Monthly Archives: Oktober 2008

Rencana Blog ini

Four steps to achievement: Plan purposefully. Prepare prayerfully. Proceed positively. Pursue persistently.

-William Arthur Ward –

Aku shock dengan kebodohanku sendiri.

So, this the story…

Kemarin aku mendownload soal2 GRE untuk Computer Science. Aku memang merencanakan untuk ngambil GRE dalam setahun ke depan, dan mulai menyiapkan diri, semua bagian dari rencana besar “Destination:Europe“. Tapi… Begitu aku mbaca soalnya, langsung aku terbelalak, “APA INI?”

Semua soal di sana adalah materi CS yang pernah aku pelajari. Algoritma Pemrograman dan Struktur Data mendominasi soal-soal itu, dan aku lupa sebagian besarnya.

Aku lupa apa itu heap sort, quick sort, bubble sort (eh yang ini enggak. Ini yang paling sederhana soalnya), belum lagi tree, binary tree, red-black tree, and almost all CS concepts.

Damn!

Akhirnya, buku sakti itu pun akan terbuka lagi. Kitab suci, “Introduction To Algorithm” dan “Data Structures using C” yang sudah berdebu akan turun ke pangkuanku lagi (sort of, aku pakai ebook). Dan aku akan membagikan apa yang aku pelajari ulang di sini. Mungkin mulai dari dasar2 pemrograman. Dan sebagian besar adalah konseptual dengan pseudo-code, diperlukan beberapa pengetahuan tentang pemrograman untuk mengerti.

Tapi jangan kuatir, postingan “normal” lainnya juga akan ada. But expect this blog to be more technical and smell like IT spirit from now…

Iklan

Tentang Televisi : Semua soal pemirsa.

Pernah nonton TV? Yeah, itu pertanyaan khotbah. Tentu saja kita pernah nonton TV. Punya TV di rumah/kontrak/kos/hotel? Tentu. Siapa sih di Indonesia yang ini nggak punya akses ke TV?

Ingatkah kamu waktu kualitas siaran TV nggak seperti ini? Apa yang terjadi?

Sewaktu aku SMU, aku suka nonton TV di malam hari. Kalau aku nonton TV biasanya di atas jam 10 malam. Di bawah itu aku lihat all TV sucks. Di saat kuliah dan sampai sekarang, hal itu berubah, aku cuma lihat TV jam 6 pagi,acara berita terutama berita olahraga. Yang lain? Paling cuman Metro TV, dan acara2 tertentu macam Extravaganza dan Coffee Bean Show.

Di saat aku SMU, aku biasa lihat film2 bagus yang tayang jam sepuluh ke atas, Slider, tayang ulang McGyver, Friends, Married with The Children, Charmed, Las Vegas, Shield, CSI, John Doe, dll. Kalau kamu belum pernah dengar acara itu mungkin kamu punya pola tidur yang nggak seaneh aku, dan itu bagus.

Hal ini berubah sejak datangnya Lativi. Mereka menaruh “film Indonesia tempo dulu” di sana dan ratingnya meningkat pesat. Akhirnya kita melihat acara jam 10 ke atas dipenuhi dengan acara2 “nakal”. Lalu tren ini diakhiri oleh Tukul dengan 4 Mata-nya, dan sebagian acara TV malam adalah Talkshow. Kecuali Trans.

Lalu apa ini? Rating?

Bukan.

Ini soal pemirsa. Read the rest of this entry

Tentang Gubernur BI

Di perjalanan menuju kantin, aku melihat sesuatu yang jarang aku perhatikan. Piagam peresmian gedung tempat aku bekerja, kebetulan yang tandatangan di situ Gubernur BI tahun 1998. Lalu berbincang sama udin.

A : Jadi gubernur BI itu nggak enak ya kerjanya. Harus tandatangan duit segitu banyaknya.

B : *speechless sesaat* Iya, Tapi kan pasti makai cap, masak BI nggak mampu beli cap. Tapi meskipun pakai cap tetep aja banyak.

Lalu aku berpikir, pantesan BI kantornya segitu gede. Mungkin isinya puluhan ribu orang yang ngecap duit satu2 agar kamu dan aku bisa belanja ya?

Tentang Google, Chrome dan Aplikasi Web

Engineer dan ilmuwan berbeda pada suatu hal yang sangat prinsip, reinventing the wheel. Sebagai engineer konsep reinventing the wheel adalah sia-sia, tidak banyak berguna. Mereka lebih memilih untuk mencari berbagai manfaat the wheel, mengembangkannya dengan berbagai fitur baru. Tapi pendekatan itu terkadang membuat segalanya semakin rumit.

Mari kita lihat contoh kasus, browser. Aku bicara tentang browser Internet. Netscape memperkenalkan sebuah fitur yang sangat revolusioner dalam dunia browser, TAB. Pengguna IE 6 pasti sepakat dengan repotnya berpindah dari window ke window, sedang pengguna Firefox dan Opera memanfaatkan tab. Microsoft sangat telat menyadari keampuhan tab ini dan baru memasukkannya ke IE 7. Read the rest of this entry

About French Accent

Yesterday I attend to an event in CCF. The event was simple. A while ago, CCF held a postcard writting competition. Every students had to write a simple postcard letter describing their fictional vacation on a chateau in France to a friend.

Well, I have a good idea what to write, a story in a mysterious chateu. But lack of knowledge, and especially vocab hinder me from writting a good story. I need to learn more.

Back to the event, Event host asked few of the winner to recite their writting. There was dull reading, just plain reading the text, and there was some good and great reading also.

Those students, at their best French accent sounded like singing and acting than reading. French accent, IMHO, is a great harmony to hear. Tons of vocal-ended words are the cause. Some of those readers are great story teller, they were mimicking the expression on what they read, and of course given the fact IF I knew what they tried to say that would be more interesting.

Well, more reason to learn French, then. Their accent are sexy.

PS : Do I get my grammar right? I’m kinda rusty here.