Tanggapan yang tidak ditanggapi

Hal ini ini berkali-kali terjadi padaku.

Web 2.0 adalah interaksi, sebuah berita mendapat tanggapan dari orang lain. Metro TV melakukannya untuk berita TV, detik.com membuka forum komentar. Demikian halnya dengan situs kampus tercinta.

Setiap berita di ITS bisa ditanggapi. Hal ini menghidupkan interaksi antara pengunjung dan redaksi berita its.ac.id. Tapi tanggapannya dimoderasi, itu wajar, mengingat banyaknya spam, atau hate comment yang mungkin masuk (hei, ITS itu institusi besar, kan memang ada orang yang nggak suka sama ITS, contoh, korban lumpur Lapindo yang demo di ITS kapan hari). Tapi bagaimana jika komen itu mengkritisi kebijakan atau berita di ITS?

Misalnya :

Untuk berita Menkominfo yang memberi penjelasan kenaikan BBM di ITS, aku hanya mengutip pernyataan pak Menteri, yang dulu pernah menskorsing(atau lebih tepatnya menandatangani surat skorsing) teman2ku, di paragraf terakhir yang bunyinya :

Dalam hal ini, Nuh juga mengingatkan kepada para mahasiswa agar bisa berpikir lebih cerdas dalam menyikapi masalah ini. ”Kalau mahasiswa itu cerdas, maka dia tidak akan melakukan demo,” tegasnya lagi.

Lalu, aku hanya menunjukkan implikasi dari pernyataan ini.

Komentarku singkat kira-kira cuman ini (maaf lupa g terskrinsut), “Jadi, menurut Pak Nuh yang demo itu mahasiswa yang …. ”

Dan itu saja cukup untuk dicekal dari komentar berita.

Pesan buat redaksi its.ac.id : Kalau gitu, gimana kalau nggak usah ada tanggapan berita saja. Toh itu cuman ilusi saja, biar seakan-akan ITS itu mahasiswanya (dan alumni😀 ) sejalan searah dengan ITS.

Ini sudah kesekian kalinya tanggapanku tidak diloloskan, dan sebagian besar sebenernya hanya bersikap kritis tanpa berusaha untuk ofensif, dan kadang-kadang hanya menunjukkan sikap skeptis atas berita yang ada. Tapi, apa mau dikata bung!

Sensor oh sensor….

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 30 Mei, 2008, in experience, idealist, life. Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Padahal yang nulis temenku juga.
    Apa memang petinggi di ITS itu nggak kuat dikritik ya?

  2. bukan nggak kuat dikritik, its.ac.id itu media buat pembangun Image nya si Nuh (entah jadi presiden apa gubernur, tapi aku nebak sih gubernur)

    tapi… kok baru mosting tentang hal ini sekarang? sudah emosi ya:mrgreen:

  3. Simple no. Kalo emang media itu kamu yang buat, tentu kamu gak ingin dipake buat ngejelek-jelek-in dirimu sendiri kan

  4. @dr
    Bukan emosi, cuman kesel soalnya ini udah entah keberapa kali.

    @Hendrawan
    Kritik moth. Bukan hate comments. Kalau aku njelek2in ITS wajar. Kalo aku ngeritik ndak wajar kalo diblok. ato Memang its anti kritik?

  5. memang benar Mas, beraninya cuma komentar palsu doank…..
    tapi yang kritis dikit ga’ dipublis

  6. Maka itulah ada postingan ini. Sebab sifat blog benar2 bebas. Manajemen ITSonline juga sudah tegas memposisikan diri sebagai corong kampus, jadi wajar kalau moderasi mereka sangat selektif.

  7. @fuad
    Hihihi senasib…

    @galih
    Yup!
    Sebenernya aku nyadar kalo ITSOnline itu corong kampus. Tapi, bukankah dengan mengekspos perbedaan pendapat dan diskusi (yang semoga) hangat akan mengangkat ITS sebagai institusi yang menghargai perbedaan, dan mahasiswanya kritis dan santun.

    Eniwey…
    Tiba2 komenku diapprove. Kenapa ya?
    Hihihi………

  8. #dnial:
    be’e ae durung kewoco karo redakture xixixixixi…..

  9. ndak mungkin.
    Wong setelah aku ngirim ada 4 yang diapprove pada hari berikutnya.

    Kalo nurut dari kronologis komen, komenku jadi pertama sendiri, berarti kan ada sesuatu yang mendorong redakturnya mengapprove komenku, wong kemarin belum ada.

    xixixixixi………..

    Mboh ah…
    kerjo kerjo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: