Tentang Susu Sapi

Sebelum kamu mulai membaca posting ini, aku sarankan baca ini.

Oke, ini kasusnya: PETA adalah organisasi yang terkenal dalam perlindungan binatang. “No Animals was hurt in the making of this show”, adalah ide mereka (aku ngarang itu😀 ).

Dan sekarang mereka membuat terobosan baru. Yaitu, daripada menggunakan susu sapi, gimana kalau kita menggunakan susu manusia saja untuk membuat es krim. Hmm… nice idea. Here’s come their arguments :

Storchen restaurant is set to unveil a menu that includes soups, stews, and sauces made with at least 75 percent breast milk procured from human donors who are paid in exchange for their milk. If Ben and Jerry’s replaced the cow’s milk in its ice cream with breast milk, your customers-and cows-would reap the benefits.

Tampaknya mereka melupakan satu detail kecil, jumlah susu yang diperlukan oleh perusahaan es krim jauh lebih besar dari restoran. Dan berapa banyak ibu yang diperlukan untuk itu?

Using cow’s milk for your ice cream is a hazard to your customer’s health. Dairy products have been linked to juvenile diabetes, allergies, constipation, obesity, and prostate and ovarian cancer. The late Dr. Benjamin Spock, America’s leading authority on child care, spoke out against feeding cow’s milk to children, saying it may play a role in anemia, allergies, and juvenile diabetes and in the long term, will set kids up for obesity and heart disease-America’s number one cause of death.

Oke… Susu sapi ke anak, jelek. Susu ASI ke anak berusia 5 tahun : baik?

 

Animals will also benefit from the switch to breast milk. Like all mammals, cows only produce milk during and after pregnancy, so to be able to constantly milk them, cows are forcefully impregnated every nine months. After several years of living in filthy conditions and being forced to produce 10 times more milk than they would naturally, their exhausted bodies are turned into hamburgers or ground up for soup.

Lalu, jika kita mengembangkan es krim dari susu ASI, apakah anda menyarankan agar para ibu menggantikan para sapi. Jadi, para ibu disuntik hormon untuk menghasilkan ASI atau dibuat hamil setiap tahun seumur hidupnya? Pilihan bagus, asal itu bukan ibu anda. Dan anda mengusulkan peternakan ibu ini dimana? Negara Afrika? Indonesia? Jelas tidak mungkin di AS dong, kan tenaga kerja di AS kan mahal, belum lagi isu ini bakal dianggap melecehkan wanita. “Support women as our primary milk producer,” tidak akan menjadi kampanye sukses untuk isu feminisme. 
The breast is best! Won’t you give cows and their babies a break and our health a boost by switching from cow’s milk to breast milk in Ben and Jerry’s ice cream? Thank you for your consideration.

 

Itu ide bagus, tapi melupakan satu faktor penting dalam bisnis, nilai ekonomis. Hal ini belum termasuk nilai moral saat kita memerah susu para ibu. Dalam jumlah kecil, masuk akal, ada nilai tambah eksklusifitas di sini, tapi untuk mass production? Well, nice idea, though!
Pertanyaan terakhir, sejak kapan kita beralih dari perlindungan hewan ke domestifikasi manusia?

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 25 September, 2008, in experience, idealist, jayus, joke, small talk. Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. trus donor susu nya dimana??

  2. “You can only milk a cow so long, then you’re left holding the pail.”
    – Hank Aaron –

  3. @ulan
    Di Swiss. Lagian, so-called donor ini dibayar.

  4. sebenernya, desakan PETA itu kan cuma sebagai sindiran untuk manusia yang sudah sering mengeksploitasi hewan sedemikian rupa😀

  5. @hedi
    Aku kira itu bukan satire.
    PETA memang punya cara yang aneh dan logika yang unik dalam mengemukakan pendapat. Dan anggota mereka yang seksi itu tidak sungkan telanjang dalam demo (itu yang aku suka).

  6. horee..!! hidup (aktivis) PETA!!

  7. jijay bo idenya

  8. Saya kira sebetulnya membuat pabrik ASI bisa jadi lebih murah secara ekonomis, soalnya saya yakin banyak laki-laki yang mau melamar menjadi pemerah susu di pabrik itu, bahkan dengan gaji rendah😆

    The breast is best!

    I’m thoroughly agree and aroused with this statement.

  9. @catshade😆
    Pernah dengar kalau sapi bisa diperah dengan mesin? Begitu pula manusia. Kan ada alat untuk memerah sapi.

    Tapi, jika para laki2 disuruh membayar untuk memerah, itu baru jadi pengurangan biaya. Dan menciptakan salah satu pekerjaan unik dimana karyawannya membayar setiap hari untuk bekerja. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: