yang mau mengorbankan diri dan nekat saja yang mau melakukan itu. Dan orang yang seperti itu sedikit🙂

    *awalnya aku mau komen bahwa ilmu mahasiswa tidak aplikatif di kotanya. tapi aku ingat ada temenku yang mau berjuang di kotaku hehehe…

  10. @mathematicse
    Kalau beasiswa prestasi gak masalah mas… Kalau beasiswa kemiskinan dibuat foya-foya itu yang repot. Tapi kebiasaan ini di kampusku nggak kerasa, soalnya biasanya mengarah pada orang yang tepat (yang kemiskinan). Kalau yang prestasi kadang sebagian dibuat traktiran.

    @dewo
    Itulah yang jadi pikiran saya.
    Trus nanti namanya Beasiswa Kebodohan, Syarat IP MAKSIMAL 2.0.
    Ntar ada yang minta Beasiswa Biasa Saja, dengan IP 2.0-3.0, halah tambah aneh2 ae….

    Kalau pikiran saya, anak yang miskin tapi (terlihat) bodoh sebenarnya karena mereka kurang kesempatan. kalau mereka diberi kesempatan kayak yang lain harusnya mereka bisa bersaing (itu teorinya)

    @galih
    Itu yang bikin Indonesia nggak maju… Terlalu terpusat di kota besar, di daerah pun cuman terpusat di daerah yang cukup beruntung untuk punya tambang.

    Salah satu keunggulan CC kan bisa meningkatkan skill masyarakat daerah agar cukup bagus untuk bisa membangun di daerahnya, tanpa harus ke pusat (yang akhirnya membuat dia lupa sama daerahnya).

    Sebenernya ada berbagai cara untuk memecah ekonomi yang terpusat di Jakarta (70% uang di Indonesia itu banyak). tapi ongkos politiknya tinggi.

    Ndang mbangun Tulungagung!
    Aku tak mbangun Suroboyo….

  11. #dnial:
    males daan, aku gak mau jadi kelinci percobaan😛

  12. waaahhh…issue anak2 kuliahan ya? aku di luar lingkaran. halah😛

  13. @galih
    Ya sud… Tulungagung akan semakin terbelakang, DAN ITU SALAHMU…
    Wuahahahaha

    *tertawa Iblis*

    @venus
    Nggak juga mbokde,
    Isu umum kok…

  14. to : suandana

    Di kediri juga ada CC lho ! Kerjasama antara SMKN 1 Kediri dan PENS. Jurusan yang dibuka kalo ga salah ingat, IT. Salah seorang temenku pernah ngambil itu dan sekarang neruskan D3 di PENS, tapi jarak jauh :p.

  15. #dnial:
    Tidak peduli, yang penting aku tidak terbelakang😛

    *kapitalis mode: on*

  16. Wajib Belajar 12 tahun alias SMU/SMK gratis. Mimpi? Hari gini nunggu pemerintah?

    hehehe…harusnya bukan wajib belajar, tapi hak belajar😀 pemerintah itu wajib memberi pembelajaran, dan rakyat berhak menggunakanya. bukan malah pemerintah yang (hanya) berhak memberi pembejalaran, tapi rakyatnya yang diwajibkan.

  17. @galih
    Dasar kapitalis! Eh aku juga seh…
    Kapitalis-Sosialis-Demokratis-Teokratis-Remis-bonus kismis… hehehe….

    @kakilangit
    Dasar males google iki ketemu Pasal 31-nya. Yang penting aja yo…

    Ayat 1
    “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.”
    Ayat 2
    “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”

    Bener istilahnya Wajib belajar untuk pendidikan dasar, kalau untuk pendidika lanjutan itu hak.

    Btw sekarang kan ada dana BOS (inget iklannya Dik Doang). Tapi masih ada penyimpangan, itu kata ibuku yang ngaudit penggunaan dana BOS di daerah.

  18. miskin tapi bodo…
    mati ajah!!!
    bukannya sistem pendidikan di indonesia emang kaya’ gitu??

    perasaan di ITB juga ada sumbangan apaaa gitu..
    yang besarnya diliat dari rekening listrik dan IP (bukan begitu jar..tyo??)

    eniwey,baidewey,busway..
    rekening listrik sebagai persyaratan bwt gw kurang masuk akal juga.. karena, cukup banyak orang kaya yang punya rumah lebih dari satu, kalu rumahnya kosong.. otomatis rekening listriknya murah donk..
    jadinya sumbangan mereka itu ga gede2 banget…

    btw.. setelah lulus kita khan harus nyari gawe tuch…
    rata2 perusahaan2 minta IP minimal 2.75 lho..

  19. @sezsy
    Ternyata ada cheat kayak gitu ya…
    baru tahu…

  20. aku juga agak seteres liat anak2 yang ngajuin aplikasi beasiswa di kampus tercinta ternyata anak2 yang pegang hp canggih berkamera.

    padahal tiap aku merengek sama si mamah minta buatin surat miskin dipelototin mulu. ntar miskin beneran, katanya selalu:(

    padahal anak2 kaya yang dapat beasiswa itu kayanya makin makmur ya.

  21. haiyaaa. hari geneee masih ngeritik pendidikan? salut deh, ternyata masih ada anak ITS yang berani diskorsing😛

    beasiswa tidak pernah ditujukan buat orang bodoh, soalnya orang bodoh bukan ancaman untuk kekuasaan.

    beasiswa (Baca dari perusahaan atau pemerintah) itu kan ditujukan buat orang pandai supaya mereka bungkam karena sudah dibeasiswai. Sebab orang pandai lebih berbahaya.
    (Bercanda lho ya, kebenarannya tetap di yang punya beasiswa hehehe).

  22. kalo masalah beasiswa aku pernah punya tulisan kayak gini

  23. @mardun dan kakilangit

    Aku nggak pernah nerima beasiswa… berarti aku termasuk orang yang tidak berbahaya dong…
    Aku kan bodoh dan IPS aja jarang nyampai 3, apalagi 3.5….
    IPK apalagi nembus 3 aja udah syukur2…

    Hmmm….
    Bagos… bagos…..
    😈

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: