Solo Surabaya, Minggu pagi dan PKL

Minggu pagi di hari paskah.

Ah iya, hampir lupa aku. Minggu kemarin Paskah, selamat Paskah bagi yang merayakan.

Hari Minggu adalah hari yang ramai di Stadion Manahan, harinya PKL. Di Stadion Manahan, PKL tumplek blek berjualan berbagai macam barang dan makanan.  Dan kesempatanku untuk mencari informasi tentang PKL di Solo.

Menurut berita di koran-koran, walikota Solo, Pak Joko Widodo, membuat kebijakan yang bener-bener memanusiakan PKLDengan lobi dan pendekatan yang humanis, beliau mengajak PKL liar untuk pindah ke tempat yang disediakan, dan diresmikan. Targetnya juga cukup mentereng, zero growth untuk PKL liar, artinya semua PKL di Solo harus resmi dan tertata. Berbeda dengan berbagai kota di Indonesia, termasuk Surabaya, dimana PKL diperlakukan tak lebih dari anjing atau gelandangan, dikejar-kejar aparat satpol PP demi sebuah kebersihan, dan penghargaan Adipura, cih!

Tapi benarkah?

Kesempatan jalan-jalan ini dapat digunakan sebagai sarana mencari informasi. Beberapa PKL yang aku temui aku ajak ngobrol soal ini. Sebuah pembicaraan yang aneh karena aku tanya pakai bahasa Indonesia, dibales dengan kromo inggil. Ah, tak tahukah bapak ibu bahwa TOJFL(Test of Java as Foreign Language) saya jelek? Jadi dengan agak belepotan dan perulangan akhirnya aku mendapat beberapa info:

PKL di Solo sangat tertata rapi, di Manahan misalnya, saat hari biasa benar-benar bersih dari PKL, kecuali di beberapa tempat yang ditentukan. Manhan hanya akan diisi pasar kaget hari Minggu. Dan setiap PKL memiliki tanda sehingga Satpol PP asal gusur. Dan memang ada beberapa pasar yang akan dibentuk untuk menampung PKL.

Hmmm….. ada banyak hal yang harus dipelajari pemkot Surabaya dari Solo. Makanya DPRD itu kalo studi banding jangan ke Hongkong, coba studi banding ke Solo, lebih dekat dan lebih bermanfaat, kalo ingin bermanfaat.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 29 Maret, 2008, in experience, life. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. If you see me move forward follow me!
    If you see me turn back shoot me!
    If I am killed, avenge me!
    If you see me pertamax, ban me!!!

    Napoleon as in Warriors

  2. lah… maksudnya komentar pertamax itu apa nih?

  3. calonorangtenarsedunia

    udahlah, Niel. Ga ada harapan buat surabaya.

    *dibakar massa*

  4. kalo studi banding cuma ke solo, nggak bisa shopping dunk😛

  5. @suandana
    Cuman buat mbajak pertamax dari orang-orang tak bertanggungjawab.

    @calonorangtenarsedunia
    Harapan selalu ada, meskipun cuman 0.001% tapi tetap ada.

    @galih
    Lha…. belanja di pusat2 PKL kan bisa?

  6. kayaknya bukan hanya surabaya seluruh indonesia juga harus.. jangan sampai kejadian kerusuhan di kendari yang juga melibatkan mahasiswa yang dikarenakan PKL depan kantor walikota itu berlanjut atau terulang lagi…

  7. mualilah dengan menjadi PKL teladan di surabaya dan😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: