Monthly Archives: Desember 2007

Sapaan Akrab Surabayans

Kalo kamu hidup di Surabaya, maka kamu bakalan nemukan bahwa orang Surabaya(Surabayans) adalah orang yang hangat dan meskipun grammar yang digunakannya tidak sesuai dengan norma-norma sosial pada umumnya, mereka itu setiakawan.

Contoh kasus, misalnya kamu ketemu sama Surabayans yang udah lamanggak ketemu. Sapaan Surabayans kira-kira bakal seperti ini:

Kenal biasa

Hai cak, yaopo kabare?
(Hai mas, gimana kabarnya?)

Lebih dari kenal biasa

Woi cak, nang di ae gak tau ketok?
(Woi mas, kemana aja nggak pernah kelihatan?)

Kenal dekat

Woi cuk, nang di ae nggak tau ketok?
(Woi *susah diterjemahkan*, kemana aja nggak pernah kelihatan)

Kenal sangat dekat seperti saudara sendiri

Woi! Jancuk! Jek urip kon, cuk! Tak kiro wes dipangan boyo nang kalimas.
(Woi *error*! Masih hidu kamu, *error*! Aku kira sudah dimakan buaya di Kalimas)

Kesimpulan : Kecuali kamu melakukan yang sesuatu salah pada Surabayans, jika mereka menyapa kamu dengan kasar, berbanggalah, karena kamu sudah dianggap saudara 😀

NB:

Rancauan tak jelas di tengah pagi saat otak mulai macet nulis buku yang akan segera diterbitkan. Judulnya? Tunggu tanggal mainnya 😀

Indonesiakah?

Mereka bilang Indonesia negara demokrasi,
Aku bilang hukum rimba…

Mereka bilang Indonesia negara hukum,
Aku bilang yang kuatlah hukum…

Mereka bilang Indonesia religius,
Aku bilang penindas kaum minoritas…

Toleransi, demokrasi, HAM, supremasi hukum hanya utopia….

Ketika polisi tak sanggup menghentikan kaum penindas, ketika hukum sudah tak berdaya, ketika sentimen agama membutakan manusia.

Links

Blognya kenz tentang penutupan paroki.

Kolom di media-indonesia by M Guntur Romly.

Principle of democracy, konspirasi Amerika…