Memilih komputer from dummies(2)

Nah, kita sampai pada bagian ke-2 dari memilih komputer. Kok ke-2? iya… aku kan mulai menghitung dari 0,1,2 kayak index array. “Dasar geek!”

Sebelum itu mari kita rekap,

.

.

Previously in Memilih Komputer from Dummies.

Di bagian ke-0 kita menentukan :

Apakah kita butuh komputer? Dan kita butuh PC atau Laptop?

Di bagian ke-1 kita menentukan :

Merek Lokal atau luar, dan branded atau rakitan?

Nah di bagian ke-2 ini kita membahas isu selanjutnya, harga dan spesifikasi. Dan apa artinya RAM, harddisk, dll.

Isu pertama, apa hubungannya spesifikasi dengan harga?

Yang jelas semakin bagus spesifikasinya semakin mahal harganya. Tapi apakah semua spesifikasi itu perlu? Bukankah komputer harus tepat guna, buat apa beli mahal tapi banyak fitur yang tidak terpakai.

Misal, jika hanya untuk mengerjakan pekerjaan kantor sederhana, browsing dll, nggak perlu pentium 4, dual core atau apalagi teknologi selanjutnya, nggak perlu RAM 4 GB atau harddisk 200GB. Secukupnya saja.

Bagaimana memilih spesifikasi yang tepat?

Tergantung kebutuhanmu. Tapi akan kita bedah satu-satu bagian dari komputer yang membingungkan itu, dan apa manfaatnya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Isu Memilih Prosesor, AMD atau Intel?

Hmm… though choice. I go for AMD though, untuk alasan pribadi. Selain AMD lebih murah dari Intel yang setipe. Meski begitu, motherboard untuk AMD lebih mahal dari Intel (dan menurutku lebih bagus). Tapi itu terserah anda.

Selain itu, sebagian besar prosesor Intel diproduksi di Haifa, Israel, jadi kalau kamu anti-Yahudi, jangan pakai Intel. Tapi, aku lho nggak ngurus.

Lalu, butuh dual-core, single-core, 64-bit, 32-bit?

Apa bedanya dual-core dan single-core (selain harga tentunya)?

Prosesor dual-core diciptakan karena teknologi sekarang menemui kebuntuan teknologi dalam menciptakan prosesor single-core yang lebih cepat. Sehingga menggandakan core prosesor diharapkan mampu meningkatkan kecepatan prosesor.

Optimasi prosesor dual-core hanya bisa dirasakan oleh aplikasi yang memanfaatkan multi-threading, terutama manajemen proses di sistem operasi (OS) . Jika OS pilihanmu nggak mendukung dual-core, maka percuma kamu beli. Udah mahal nggak guna lagi. Jika OS-mu mendukung maka dual-core atau lebih umumnya multicore, sangat berguna untuk meningkatkan performa.

64-bit atau 32-bit?

Tidak banyak OS yang memanfaatkan 64-bit ini, Vista for 64-bit dan Linux yang kernelnya dikompilasi untuk 64 bit (seperti ubuntu versi 64) adalah salah satunya. Tapi mengingat kebanyakan aplikasi sekarang hanya berjalan di 32-bit, penggunaan 64-bit belum begitu optimal.

Tapi, sebagian besar prosesor baru sudah mendukung 64-bit, tanyakan pada penjual untuk lebih detailnya.

Clock speed?

Pilih mana clockspeed tinggi atau rendah? Ya yang tinggi lho…

Tapi perhatikan juga spesifikasi cache memorinya. Aku sih lebih milih cache lebih memori besar dengan kecepatan lebih kecil daripada cache memori kecil dengan speed lebih tinggi. Hal ini karena, sebagian aplikasi tidak butuh clockspeed tinggi dan lebih membutuhkan cache memori untuk pemrosesan lebih cepat.

Bayangkan jika kamu harus membawa setumpuk buku dari titik A ke B, cache memori adalah jumlah buku yang maksimal yang bisa kamu bawa, dan prosesor speed adalah kecepatan larimu. Jika jarak titik A dan B tidak terlalu jauh maka kecepatan larimu tidak berpengaruh kalau buku yang bisa kamu bawa banyak.

Got it? No?

Ya sudah… googling saja.

Semua kayaknya begitu teknis, ada paduan singkat?

Ada, dan sangat sederhana. Jika kamu techo-freak, pilih yang paling cepat, dengan cache paling besar yang kamu mampu, kalo kamu user biasa, pilih yang murah yang kamu bisa, jika di antaranya, pilih yang moderate.

Isu selanjutnya, Memori sebesar apa?

Memori PC sekarang standarnya adalah 512 MB. Itu sudah cukup untuk melakukan berbagai aplikasi. Tapi jika kamu pengen pakai Windows Vista, maka WAJIB hukumnya kamu pilih memori 1 GB.

Kenapa dengan Windows Vista yang memorinya kurang dari 1 GB? Kamu nyalakan komputer, lalu tuangin air pada popmie. Sementara kamu nunggu popmienya mateng, kamu tunggu komputermu booting sampai vista siap dipakai, paling lebih cepat kamu masak popmie trus makan sampai habis. Paham perbandingannya? Lebih baik makan popmie daripada makan ati nungguin Vista booting ! Maaf curhat colongan.

Hal di bawah juga harus dipertimbangkan jika kamu pakai video card yang onboard atau shared. Maksutnya apaan sih?

Jadi, VGA card dedicated punya prosesor dan memori sendiri, sedang yang onboard(atau shared – sama saja) prosesornya ditaruh di motherboard dan memorinya ngambil memori komputer. Jadi jika kamu punya memori 1GB dan VGA shared 128, maka memori yang bisa dipakai oleh aplikasi adalah: 1 GB – 128 MB = 784 MB. Memori yang di-shared ini bisa ditingkatkan atau diturunkan lewat BIOS, jika kamu pemula, sebaiknya minta bantuan yang lebih ahli untuk itu. Acuannya adalah, Win XP bisa jalan dengan VRAM shared 64 MB, kalau Vista + Aero nyala butuh sekitar 128 MB-256 MB. Kalau Linux? 32 MB juga jalan. Cara membedakannya, biasanya yang onboard menggunakan Intel Express GMA, atau tertulis onboard atau shared. Lebih jelasnya tanyakan mbak SPG cakep yang njaga toko/stan.

Kalau kamu suka main game, atau menggunakan komputer untuk editing Maya, 3dMaxs, dll mungkin kamu harus mempertimbangkan menggunakan VGA Card yang dedicated.

Lalu apalagi yang harus dipertimbangkan untuk menentukan berapa besar RAM-nya?

Game2 sekarang butuh 512-1GB.

Aplikasi database macam MySQL, Postgre SQL, SQL Server, Oracle butuh memori besar agar bisa berjalan lancar. Pertimbangkan antara 1-4 GB.

Aplikasi macam Visual Studio.NET, dan JAVA, Photoshop juga rakus memori, tapi 1 GB rasanya cukup.

Jika hanya untuk browsing, ngetik, dan sedikit ngegame, 512 MB rasanya cukup.

Lalu PC2700, PC4600 bedanya apa?

Beda harga dan kemampuan. Bedanya nggak kelihatan kalo untuk aplikasi standar. Jadi nggak perlu milih yang mahal, yang penting kapasistas memorinya.

Lalu dual channel?

Dual channel itu baru optimal kalau kamu punya 2 keping RAM yang identik. Misalnya 2 keping 512 MB yang identik lebih cepat dari 1 keping 1 GB. Tapi sebenernya ndak terlalu pengaruh, dan cenderung menyusahkan kalau mau upgrade, karena kamu harus ganti dua-duanya.

VGA Card-nya onboard atau yang dedicated?

Nah, ini cukup sederhana. Tergantung apakah kamu maniak game atau tidak. Jika ya, ada baiknya kamu mempertimbangkan menggunakan VGA Card yang dedicated. Jika tidak yang onboard sudah memadai, dengan panduan seperti di atas.

Harddisk?

Yang ini tergantung kebutuhan. Kalau suka koleksi MP3, ya sebaiknya gede. Tapi 80GB cukup untuk user standar. User yang berlebihan (koleksi MP3, donlot video, koleksi bokep, ngopi semua DVD dan VCD ke harddisk, koleksi game) bisa milih yang 160GB ke atas.

SCSI atau ATA?

Pengguna biasa cukup pakai ATA. SCSI itu untuk server.

Khusus untuk pengguna laptop, ada pilihan baru dalam hardisk yaitu SSD. Tapi ini akan dibahas di kesempatan lain (kalo inget).

Motherboard-nya apa?

Jika kamu memilih komputer branded, atau laptop maka kamu hanya terima jadi, jadi kamu nggak punya pilihan. Jika kamu juga bukan mania teknologi, bagian ini juga bisa kamu serahkan ke penjual.

Jika kamu mania baca terus.

Pemilihan motherboard sangat ditentukan oleh prosesor. AMD dan Intel punya motherboard sendiri dan tidak bisa ditukar. Kamu nggak bisa pakai motherboard khusus Intel dan prosesor AMD, atau sebaliknya.

Yang harus diperhatikan adalah :

Socket : socket adalah tempat untuk prosesor, AMD menggunakan socket AM2, dan AM2+ untuk generasi baru, tapi AM2+ dan AM2 saling kompatibel, sedang intel memakai socket 775 (socket T untuk prosesor sekarang) dan 478.

FSB : Front Side bus, atau kecepatan transfer data antar peripheral ke prosesor. Komputer mengikuti konsep, kecepatan terendah. Jadi jika salah satu komponen komputermu berjalan di datarate yang lambat, aka mempengaruhi kinerja keseluruhan.

Engg… what’s that again?

Intinya, meskipun prosesormu cepat, memori besar, tapi FSB-nya kecil maka akan mencekik kinerja komputer secara keseluruhan. Jadi cari FSB yang besar. Standar motherboard yang baru sekitar 667-800 MHZ.

soundcard onboard:Kalau kamu pengguna biasa, dan tidak mengejar kualitas suara yang setara orkestra, soundcard on board cukup. Tapi perhatikan teknologi yang digunakan.

Dukungan teknologi yang lain: Apakah ada fitur yang tidak akan kamu gunakan? SLI misalnya, hanya berguna kalau kamu punya 2 VGA card yang identik. More feature, more price.

Layar

Tergantung… lagi2 kebutuhanmu apa, dan budgetnya berapa.

Monitor rekondisi adalah pilihan kalau budget terbatas. Dari semua komponen komputer, layar adalah yang paling awet. Aku punya monitor yang masih jalan dari sekitar 10 tahun yang lalu, tapi bikin sakit mata karena refresh rate rendah. Di kampus dan kos2an temanku monitor antik juga jadi TV dadakan, ditambah TV tuner eksternal + sepaker, jadi deh TV.

Apa itu refresh rate?

Intinya, adalah berapa kali monitor akan mengupdate gambar di dalamnya dalam setiap detik. Standar untuk 14-15 inci adalah 75Hz, dan untuk 17″ ke atas 85 Hz. Semakin rendah, maka mata akan semakin cepat lelah.

Seberapa besar?

Untuk laptop, ukuran layar menentukan besarnya laptop. Ibuku menyenangi yang kecil karena ringan dan mudah dibawa2. Untuk aku, 14″ cukup (untuk laptop), karena standar dan emang butuhnya agak besar. Jadi terserah anda. Setahuku, untuk laptop, semakin kecil semakin mahal.

Untuk PC, beda lagi. Ada 2 pilihan model tabung yang besar (CRT), atau model yang tipis (LCD). Yang CRT ada yang cembung, semi-flat sama flat. Yang LCD, cuman flat aja.

Trus gimana milihnya?

Sekali lagi… tergantung budget dan kebutuhan. LCD lebih mahal, tapi hemat listrik dan hemat tempat. CRT murah, tapi boros listrik dan tempat. Ujung-ujungnya, untuk waktu lama, LCD memang lebih murah.

Paduannya adalah, LCD 15″ layarnya setara dengan CRT 17″, yang LCD 17″ setara dengan CRT 19″. dst…

Kok bisa gitu? Aku juga kurang paham aslinya.

Keyboard dan mouse?

Itu sih pilih yang murah atau mahal sama saja.

Untuk laptop, kalau kamu nggak biasa pake trackpad (yang di bawah itu lho) atau thinkpad, atau roller (versi kuno) mending kamu beli lagi mouse kecil yang ringkas.

Yang ada kabelnya atau wireless?

Kalo wireless sih itu buat gaya aja, dan lebih mahal. Kalo kamu pengen gaya silahkan.

Ada isu lain yang luput dibahas?

Pembiayaan?

Komputer adalah produk nilainya yang terus menurun. Menurut prinsip finansial paling dasar dari salah satu blog yang pernah aku baca, Jangan pernah berhutang untuk produk yang nilainya menurun. Jadi kredit bukan opsi. Tapi kalau kamu butuh itu sekarang, dan untuk kerjaan dan keuangan memang hanya bisa menggunakan kredit, prinsip itu bisa dipelintir (menurutku). Karena untuk kasus itu, pembelian komputer pada dasarnya menambah produktivitas, in the end, nilainya meningkat. Tapi kalau cuman buat hiburan? Ya nunggu aja sampai tabungan cukup.

Kalau kredit, ya belinya seperlunya. Jangan mentang-mentang kredit trus pilih yang harganya gila-gilaan.

Kalau aku? Mending menunggu dan menabung. Good things happen to those who wait, they say.

Jika ada pertanyaan lain, silahkan isi kolom komentar. Meskipun paling saran andalanku, google sonoh!

Wekekeke…………

Bye for now… dan sampai jumpa di lain kesempatan.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 2 Juli, 2008, in experience, IT, writting. Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. for i=0 to 500
    write (“I will ask google before asking dumb question”)
    next

  2. well, masalahnya seringkali komponen-komponen yang sebenarnya sesuai dengan kebutuhan kita sudah tidak diproduksi lagi oleh produsen. katakanlah P4 2.0 HT sudah sulit dicari di pasaran. orang harus mengikuti arus yang disediakan oleh pasar yang notabene adalah komponen-komponen baru: dual-core, core 2 duo, 64 bit, dan semacamnya…

  3. Makanya ada saran ini kan lih:
    “Jika kamu techo-freak, pilih yang paling cepat, dengan cache paling besar yang kamu mampu, kalo kamu user biasa, pilih yang murah yang kamu bisa, jika di antaranya, pilih yang moderate.”😀

    Intine… onok rego onok rupo, jadi pilih seperlunya😀

  4. whuaaa.. mkaasih pelajaran nya, sangat berguna buat aku yang gabtek bin ajaib ini..

  5. setahu saya, sekarang ini rata2 komputer jangkrik pake vga card onboard, jarang yang dedicated..mungkin karna kemahalan dan jarang peminat

  6. @ulan
    Senang bisa membantu. Terimakasih kembali😀

    @Hedi
    Kalo jangkrik kan bisa minta dipasang.
    Komputer branded dan laptop pun banyak yang VGA onboard. VGA Onboard untuk keperluan standar sudah bagus kok. Kalo bukan gamers mania yang pengen main game baru onboard sudah cukup.

    Temanku pakai VGA dedicated di laptop malah kebakar karena kepanasan. Kata teknisinya sih kasus kebakarnya mobo laptop gara2 VGA dedicated kepanasan cukup sering, nah lo!

  7. terima kasih atas reviewnya, suhu..:mrgreen:

  8. ickokid (PTHS)

    makasih ilmunya… jadi selama ini saya cuma perhatiin ram kenceng dan speed prosesor kenceng tuh kompi pasti kenceng…

    dengan artikel ini sy jadi tahu…

    thanks ya…

  9. artikelx keren,
    btw untuk vista 32 bit bagus pakai ram brapa ? buat main game 2.3. at 4 giga, saya takut pasang 4 giga entar gak kebaca sama SOx. kalo 3 bgusx dipasang berpa ram ( 1,512,1,512 jadi chanelx jalan semua) apa itu bagus, sementara ini saya pasang cuma 2 giga palse gih bingung nih

  10. @Hendrik
    Untuk 32-bit RAM maksimal 4 GB, diatas itu dianggap 4 GB. kalo 64-bit sudah TB-an itungannya.

    Bagus g bagus sih relatif.😛

  11. mau tanya untuk mb amd soket am2 dan am2+ apa bedanya ? mohon informasinya.

    thanks.

  1. Ping-balik: Netbooks Buying from Dummies « Zero Reality

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: