Tentang Sepakbola Indonesia : Berantem dan digelandang ke kantor polisi?

Ritual pagiku adalah bangun, mencet alarm, tidur lagi. Setelah beberapa menit baru benar-benar bangun gara-gara alarmnya ngeyel. Lalu dengan enggan ke kamar mandi, tapi ngapain mbicarain ritual pagiku? Skip…

Salah satu bagiannya adalah makan mie di depan TV yang sedang menayangkan berita hangat. Metro biasanya, aku agak eneg sama berita RCTI dan TV One, pagi-pagi nampilin kekerasan dan mayat dengan tubuh terburai.

Saat menonton berita olahraga di Metro itulah aku menemukan berita yang sangat menarik.

Jadi ceritanya gini, di pertandingan Persis Solo dan Gresik United (GU) di stadion Sriwedari, Solo, terjadi kericuhan. Adegannya cukup seru dengan pemain Persis mengejar-ngejar wasit, dan wasit juga mangkel dikejar-kejar sampai lompat-lompat di tempat saking sebelnya. Nggak begitu jelas kenapa bisa terjadi.

Nah, di tengah kejar-mengejar itu, salah satu pemain asingnya Persis menonjok perut pemain GU. Rodrigo kalau nggak salah. Yang paling keren adalah apa yang terjadi setelah itu, Kapolda Jateng, Kombes Alex Bambang Trihatmojo turun ke lapangan untuk mengamankan pertandingan yang memanas, dan…. memerintahkan penahanan kedua pemain yang terlibat perkelahian dengan tuduhan penganiayaan.

Jadi, sekarang pemain Indonesia tidak hanya diganjar kartu merah jika melakukan pelanggaran, mereka juga bisa ditahan oleh polisi. So, hati-hati kalau tackling keras, bisa ditahan polisi.

Harapanku? Pemain asing Persis itu dideportasi sekalian. Memalukan punya pemain asing yang nggak bisa jadi contoh. Skill boleh bagus, tapi kalau kelakuan brengsek ya tendang saja. Kan yang mulai sana? Perkelahian terjadi karena kedua (atau lebih) pihak tidak dapat menahan diri. Jika pemain asing bisa memberi contoh dengan menahan diri maka perkelahian nggak akan terjadi.

Perkembangan yang bagus bagi sepakbola kita?

Yeah rite, ketum PSSI mantan napi dan sekarang diintervensi polisi untuk menegakkan aturan.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 13 Februari, 2009, in experience, jayus, joke, small talk and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. hhmmm kapan majunya ya ternyata gay premanisme emang sudah dalan tingkatan parah dimana hampir semua aspek harus diselesaikan dengan kekerasan

  2. yah, hanya ada di Indonesia..
    malunya lagi kenapa kok ya pas tim dari kotaku yang lagi dibahas sekarang *sigh..

  3. ..pan PSSI punya ambisi, dan BUKAN MIMPI *seperti di headline koran beberapa hari lalu*
    untuk jadi tuan rumah Piala Dunia taon 2015..ato 2020.. gitu dech..

  4. ada dua hal
    Pertama, pemain berantem. Itu biasa
    Kedua, yg berantem di bawa kekantor polisi. Itu luar biasa.

    Tapi itu bukan yg pertama di dunia. Di amerika latin pernah terjadi kok. sehingga pemain yg protes dg perlakuan overacting itu berantem dengan polisi..

    Komandan, tlg beda in dong….

  5. Saya barusan nonton beritanya di SCTV tadi. IMO agak berlebihan ya, kalau insiden antar pemain diurusi polisi? Tapi pesan moralnya adalah: jangan berkelahi didepan Kapolda! (pangkatnya Alex B.T. Irjen kan, bukan Kombes?)😆

    Yang tidak bagus dari kasus2 seperti ini adalah: setelah susah payah komdis menegakkan aturan dengan memberikan skorsing, ujung2nya pasti hukumannya diringankan atau dihapus sama sang ketum ex-napi.👿

  6. seharusnya memang diproses hukum, tapi nangkep di lapangan malah jadi aneh

  7. @omiyan
    Sabar… pasti bisa… kalau mau berubah.

    @torret
    GU bikin kacau ae… pecat ae pemain asinge..

    @jack
    Asline nggak separah itu seh..

    @jensen
    Aku lihat waktu itu pangkatnya Kombes kok
    *ngeles* Tapi bener kapolda kan? Termasuk yang high-profile pak Alex ini, sering kedengeran namanya.

    Iya, jangan berkelahi di depan polisi.😆

    @hedi
    Harusnya malah nggak diproses hukum, bos. Kan ada prinsip hukum lex speciales derogat lex generalis. Ada hukum di lapangan bola, selesaikan pakai aturan PSSI/FIFA.

  8. @ dnial

    Aku lihat waktu itu pangkatnya Kombes kok
    *ngeles* Tapi bener kapolda kan? Termasuk yang high-profile pak Alex ini, sering kedengeran namanya.

    Coba dicocokkan dengan foto disini. 😀

  9. yah… cuman kelas klub…

    mana tentang timnas? masih optimiskah kamu?

  10. aduh,..memang persepakbolaan di indonesia th masih perlu pembenahan aturan.
    mungkin saja aturan-aturan yang di buat itu kurang memberikan hukuman yang bisa membuat jera atas perbuatan perkelahian antar pemain,

    coba dech benahi lagi aturan-aturan itu,..

    Hidup SepakBola Indonesia,..

  11. Hallo pemain GU yang dikenal dengan “LASKAR GIRI” boleh tenaganya yang HOT tapi hati harus tetap sejuk. Tunjukkan kehebatan kamu, ulangi kejayaan persebolaan Gresik seperti tahun 2002.
    N untuk RAMOS, kamu amboy………. Tunjukkan bahwa kamu B I S A !
    Jangan kecewakan warga Gresik, tidak sedikit uang yang dibayarkan untuk kamu.
    ” YO TENGO MIEDO KENO SEAS MI AMIGO MAS, KARINO TE KIERO# ”

    BANGKIT “LASKAR GIRI” GRESIK UNITED

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: