To Kill a Mockingbird : A Review

mockingbird cover

Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang pemuda kulit hitam. Saat Atticus Finch membela seorang yang dianggap sampah masyarakat, kecaman pun dating dari seluruh penjuru kota. Di tengah masalah yang menerpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih. Bahwa prasangka seringkali membutakan manusia. Dan bahwa keadilan tidak selalu bias ditegakkan.
— Diambil resenesi di belakang buku –

Novel To Kill A Mockingbird adalah cerita tentang kehidupan keluarga Finch, yang terdiri dari Atticus Finch — seorang ayah dengan integritas tinggi, Jem Finch, anak tertuanya yang belajar meneladani ayahnya, Jean Louise(Scout) Finch, anak perempuan yang sangat tomboi, buku ini dilihat dari sudut pandangnya, dan Calpurnia, seorang wanita negro yang melayani keluarga Finch dari dulu.

Paruh pertama novel ini menggambarkan kehidupan keluarga Finch, dan situasi di kotanya, kota Maycomb. Keluarga dalam Maycomb, karakter manusianya, situasi sosial politik di masa itu(sekitar 1930-an). Bagian kedua adalah bagian saat Atticus mengambil kasus pemerkosaan yang dilakukan Tom Robinson(seorang negro) pada seorang gadis. Btw, novel ini nggak ada daftar isinya :p

Novel ini sepertinya adalah novel anak-anak. Novel anak-anak yang mempesona seorang anak kecil dalam diriku untuk mempertanyakan kembali nilai-nilai kehidupan.

Contoh, tentang integritas. Novel ini memberi definisi tentang integritas, dengan Atticus Finch, seorang figur ayah teladan, walau tidak sempurna. Pertama adalah melakukan apa yang dikatakan. Kedua adalah karakter Atticus yang sangat kusukai yaitu bersikap sama di jalanan maupun di dalam rumah. Dan yang paling susah adalah mampu hidup dengan diri sendiri. Hal inilah yang membuat Atticus Finch mengambil kasus Tom Robinson, yang sudah dinyatakan bersalah oleh masyarakat bahkan sebelum masuk ke gedung pengadilan.

Novel ini juga menyuarakan tentang prasangka dan merupakan tema utama novel ini. Dimulai dari skala kecil, yaitu prasangka dari Scout, dan Jem Finch terhadap Boo Radley, tetangga mereka yang kacau dan tidak pernah keluar rumah. Mereka mulai membahas gosip-gosip tentang Boo Radley memakan kelinci mentah-mentah, membunuh ibunya, dll, ternyata….. (Ntar spoiler😀 ).

Lalu berlanjut ke prasangka terhadap keluarga-keluarga di Maycomb. Suara Alexandra, bibi Scout adalah suara prasangka ini. Mulai dari karakter keluarga Ewell yang pemalas dan hidup dari santunan keluarga, keluarga Cunningham yang miskin tapi tidak mau menerima gratisan, dll.

Novel berlanjut pada isu besar pada masa itu, rasialisme pada kulit hitam. Di Amerika Serikat bagian selatan, terjadi diskriminasi yang baru berakhir tahun 1960-an. Novel ini menyoroti hal itu lewat pengadilan Tom Robinson, seorang kulit hitam yang difitnah memperkosa seorang kulit putih, dan bagaimana para juri kulit putih, walau dengan bukti dan kesaksian yang meragukan, menyatakan Tom Robinson bersalah dan dijatuhi hukuman mati.

Novel ini juga menyoroti sikap diskriminasi dalam diri manusia, walau guru Scout mengutuk diskriminasi dan genosida Hitler, tapi dia sendiri melakukan diskriminasi terhadap orang negro. Hal ini mungkin bisa disamakan dengan orang-orang yang membenci mati-matian orang Yahudi yang menindas rakyat Palestina, tapi melakukan diskriminasi terhadap suku bangsa yang senegara, yang hanya beda tempat ibadah dan kitab suci.

Meskipun isu yang dibahas berat, novel ini sangat ringan karena diceritakan dari sudut pandang Scout yang pada awal novel baru masuk SD. Cerita keseharian anak-anak, cara berpikir yang sederhana, lugu dan seringkali lebih jernih, hal ini membuatku malas menjadi dewasa, karena aku akan kehilangan banyak hal terutama kejernihan pikiran.
Tertarik? Silahkan cari di toko buku terdekat.

Catatan buku:
Judul : To Kill A Mockingbird
Pengarang : Harper Lee
Tahun terbit : 1960
Jumlah hal : 566
Penerbit : Qanita, PT Mizan Pustaka
Harga : Rp 58.000,00 (kalo nggak salah)

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 30 Oktober, 2007, in idealist, life, review, writting. Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. PERTAMAX!!!
    Kayaknya novel ini berat sekali untuk dibaca…

  2. Judulnya familiar, master..

  3. kayanya udah baca…tapi kok lupa ceritanya ya? jadi pengen baca lagi ^_^

  4. ini buku keren. dan penulisnya hanya menulis satu buku ini. keren banget.

  5. Pinjammmmmmm!!!

  6. @galih
    Enteng kok, lih. Tapi isunya memang agak berat.

    @takodok
    Kan dulu kamu pernah aku saranin mbaca.

    @Winnie
    Baca lagi!

    @mina
    Berarti penulisnya nggak produktif😀

    @mardun
    Minggu ngarep yo…
    aku lg nggolek “Anak Semua Bangsa”-nya Pram, kon onok g?
    Timbang beli, 90rb😦

  7. ini novel yang bikin gw bareng temen2 gw kelimpungan
    coz rada susah gituch bwt dapet novel versi inggris nya
    and finally, kita bisa juga ngedapetin nya
    dan besok kita semua bakal ujian tentang novel ini…
    yang bikin pusing adalah old style inggris nya bo…
    wish me luck dech…

  8. Tolong dong gue butuh banget Novel To KIll A Mocking Bird Versi Inggrisnya . Buat Skripsi gue untuk bulan juni 2008 ini . gue bisa dapetnya dimana ya ? please gue butuh banget . Karena gue suka banget dengan isi novelnya

  9. bukunya asyik kok!
    tapi klimaksnya mnurutku gak keliatan…
    bagusnya, jeli banget dalam nge’artiin’ setiap gerak-gerik tokohnya.

  10. waow penikmat to kill a mockinbird jg ya, aq jg suka ni novel, aq pny copy novel n filmnya. mo bt skripsi ni ada yg bs bntu topik??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: