Pelajaran Hari ini(2) – Artis berpolitik

Habis mbaca ini.

Rachel Mariam bilang kalau “Politik dan Seni Peran Tidak Berbeda Jauh”.

Maybe she’s right. Well, infact she is absoulutely right, women as pretty as her never wrong.😀

Toh politikus sama artis sama-sama bermain peran. Sama-sama bersandiwara, artis untuk main film, sedang anggota DPR agar nampak seolah-olah apa yang mereka lakukan untuk rakyat. Sama-sama harus berlatih skrip, satu untuk dialog di film, satu lagi untuk pidato agar dipilih rakyat.

So, artis jadi anggota DPR? Kenapa tidak. Toh mereka lebih fotogenik dan punya kamera face. Dan kalau tidur lebih cakep dari anggota DPR yang tua-tua.

Oh ya, setidaknya, kalau jalan2 ke luar negeri artis lebih transparan. Mereka harus laporan ke wartawan infotaiment kesayangan mereka. Jadi nggak ada ceritanya anggota DPR ngakunye ke Cirebon, tapi aslinya Cirebon cabang Perancis, karena kalo artis pasti ketahuan, mereka pasti masuk Infotaiment kalo ke dinas luar negeri.

Instead my pragmatism, now you know why I choose abstain on the next election.

But really, If you want to choose, my advice is choose those artist. I rather choose dumb people than corrupted liars. Law, politics, and state administration can be learn, honesty never.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 21 Agustus, 2008, in idealist, jayus, joke, small talk and tagged , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. Charlie has an expression, “You can teach them to type, but you can’t teach them to grow tits”
    -Charlie Wilson’s War-

  2. hehehe kalau semua artis dipilih, kertas suaranya penuh lobang….

  3. Politics has nothing to do with honesty, it’s merely a means to an end. If you want this country to change, for better or worse, you have to vote. And voting for artists, especially Indonesian artists, would be disastrous, IMO.

  4. @singal
    Salah satu saja pak. Jangan semua😀

    @gentole
    If you read my post before, you will find that, IMO, voting is futile.👿
    So, why not make it fun.😛

    Seriously, when people lost their trust to politician, they turn to celebrities, remember Ronald Reagan and Arnold, or Philipine President before now (Sorry, I forget the name)?

    Granted, they have a long career of politics. But they have to start somewhere.

    And yes, politics has nothing to do with honesty. But I prefer honest politicians to run this country.

    Last, what end? Your end or my end?😀

  5. salam dari bandung
    saya sependapat dengan artikel anda

    kapan yaah paranormal dan pesulap terjun di dunia politik, tapi kalau pesulap bahaya kalau jadi wakil rakyat kalau korupsi susah di tanggkap KPK apaligi para normal bisa di santet bohh

    artikel terbaruku….. mimpi jadi presiden
    http://esaifoto.wordpress.com

  6. You mean Estrada? Do you know what happened to him? He was ousted and jailed for graft scandal.😀 Look, we could and should never trust the politicians. They are not saints. The thing is, a state needs a government. Somebody must run the country, right? And to form a government, we need an election in which everybody, through democratic ways, has the right to vote and be voted for. Your vote may not change the fate of the poor, but the votes of one million people could pave the way for an idiot to the presidential seat. A president could do a lot of things, you know, and the fate of your children, or grand, grand children might depend on your political decision today. Just like you, I don’t like politicians either, and the KPK has shown us how corrupt they are. But again, we need a leader, and if I have to vote for Sutiyoso, if he were the best option available, then why not vote for that guy?:mrgreen:

    Yah terserah sih. Pilihan politik harus voluntary memang.

  7. sekali golput tetep golput😀

  8. @gentole
    Yeah Estrada.. Bukan contoh yang bagus ya. 😀
    Taoi seperti post sebelum ini… Voting is futile. Satu suara melawan sekian juta suara yang lain? Tidak berguna menurutku.

    Kalau pemilu 2009 bisa dimenangkan oleh golput(golput > 50% suara), itu adalah kemenangan rakyat atas partai dan pemimpin busuk. Dan di politik, yang menang adalah yang benar.

    @Hedi
    Way to go!

  9. gw sih gak pernah ambil pusing politikus itu jujur apa gak. Selama yang mereka bikin itu buat kepentingan rakyat dan mereka harus selalu terlihat baik di mata rakyat. Politik, IMO, itu masalah strategi dan tipu daya.

    Yang pasti, minta perempuan, apalagi yang putih, itu jelas bukan buat rakyat.

    dan yang jelas, IMO, modal pernah aktif di OSIS gak bakal cukup buat ngurus negara segede gaban kaya Indonesia

    Masalah hukum dan administrasi negara, itu bisa dengan cepat dipelajari (tergantung tingkat kecerdasan dan kemampuan menghapal sih).

    Tapi masalah politik, itu masalah pengalaman…

  10. women as pretty as her never wrong.😀 —-> ciri2 pria dibutakan oleh kecantikan semata ;p

  11. @setanalas
    Politik itu sebagian besar diplomasi. Dan cewek/cowok yang menarik biasanya punya bargaining power yang lebih baik saat diplomasi. Contoh, kamu pernah menolak permintaan cewek yang cakep g, din?

    @Wina
    Emang cewek pernah salah? Yang salah kan pasti cowok.😦

    @all
    Anyway.. seluruh tulisan ini sebenarnya satir👿

  12. Anyway.. seluruh tulisan ini sebenarnya satir

    Hehehehe…

  13. Jadi politikus itu uangnya lebih banyak daripada jadi artis apa ya? Aku gak percaya kalo artis-artis ini melakukan karena hati nurani. Pasti karena uang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: