Tentang Seekor Anjing

It’s not the size of the dog. It’s the size of the fight within the dog.

Aku punya anjing kecil, kuberi nama Heli, Heli guk guk guk…

Err… bukan itu maksudnya. Aku punya 2 ekor anjing di Waru. Yang satu betina, bernama Cincin dan yang satunya jantan, anaknya si Cincin, dan namanya Item (keluargaku memang nggak kreatif kalo ngasih nama anjing).

Anjingku kecil2 sih, paling kalau berdiri sepinggang orang dewasa, dan kalau jalan biasa nggak sampai selutut, cuman sedikit lebih besar dari kucing. Si Cincin, ibunya Item, adalah anjing yang sangat malas dan gemuk, sejak kelahiran anak2nya dia malas diet dan fitness. Padahal sudah dibelikan tiket Dog Fitness (sudah2 hentikan semua kegilaan ini!).

Anaknya beda lagi. Sebenernya si Item ini agak penakut dan lebih suka berlari kabur kalau didekati. Tapi badannya atletis hasil latihan lari2 nggak jelas keliling halaman rumah.

Latar belakang sudah sekarang cerita utama.

Di dekat rumahku ada banyak renovasi rumah. Banyak penghuni baru datang dan merenovasi rumah sebelum dipakai, dan yang namanya renovasi pasti mereka menyewa tukang. Dan namanya tukang pasti bukan orang sembarangan. Kuat, dan sering bertindak bodoh, dan ini salah satu ceritanya.

Seperti yang kuceritakan, si Item itu penakut sehingga dia sering digoda oleh para tukang. Dia hanya menggonggong dan lari sembunyi saat digertak. Untuk waktu yang lama para tukang merasa aman dengan pagar rumah yang melindungi mereka dari anjing penakut bernama Item.

Tapi, anjing punya batas kesabaran. Dan saat batas itu dilewati…

Merasa muak dan marah dengan para tukang itu, si Item melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, melompati pagar dengan marah dan mengejar para tukang sampai lari terbirit-birit.

To be fair, pagarnya memang nggak tinggi (1 m – 1,25 m) tapi si Item memang belum pernah melakukan lompatan segitu. Dan yang menyebalkan, setelah lompatan bersejarah itu, Item langsung main loncat pagar aja begitu dia bosan di rumah. Konyolnya, meskipun bisa loncat keluar dia masih menggonggong minta dibukain pagar buat masuk.

Moral cerita :

Jangan mengganggu anjing betapa pun lemahnya. If he had enough he will chase you to the end of the earth.

Dan para tukang itu sudah belajar dengan cara yang keras. Sekarang mereka memilih berjalan cepat2 saat melewati rumahku.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 12 November, 2008, in experience, jayus, joke, life, small talk. Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. Cry Havoc! and let slip the dogs of war.

    Antony – in William Shakespeare’s Julius Caesar, Act III, Scene i (1599)

  2. heu heu heu…kapan2 di poto dong itu si item *ga penting mode: on

  3. i hate dogs *who cares yak?*

  4. @torret
    Ntar… ketinggalan di laptop.

    @Wina
    but…
    Dog is man best friend.😛
    Lagian anjing juga nggak gigit.

  5. @dr
    Err….
    Canis lupus familiaris?

  6. melihat kegilaan di bagian awalnya, sepertinya dikau punya jiwa SK juga nak *menawarkan membership wakaka*

  7. Kalo Aku Lebih suka Kucing……………..

    Salam kenal aja lah

  8. Untung kucing saya nggak sampai segitunya.:mrgreen:

  9. @TamaGO
    TidddaaaaakkK!!!!!!!!!!!!! Tiddaaaaaaaaaakkkkk!!!!!!!!!!

    *kabuurr!*

    @Muhammad Surya Ikhsanudin, Pandu
    Tapi…
    Anjingku juga suka bermain2 dengan kucing.
    Biasanya balapan lari sampai perimeter tertentu.
    Kalau kucingnya terkejar….
    .
    .
    Untung kucing lebih atletis dan bisa manjat pohon.

  10. Konyolnya, meskipun bisa loncat keluar dia masih menggonggong minta dibukain pagar buat masuk.

    anjing yang pintar…😆

    eniwei, kenapa Cincin? Penggemar sinetron Cincin kah?😛

  11. anjing ga bahaya koq (kalau dalam kurungan). Kalau di lepas, gua takut juga.. wkwkwkw..

  12. @Takochan
    Mene ke tehek…
    Itu ayahku yang ngasih nama…

    @info
    Aturan dasarnya :
    Don’t run…
    Don’t be scared..
    Don’t provoke…

    Kalau semua dipenuhi anjing itu nggak bahaya dan nggak akan nggigit.
    (kec. Rabies tentunya😛 )

  13. tambah lagi, dengan catatan tuh anjing ga lagi kelaparan dan elu terlihat begitu lezat di matanya gyahaha.

    Selama ini gw ga pernah dikejar ato digigit anjing biar tiap malem lewat di gang penuh anjing (yang katanya) galak yang demen ngejar2 orang. paling cuma digonggongin doang (dan gw anggep usaha dia ngomong ‘met malem, ati2 di jalan ya’ ke gw wkk)

  14. anjing juga punya batas kesabaran😛

  15. Aku trauma ma anjing item. Abis pernah pulang kantor malem2, gelap karena ga ada lampu pula. Akhirnya jalan hanya mengandalkan memori dan intuisi (halah..). Akhirnya, terjadilah kejadian itu. Terdengar lengkingan memilukan dari arah bawah. Anjing item yang sedang leyeh2 di pinggir jalan telah menjadi korban kakiku. Untung dianya gak nuntut ganti rugi, abis…ngerasa salah mungkin karena dah tiduran di tempat yg ga semestinya :p

    sorry jing!

  16. saya seneng andjing…
    terutama yang bisa diajak djalan-djalan dan gak cepet (sorry) horny ..
    sayangnya menu makannya bisa ngalah-ngalahin majikannya..😦

  17. Hahahaha…lucu. Iseng banget tukangnya, perlu berapa kali menggoda ya biar anjing jadi marah?

  18. ahahaha..

    mas mas, anjing yang aneh. pantes kamu aneh juga..😆

  19. moral ceritanya itu…
    saya paham banget!
    *korban di kejar anjing selama childhood sampe trauma liat anjing*

  20. @Mas Kopdang
    Kalo anjingku sih makannya kayak majikannya. Sisa2 majikannya tepatnya…

    @Awes
    Aku kan baik hati dan tidak sombong.

    @grace
    *kirim grace ke psikiater*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: