Movie Review : Madagascar 2, Elite Force and Bolt

Banyak orang menghabiskan tahun baru dengan pergi ke Ancol, Hotel dan perayaan tahun baru di berbagai pelosok Jakarta. Beberapa kabur dari keramaian dan menyepi di berbagai tempat di pinggiran Jakarta. Sedang aku memilih (setengah terpaksa) menghabiskan malam tahun baru dengan nonton dan tidur sebelum terbangun jam 12 malam oleh suara kembang api yang memecah langit.

Dan judul di atas adalah 3 film yang aku tonton sepanjang tahun baru.

Madagascar adalah film animasi klasik (2D) tentang binatang eks NY Zoo melintasi Afrika, Bolt animasi 3D dan Elite Squad adalah kisah tentang BOPE, satuan polisi elit di Brazil, dalam memberantas narkoba di wilayah kumuh Rio de Janeiro.Madagascar 2 : Escape From Africa

Jika harus memilih antara film vampir romantis Twilight dan film kartun Madagascar, tentu aku memilih kartun. Film drama percintaan bukan genre favoritku, kartun komedi lain lagi.

Ada tantangan tersendiri dalam menonton film ini di bioskop. Seorang pekerja dengan hem lengkap di tengah ratusan anak-anak dan keluarganya tentu pemandangan yang aneh, belum lagi pandangan aneh dari mbak penjual karcis saat aku mengumandangkan pesanku, “Madagascar, satu”

Madagascar adalah film yang menarik tentang persahabatan, kedewasaan dan pencarian jati diri. Ada kisah Alex The Lion yang bertemu kembali dengan kedua orangtuanya dan menemukan rumah, ada kisah Marty si Zebra yang berusaha menemukan keunikan dirinya dibanding kawanan zebranya yang serupa, ada Melman, jerapah yang harus menghadapi kematian, dan Gloria yang mencari cinta, belum lagi kawanan pinguin mafia yang membuat cerita ini menarik.

Dan theme song “I like to move it”, sangat asyik…

“I like to move it move it!”

Yang menyebalkan hanya satu, those kids are noisy. But this is their movie right? I’m the one who have to adapt.

Bolt

Menarik karena ini adalah pertama kalinya aku nonton di Blitz. Dengan konsep yang agak berbeda dengan bioskop 21 (dengan harga yang berbeda pula), Blitz menawarkan one-stop movie lifestyle yang lebih komprehensif dari 21. Banyak yang berbeda, ruang tunggu yang lebih manusiawi, tempat menonton yang nyaman dan bioskop yang lebih banyak.

Kelemahan? Let say their cappuccino is not the best in town, dan kalau nurutin satpam Grand Indonesia, ke Blitz itu susah banget petunjuknya, sedikit terbantu dengan konsep desain interior GI yang menarik, jadi nggak bosen.

Untuk filmnya sendiri, Bolt bercerita tentang seekor anjing superhero, Bolt, yang menemukan bahwa ternyata dia tidak terlalu spesial. Ide ceritanya sendiri cukup sederhana, Bolt seekor anjing yang dimanipulasi agar merasa dirinya spesial dan tak terkalahkan untuk syuting sebuah film. Karena suatu kecelakaan, dia terkirim ke New York, dan berusaha kembali ke tuannya di Hollywood.

Di NY dia bertemu dengan kucing Mittens, yang diseret paksa oleh Bolt untuk ikut petualangannya ke Hollywood. Di jalan mereka bertemu dengan Rhino, hamster yang terobsesi dengan Bolt.

Ceritanya menarik, lucu dan mendidik. And again, those kids!

Elite Squad

Yang ini ditonton di DVD, tidak ada masalah dengan mbak-mbak penjaga tiket dan anak yang ribut. Elite Squad adalah kisah tentang pasukan BOPE. Film ini beda dengan 2 film di atas karena menampilkan kekerasan dengan vulgar dan memang film dewasa.

Film ini memotret 3 orang, Mathias dan Neto, 2 polisi baru yang berteman dari kecil dan Kapten Nascimento, kapten pasukan BOPE yang ingin pensiun. Mathias dan Neto adalah 2 polisi rookie yang menemukan kebusukan dan korupsi dalam kepolisian Brazil, dimana polisi memeras bandar dan sesama polisi juga saling memeras.

Mathias dan Neto, bergerak di tengah korupsi ini dan memanfaatkannya untuk mencuri uang suap guna membeli sparepart mobil yang terus-menerus dicuri oleh polisi. Alhasil, mereka terjebak dalam perang di daerah kumuh Rio.

Akhirnya, Mathias dan Neto masuk ke BOPE. Neto yang keras dan haus darah, dan Mathias yang cerdas, naif dan idealis lulus pelatihan BOPE yang sangat keras. Pelatihannya mengingatkan pada pola kaderisasi di kampusku, kuras fisiknya, tekan mentalnya sampai hancur, baru masukkan materi (sekarang masih nggak ya? Atau kebanyakan dielus kayak kucing?). BOPE jauh lebih keras, tentunya. Dari 100 orang calon BOPE, hanya 8 yang lulus.

Elite Squad adalah film yang bernada sinis. Jangan heran dengan narasi kapten Nascimento sepanjang film ini yang sinis terhadap orang kaya, sistem hukum, dan media. Juga penampilan vulgar dari kekerasan polisi, bahkan ada adegan eksekusi mati di sini.

One of the movie that make me, Aww… and cursing Cak-cuk all the way for its awesomeness.

Sisi buruk dari film ini cuman satu, yang film aku tonton di-dubbing dari bahasa Portugis ke Inggris. Agak aneh karena kadang mulutnya selesai ngomong, dubbing-nya sudah selesai. Sedikit mengurangi kenyamanan menonton.

Sekian review borongan kali ini, sampai jumpa di lain kesempatan.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 5 Januari, 2009, in life, movie and tagged , . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. Wah, asyik juga. Saya malam taun baruan malah chatting sampai pagi; lempar petasan ke lambrtz; diselingi ceramah sejarah di rumah geddoe.:mrgreen:

    Saya blum nonton satupun, tapi kalo menurut selera, Madagascar 2 yang paling ingin saya tonton. I love animasi…🙂

    &…
    Kapan ada bioskop jaringan Blitz atau 21 disini ya..? DVD emperan mulu ini adanya…😐

  2. Rhino : Today is a good day to die!
    Mittens : Not in my watch, kiddo.

    – Bolt –

  3. @jensen
    Lha situ ada temennya (walau virtual)… saya menjalani semua itu sendirian di rumah kosong. Untung tidak berhantu, ada supply fanta grape 1,5 liter dan sekantong keripik kentang.

    *kapan permohonan PSTN nggak perlu lewat calo, yak?*

  4. wow sendirian…… pasti sambil *sensor* tuh😛

  5. Kunjungan setia sob, salam sukses selalu untukmu yaa…Cheers

  6. gak eneg tuh nonton 3 film sekaligus:/

    si moto – moto tuh kaco banget design 3D nya haha.. funny as hell…

    ‘the name is nice you say it twice’ – moto2

  7. @jensen99
    Petasan situ kan nyasar:mrgreen:
    Saya mah asik-asik aja di kamar😛

    @dnial
    Ah, walaupun saya pecinta animasi, sepertinya yang Elite Squad lebih menarik😀

  8. @mardun
    Makan kripik kentang dan menegak sebotol Fanta. Lalu?

    @frizzy
    OK?🙄

    @sandymc
    Nggak sekaligus. Ada jedanya lah… namanya juga borongan.😛

    @lambrtz
    Memang Elite Squad yang paling berkesan untukku juga. Nadanya yang sinis dan cewek2 seksi Brazil membuatku tertarik.

    *sedang mencari DVD City of God*

  9. wah keknya saya harus nonton nih:D

  10. daripada lagunya “i like to move it move it” keknya seruan lagunya spongebob deh Dan😛

    F is for friend who do stuff bla bla bla😀

  11. elite squad perna diputer waktu jiffest 08 kemaren yang sayangnya aku kelewatan buat nonton film itu…*tapi sebentar lagi kayanya bakal muncul di beskop deh, soalnya uda mulai banyak yang nempel posternya di dinding-dinding mereka

  12. @junjungpurba
    Welcome.. and what is review for…

    @mardun
    F is for friend who do stuff together
    U is for U and Me
    N is for Anywhere Anytime at all,
    Down here in the deep blue sea

    Ingatanku memang cukup kuat untuk hal nggak penting.😛

    @torret
    Telat munculnya😛

  13. aku lagi nunggu red cliff 2 … semoga bisa nonton dibioskop, belum pernah euy nonton dibioskop taipei🙂
    most wanted movie in 2009 versi ku adalah fast n furious 4 (NSFU mode : on)

  14. @nRa: di Taipei ? kerja di KBRI ato.. ???

    @dnial: Twilight memang film cewek banget yah.. jadi km lebih suka dikerubungi di dalam bioskop dengan anak-anak kecil, ketimbang cewek2 abg ? hm, ini karena ke-ego-an kamu tidak mau saingan ama Edward Cullen, ato… kelainan sex semata ? hahahaha
    gak nuduh kok.. srry yah🙂

  15. @nRa
    Sama ndrak… Itu kapan keluarnya sih?

    @hawe69
    Itu bukan preferensi seksual, tapi preferensi genre film.😈

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: