Memilih bahasa pemrograman from Dummies

Bagi seorang programmer wannabe, persoalan mendasar adalah memilih bahasa pemrograman. Tapi, beberapa programmer yang sudah advanced pun memiliki dilema ini ketika harus memilih bahasa pemrograman baru untuk memperluas wawasannya. Salah pilih anda akan membuang waktu untuk mempelajari sesuatu yang tidak anda sukai, atau bahasa yang akan usang ditelan waktu. Sebenernya apa sih pertimbangan untuk memilih suatu bahasa?

  1. Kemudahan, sebagai newbie memilih bahasa yang mudah adalah sesuatu yang wajar. Kita ingin cepat mulai belajar dan tidak ingin repot-repot dengan sintaks. VB dan Pascal adalah pilihan tepat jika anda memilih kemudahan.
  2. Buat apa? Kalau anda ingin berkecimpung di web programming, ASP.NET, PHP, JSP adalah pilihan bahasa yang bisa dipakai. Well, ASP.NET sebenernya bukan bahasa, itu cuman front-end web, di belakangnya ada VB.NET atau C#.NET atau .NET yang lain. Jika anda ingin bergerak di desktop atau network, C#, Java, Ruby, Python jadi pilihan. Meskipun pilihan2 ini sebenarnya saling tumpang tindih.
  3. Eksotis, Bisa saja anda bosan dengan bahasa yang umum dipakai kayak VB, C# atau Java dan pingin belajar bahasa yang tidak umum seperti Python, Perl atau Ruby. Silahkan saja. Ceruknya memang kecil, tapi eksotis dan elit😀
  4. Wawasan, ini adalah faktor penting. Apakah bahasa yang akan anda pelajari memberi anda sesuatu yang baru? Seperti saat anda beralih dari prosedural ke event-based (bahasa ndak jelas kayak VB sebelum .NET maksudku), atau saat pindah ke OOP. Atau mencari bahasa yang bisa memainkan regex dengan baik, mencari bahasa yang mendukung web service, atau mencari wawasan untuk pemrograman web, atau ingin masuk ke game programming, atau pengen nyari bahasa untuk pemrograman di hape, atau yang lain.
  5. Dukungan. Ini adalah faktor terpenting (menurutku) dalam memilih sebuah bahasa. Dukungan di sini bukan cuman dukungan dari pembuat bahasa (MSDN dan Javadoc adalah contoh dukungan perusahaan yang bagus), tapi juga dukungan dari komunitas seperti, forum, milis, buku (fisik maupun ebook), tutorial dan library penunjang atau source code baceman (ini paling penting buatku😀 ). Dukungan ini membuat kita cepat belajar karena setiap kesalahan bisa kita lempar ke google dan nun jauh di sana ada orang yang telah berhasil menyelesaikannya, atau saat kita butuh snippet kita  bisa mencari di forum atau website macam planetsourcecode. Jika komunitas bahasa kecil, hal ini cukup sulit, dan seringkali anda harus memecahkan masalah sendiri. Keuntungannya adalah, saat bahasa ini booming anda (mungkin) akan dianggap expert, tapi kelemahannya, bisa saja bahasa itu luntur ditelan waktu.
  6. Khusus untuk web programming. Anda juga harus mempertimbangkan banyaknya server yang menjalankan bahasa itu (kecuali anda berencana untuk membuat web server sendiri). Webserver untuk ASP.NET dan JSP cukup susah dicari, sedang PHP telecekan (banyak, maksudnya).

Sebenernya ada banyak alasan lain. Tapi aku rasa di atas adalah yang paling banyak dipertimbangkan. Ada tambahan?

FYI, i’m also not-so-good programmer.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 3 Juni, 2008, in IT, programming, writting. Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. To learn or not to learn, that is the question😀

  2. Kalau buat belajar sih buat aku, mending cari bahasa yang konsepnya kuat. ASP, VB, PHP bukanlah pilihan bahasa yang baik untuk belajar karena konsepnya kurang kuat. Konsep yang kuat misalnya: strict terhadap tipe data, akses memory, OOP yang kuat. Contoh bahasa yang konsepnya kuat: C/C++ dan Java.

  3. Oh ya… berarti ada satu lagi cara untuk memilih bahasa. Keperluan mencari duit. Kalo proyeknya minta VB + ASP.NET, ya aku belajar VB dan ASP.NET (walau lebih suka kalo pake C#)

    Bahasa yang konsepnya kuat susah dipelajari apalagi untuk awal tapi setelah menguasai punya konsep dan kebiasaan yang kuat. Seperti, selalu salah koding di VB gara2 naruh semicolon di akhir baris😀, dan deklarasi nggak jelas koyoto :
    for dim i as int=0, i++, i>0
    Ya terang ndak jalan😀
    atau if i != null, yo salah pisan

  4. Kalo menurutku belajar bahasa ya yang menjual dong, itu pun tergantung industry yang ingin kamu terjuni. Kalo ternyata assembly sangat menjual di industri telekomunikasi, ya wajib dipelajari😀 tuntutan pasar de.

  5. Btw, promosi bahasa eksotis ni; RPG (Report Program Generator) and Cobol. Bahasa wajib buat core banking😀

  6. teringat akan seorang dosen di suatu mata kuliah di suatu kampus di suatu semester… segala yang berbau bahasa pemrograman berbasis web diajarkan (lebih tepatnya dikenalkan kali)… sampai akhirnya malah nilaiku yg kliatannya teratrik pada C (padahal di web ga make C loh)… walah malah curhat :p
    yang kaya gini jg tmasuk membingungkan para dummy ga ya?

  7. @hendrawan
    Hohohoho… boleh… tapi cuman buat banking kan.
    Kalo di SAP juga ada ABAP (ndak tau makanan apa itu…)

    @frandy
    Hihihihi…
    dosenku malah jadi pawang ular, make python😀

  8. Wah, Daniel coding ?😀 …tumben dan ?
    Hehehe… dunia itu benernya indah tanpa coding

    = Alumni coder yang sudah tidak coding lagi =

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: