Tentang Jualan Online (1)

Mari kita review entry sebelumnya.

  • Ada 4 cara untuk memanfaatkan bisnis online, fokus kita adalah jual beli online.
  • Permasalahan utama dalam jual-beli online adalah kepercayaan dan sistem pembayaran.
  • Di FJB untuk meningkatkan kepercayaan digunakan sistem perantara.
  • Metode pembayaran dalam jual beli online bisa lewat transfer uang antarbank di muka dan COD.
  • Pembayaran kartu kredit via Internet masih belum diterima masyarakat Indonesia.

Itu adalah poin-poin yang bisa diambil dari entry sebelumnya. Mari kita lanjutkan.

Kita sejenak mundur ke bisnis jual-beli biasa. Hari ini kita lihat perkembangan dari masa ke masa (barter excluded karena agak OOT).

Dalam sistem jual-beli biasa (konvensional) kita lihat pasar tradisional. Di pasar tradisional, kita bisa melihat barang yang kita inginkan lalu tawar menawar dan setelah harga disepakati kita membayar. Bagaimana jika kita tidak sepakat dengan harga akhir? Ya cari penjual lain, tawar menawar, begitu seterusnya sampai kita menemukan barang yang kita inginkan dengan harga yang pas.

Pertanyaan yang menggelitik adalah, kenapa penjual nggak ngasih harga pas?

Berlanjut ke pasar yang lebih modern, kita menyebutnya supermarket, hypermarket, dll. Di supermarket tidak terjadi tawar-menawar antara pembeli dan penjual. Harga pasti pas.

Bagaimana dengan sistem kepercayaan di dua pasar itu. Di pasar yang jadi pengukur kepercayaan adalah kedekatan pembeli dan penjual. Tawar-menawar adalah sarana mengukur itu. Setelah sekian lama, kepercayaan akan terbentuk dan tawar menawar tidak lagi terjadi. Penjual akan memberi harga pas yang lebih murah dari harga normal. Jadi di pasar, pembeli yang belum dipercaya seakan-akan memberi subsidi pada pembeli yang dipercaya karena akhirnya setelah tawar-menawar membayar lebih mahal dari pembeli terpercaya.

Di supermarket yang berpengaruh adalah kualitas dan nama perusahaan. Setiap perusahaan punya standar Quality Assurance untuk memastikan kualitas produk yang dijual. Jadi konsumen akan mengingat brand. Metode pembayaran di supermarket pun bisa menggunakan kartu kredit atau kartu debit yang relatif lebih praktis dari tunai, bahkan di beberapa supermarket elektronik bisa dikredit.

Tidak ada isu kepercayaan yang besar di sini untuk dua model pasar ini.

Lalu pasar berevolusi, dimulai dari katalog.

Ide dasar dari katalog adalah berbelanja dari rumah. Kita tidak perlu menghabiskan ongkos transpor ke pasar atau supermarket, cukup melihat barang di katalog lalu menelpon, barang diantar, lalu dibayar.

Sistem bisnis itu sedikit bergeser saat perusahaan katalog mulai meng-outsource jasa pengirimannya. Sekarang COD susah jika kita menggunakan kargo. Jadi, metode pembayaran itu diubah menjadi bayar di depan menggunakan kartu kredit.

Kartu kredit adalah sarana kepercayaan yang bagus (kredit bisa berarti kepercayaan, bukan?). Dalam sistem dengan kartu kredit kita bisa membatalkan pembayaran jika kita merasa ditipu oleh penjual. Prosedurnya bagaimana? Maaf belum pernah nyoba, nggak punya CC soalnya.😀

Pembuatan katalog membutuhkan biaya besar, dan untuk update kita harus mencetak lagi, dan mengirimkan lagi membuat biaya bertambah besar (tapi, sepertinya ini bukan masalah besar untuk hypermarket dan supermarket macam Giant, Hero, Carrefour, dan Alfa). Inilah awal lahirnya katalog online, embrio dari sistem jualan online.

(to be continue)

NB :

Sorry, I have work to do😛

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 17 Desember, 2008, in experience, IT, life and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Business has only two basic functions: marketing and innovation.

    Peter Drucker

  2. salah, kurang 1 function lagi….. fungsi membuka lapangan pekerjaan (buat kriminal😛 )

  3. Setahuku fungsi utamanya menghasilkan keuntungan seh…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: