Tentang sektor pertahanan swasta, sebuah tinjauan tentang keamanan sebagai industri padat karya.

Pernah lihat anime Full Metal Panic? Anime itu berkisah tentang seorang prajurit berpangkat letnan dari organisasi militer rahasia dan lintas negara bernama Mithril. Mithril bergerak melakukan “armed intervension” terhadap berbagai konflik di seluruh dunia. Mithril juga dilengkapi peralatan perang yang 10 tahun lebih maju dari persenjataan negara di dunia. Salah satunya adalah robot yang dikendalikan manusia (Arm Slave) dan punya kekuatan luar biasa bernama Arbalest.

Pernah lihat serial Bionic Woman? Serial itu berkisah tentang Jamie Sommers yang telah diubah menjadi bionic woman oleh sebuah perusahaan militer swasta fiksional di Amerika yang bernama Berkut.

Pernah dengar tentang Blackwater?

Yang ini nyata, Blackwater adalah perusahaan tentara swasta di AS yang salah satu keterlibatannya adalah perang di Iraq. Bahkan perbandingan antara tentara Amerika dengan tentara swasta(dari berbagai perusahaan) di Iraq mendekati 1:1.

Di Indonesia, sektor militer adalah sektor yang sakral. Persenjataan dibangun oleh industri Pindad yang dimiliki oleh ABRI, pesawat tempur lokal dibangun oleh PT DI (yang entah bagaimana nasibnya), yang merupakan perusahaan negara, kapal tempur juga dikerjakan oleh PT PAL yang perusahaan negara.

Hal yang berbeda terjadi di Amerika. Privatisasi telah menyentuh berbagai bidang, termasuk sektor militer. Pesawat tempur AS, disuplai oleh Boeing, Australia juga telah memesan pesawat dari perusahaan yang sama. Pengamanan pejabat senior AS di Iraq dilakukan oleh perusahaan swasta, Blackwater salah satunya, Halliburton yang lain. Hal ini membuat tentara AS dapat menggelembung jika diperlukan. Mereka tinggal mengontrak salah satu perusahaan itu untuk menyewakan orang2nya di saat membutuhkan.

Di masa damai, perusahaan itu melindungi orang2 penting di AS, eksekutif perusahaan raksasa, kedutaan AS di seluruh dunia, bahkan dimanfaatkan untuk memulihkan bencana saat badai Katrina menerjang, dengan imbalan tentunya.

Bagaimana di Indonesia? Konsultan keamanan, sebagaimana mereka disebut, sudah mulai berkembang. Beberapa perusahaan melakukan outsourcing untuk level non-core bisnis, termasuk keamanan. Para satpam yang ada di sekitar gedung kantormu, bisa jadi adalah outsource yang berasal dari konsultan keamanan itu. Lalu ada pengiriman uang dari bank ke ATM, biasanya dilakukan oleh mobil lapis baja yang dikontrak dari perusahaan konsultan keamanan.

Pengawalan personal, adalah sektor lain lagi. Biasanya pengawalan VIP person, macam pengusaha, artis dan pejabat dilakukan diorganisir oleh manajemen mereka, mereka merekrut orang2 yang dipercaya dan terlatih, biasanya berlatar belakang militer atau satpam. Di sisi lain, mulai ada layanan keamanan yang menyewakan bodyguard untuk mereka. Hal ini lebih murah tentunya karena tidak memerlukan proses rekruitmen yang mahal dan menggaji mereka tiap hari.

Model bisnis ini ada dalam wilayah abu-abu. Di satu sisi, pengawalan pengusaha adalah wilayah yang tricky. Beberapa mereka memanfaatkan kedekatannya dengan militer untuk meminta pengawalan dari militer. Hal ini menimbulkan masalah di kemudian hari karena prajurit ditugaskan ke sesuatu yang bukan bagian dari deskripsi tugasnya. Pemanfaatan pengawalan swasta bisa meniadakan model militer yang dioutsourcekan ini.

Di sisi lain, ini menimbulkan masalah jika orang yang dikawal terlibat masalah hukum atau dikejar polisi. Apakah para pengawal swasta ini harus mempertahankan bosnya dari kejaran aparat atau menyerahkannya?

Di sisi lainnya lagi, hal ini juga membuka lapangan kerja baru. Jika seorang pengusaha memerlukan seorang pengawal, 1000 pengusaha saja sudah menghasilkan 1000 lapangan pekerjaan baru. Tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi bagi para pengawal ini juga membuat entry barrier ke bisnis ini kecil. Apa kita perlu pengawal yang S1 atau D3? Tentu tidak, cukup berusia matang (lowongan biasanya menyebutkan minimal SMU), berbadan kuat, terlatih beladiri, mampu menggunakan senjata jika perlu, secara psikologis stabil, dan awas terhadap keadaan sekitar. Perusahaan cukup menyediakan pelatihan intensif untuk mereka, dan mereka siap ditugaskan.

Jenjang karier? Aku belum memikirkannya😛

Pasar?

Berbagai pemukiman eksklusif, apartemen, memerlukan satpam yang siaga. Belum lagi pabrik dan kantor untuk mengamankan gedungnya. Atau sekolah, universitas dan lembaga pendidikan yang memiliki wilayah luas seperti ITS memerlukan satpam dalam jumlah banyak. Hal ini juga membuat biaya pengamanan lebih murah dan mudah untuk dikembangkan ataupun diciutkan, tinggal kontak konsultan keamanan.

Pengamanan event juga salah satu pasar yang menjanjikan. Daripada menyusahkan polisi untuk mengamankan jalannya acara, kenapa tidak mengontak perusahaan keamanan. Lebih mudah dalam birokrasi tentunya. Mau acara musik, pertandingan olahraga, tinggal kontak.

Tempat hiburan malam juga pasar potensial. Mengusir orang mabuk yang bikin kacau, atau menangkal serangan gerombolan sok suci menjadi lebih mudah.

Apakah sektor pertahanan swasta legal?

It’s a tricky question. 

Di UN ada sebuah aturan anti-mercenary soldier sebagai combatant. Terutama saat dikirim ke medan perang. Ada seperangkat aturan yang dilanggar dengan pemanfaatan mercenaries sebagai combatant. Tapi untuk pengawalan dan perlindungan, berada di wilayah abu-abu.

The bad side?

Di sisi lain, kemungkinan untuk menambah jumlah pengamanan dengan cepat membuat perusahaan mampu bersikap represif terhadap demo di perusahaan, baik demo oleh buruh ataupun aksi protes dari masyarakat yang dirugikan. Tanpa perlu menunggu polisi, perusahaan bisa menyewa pasukan pengawal untuk meredam demo. Dan membuat perusahaan lebih berbahaya bagi pendemo, karena berbeda dengan polisi yang bisa berada di tengah, pasukan pengawalan ini pasti memihak.

But, ini juga memudahkan sebenarnya, karena kegiatan pengawalan profesional lebih mudah dipertanggungjawabkan. Dalam koneksi antar perusahaan, ada surat perjanjian, kontrak dan deskripsi pekerjaan. Ada tanggungjawab yang jelas jika terjadi apa-apa. Lebih jelas dari membayar preman misalnya, jika ada yang salah perusahaan bisa melepas tanggungjawab dan mengklaim preman tidak bekerja semestinya dan jelas tidak ada bukti pembayaran, dan preman berkilah dibayar untuk melakukan kekacauan. Pasukan pengawal, tentu lebih terlatih, disiplin dan yang bertanggungjawab jelas, sang employer.

Semua ini dengan aturan yang jelas, audit terhadap setiap kegiatan pengawalan, dan sanksi serius jika pengawal melakukan pelanggaran hukum baik sanksi personal maupun sanksi untuk perusahaan dapat memperkecil kemungkinan terjadinya abuse terhadap sektor ini.

Tentunya ini hanyalah sedikit pemikiranku yang open to suggestion, kritik dan caci maki. Orang yang membuka artikel dengan contoh dari anime dan film seri, menggunakan bahasa campuran Inggris-Indo  biar dibilang cerdas, dan cara penyajian yang meloncat2 bukanlah seorang yang bisa dibilang sebagai pakar atau pengamat. Apalagi di blog, yang 68%-nya tidak benar.

NB :

Tulisan ini terinspirasi dari buku Blackwater : Rise of The World Most Powerful Mercenary Army karangan Jeremy Scahill.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 16 September, 2008, in idealist, writting and tagged , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. PERTAMAX!!!

    * komen dulu baru baca

  2. wah kalo memunculkan sektor pertahanan swasta bukannya malah menimbulkan mafia-mafia…..😀

  3. @galih
    Damn!

    @arul
    Bisnis resmi punya aturan. Entah dari pemerintah atau aturan asosiasi. Mafia lebih gelap dan tidak teratur. Sebuah perusahaan dengan 1000 orang terlatih dan memiliki potensi tempur bisa menimbulkan masalah kalau tidak diatur.

  4. jadi, sampeyan mau bisnis outsource di bidang security nih?😀

  5. ediannn… abot topik’e…

    wes ndang dibuka, dan,, ngko lek aq butuh pengamanan, tinggal calling awakmu..😛

  6. @Hedi
    Enggak… melatih otak untuk melihat sisi lain saja.
    Tapi kalo ada modal dan punya kenalan boleh juga. Mungkin bisa jadi Blackwater atau Halliburton-nya Indonesia.😀

    @EL
    Nek kon wes dadi direktur Chiman Central Pulsa ae yow…
    Mbayare nggawe pulsa telpon. Kekekeke……..

  7. u know what, dulu aku sempet kepikiran magang jadi security cewek loh wekekeke

  8. Ternyata rasa tidak aman dan ketidakpastian hukum bisa menyuburkan beberapa bisnis juga yah…😛

  9. @Wina
    Tinggimu memang mencukupi?😛

    @catshade
    Seperti semboyan waktu revolusi Perancis yang kira2 bunyinya :
    “Saat ada darah di jalan, belilah rumah.”
    Artinya kira2 ketidakpastian dan rasa tidak aman adalah waktu terbaik untuk bisnis.

  10. Nah ya itu, Nil. Harapanku pupus gara-gara kepentok minimum height wekekeke

  11. BOLEH TU IDENYA KALO BOLEH KITA BISA NGUMPUL NIH BUAT MENDISKUSIKAN BISNIS BARU MU, AQ TERTARIK KAPAN KITA BISA SERING NIH?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: