Book Review Borongan (lagi)

Membaca novel itu menyenangkan. Kita bertualang ke tempat-tempat yang asing dan berkenalan dengan karakter-karakter yang menarik. That’s why I like to read.

Cukup basa-basinya, aku akan mereview beberapa buku yang kubaca sebulan terakhir. Ada 3 novel, dan semuanya berseri dan sebuah manhua (komik ala china).

Listnya adalah :

  1. Lightning Stealer.
  2. Wolf Brother.
  3. Across Nightingale Floor.
  4. Ravages of Time.

Langsung saja…

Lightning Stealer, buku pertama dari seri Percy Jackson and Olympian Gods
Pengarang : Rick Riodan

Novel ini adalah sinkretisme jaman dewa-dewi Yunani dan masa kini. Sepanjang novel ini kita diajak untuk mereinterpretasi berbagai aspek mitologi Yunani jika mereka ada di dunia kita. Seperti Harry Potter, novel ini mengalir dengan premis, bahwa ada dunia rahasia di sekitar kita. Jika di Harry Potter adalah dunia penyihir dan muggle, di novel ini dunia manusia yang berdampingan dengan dunia dewa-dewi, dan mahluk-mahluk dalam mitologi Yunani.

Plot :

Percy Jackson, adalah bocah 12 tahun yang menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder). Nyaris dikeluarkan dari sekolah asrama karena berulangkali membuat keributan dan lambat dalam belajar. Lalu, munculah masalah baru di hidup Percy, monster-monster dari mitologi Yunani seakan keluar dari buku cerita dan memburunya. Dimulai dari Erinyes, lalu Minotaur, Medusa sang Gorgon setelah itu monster-monster lain berebutan keluar untuk memburunya.

Ternyata Percy Jackson adalah salah satu pahlawan setengah dewa, dan ayahnya adalah Poseidon, dewa penguasa lautan. Dia lalu dikirim ke kamp khusus untuk anak-anak setengah dewa (yang ternyata cukup banyak), dan dilatih lalu diberi sebuah misi, menemukan Petir milik Poseidon.

Komentar :
Novel ini cepat dan padat aksi. Sangat menarik membaca interpretasi kontemporer dari cerita mitologi Yunani. Aku sebagai penggemar cerita mitologi seakan diajak membayangkan bagaimana seandainya dunia Hades direinterpretasi ke budaya kontemporer atau bagaimana rasanya dilatih oleh centaur yang bijaksana The Heromaker, Chiron.

Sebenarnya aku ingin membeli buku keduanya, sayang hanya tersedia dalam bahasa Inggris, dan hanya bisa dibeli sepaket dengan buku satu dan tiga (dalam bahasa Inggris juga) seharga 400 ribu(!) di Kinokuniya😦 Belum ngecek di tempat lain.
Wolf Brother, buku pertama dari Chronicle of Ancient Darkness.
Pengarang : Michelle Paver

Cerita Wolf Brother mengambil setting ribuan tahun yang lalu saat manusia masih menjadi pengumpul-pemburu. Tidak ada teknologi pertanian, dan perdagangan. Manusia terpisah dalam klan yang memiliki ciri khas binatang.

Plot

— Spoiler Warning —

Torak adalah tokoh utama cerita ini. Berasal dari klan serigala dan pada masa mudanya, ayahnya, Fa, sengaja membuat dia dibesarkan di tengah-tengah kawanan serigala sehingga dia tahu bahasa serigala. Cerita ini dibuka dengan pertarungan Torak dan Fa dengan beruang yang dirasuki setan, Fa terbunuh dan Torak diperintahkan oleh Fa untuk ke gunung untuk menemui Roh Dunia, satu-satunya harapan yang bisa membunuh beruang.

Di perjalanan Torak bertemu seekor serigala yang kesepian setelah seluruh kawanannya mati tertimpa longsor. Torak yang memahami bahasa serigala mengajak serigala kecil itu bergabung dalam perjalanannya. Di jalan, dia ditangkap klan Gagak, dan dibebaskan oleh putri dari pemimpin klan, Ren, agar mereka bertiga bisa pergi menemui roh dunia.

— End Of Spoiler Warning —

Komentar

Novel ini memiliki tempo yang cukup cepat, bergerak dari satu adegan ke adegan lain dengan cepat. Tapi tidak disarankan untuk fast reading, karena beberapa istilah di novel ini sangat janggal seperti Tinggi Tak Berekor adalah istilah yang digunakan serigala untuk memaggil Torak, Basah Cepat untuk tanah longsor, Basah Kecil untuk aliran sungai kecil, dll. Sangat memusingkan jika kita tidak mengerti maksudnya.

Keunikan lain adalah novel ini seperti Bartimeus Trilogi, diceritakan dari 3 sudut pandang, Torak, serigala, dan Renn. Sudut pandang serigala yang paling unik karena kita diajak menyelami pemikiran serigala, insting berburunya, persahabatannya dengan Torak, dan ketidaksukaannya terhadap Renn.

Kelemahannya, ending yang terasa tidak pas. Endingnya seakan antiklimaks dari semua plot yang mengarah ke sana.

Rekomendasi, baca jika ada waktu luang. Tapi aku rasa aku tidak akan mengikuti seri ini.
Across The Nightingale Floor, buku pertama dari kisah Klan Otori.
Pengarang : Lian Hearn

Novel ini menjelajahi Jepang di abad pertengahan. Saat warlord menjadi penguasa wilayah yang lebih kuat dari Kaisar. Perang antarklan demi perebutan wilayah kerapkali terjadi. Di antara antar klan yang berperan, ada suatu klan misterius yang disebut Tribe, klan yang berisi manusia-manusia istimewa yang memiliki kemampuan yang luar biasa.

Plot :

Sebuah desa terpencil diserang oleh klan Tohan yang dipimpin oleh warlord kejam bernama Iida. Misinya satu, memusnahkan sekte Hiden yang dianggap membahayakan posisinya. Shigeru, salah satu pemimpin klan Otori yang sedang berkelana menyelamatkan seorang anak dari desa itu dari tangan kejam Iida.

Shigeru lalu mengganti nama anak itu dari Tomasu menjadi Takeo dan mengajaknya untuk menemaninya dalam perjalanannya. Takeo entah kenapa menjadi bisu setelah kejadian itu.

Di akhir perjalanan, Shigeru berencana untuk mengangkat Takeo menjadi anak dan menjadi pewarisnya. Tapi berbagai plot mengantar pertemuan Shigeru dan Takeo dengan Iida. Dendam membara di dada Shigeru karena perang dan pembunuhan yang dilakukan klan Tohan dan dendam Takeo mengantar pada rencana untuk membunuh Iida saat mereka bertemu.

Komentar :

Plot cerita ini menarik di awal dan akhirnya. Di tengah-tengah, novel bergerak lambat dengan berputar-putar untuk menggambarkan kerumitan politik dan hubungan antarklan di Jepang pada masa itu. Sebenarnya cukup membaca 2 bab awal untuk mendapat gambaran arah novel ini, dan 2 bab akhir untuk konklusinya. Tapi bagi mereka yang tertarik dengan intrik politik antarklan pada masa itu, bagian tengah buku ini memberi gambaran yang cukup jelas. Kekuatan yang terdistribusi dalam klan, kecemburuan paman Shigeru karena Shigeru dicintai rakyat, penculikan putri klan lain untuk membuat klan lain tunduk dan pernikahan yang diatur.

Tapi, berhubung aksinya sedikit (kecuali di misi terakhir Takeo yang bedarah-darah)  terasa membosankan.

Ravages of Time.
Pengarang : Chan Mou

Okey, yang ini bukan novel tapi manhua (komik china) yang bercerita tentang legenda tiga kerajaan. Tapi aku rasa yang ini harus dimasukkan, karena komik ini adalah komik paling menarik yang aku baca sebulan ini. Jika kamu nonton film seperti Battle of Red Cliff atau Three Kingdom : Rise of the Dragon dan menyukainya, kemungkinan kamu akan suka komik ini.

Ada sebuah review menarik dari Gunawan Rudi tentang Ravages of Time, bahkan aku tertarik mendownload 10 volume awal manhua ini karena review dari Gunawan.

Cerita komik ini dimulai dari kudeta yang dilakukan oleh penguasa tiran, Dong Zhuo yang menjadi perdana menteri dan memasang salah satu keluarga kerajaan sebagai kaisar boneka yang diatur oleh Dong Zhuo. Bloody Road to the throne saat Dong Zhuo mengeksekusi puluhan ribu pegawai kerajaan dengan melindas mereka dengan kereta beroda gigi besi saat mengantar sang kaisar ke tahta menjadi momen yang mengerikan dan berkesan di bagian awal novel ini.

Belum lagi kisah Lu Bu, jenderal tangguh yang diangkat sebagai anak oleh Dong Zhuo, yang akhirnya mengkhianati Dong Zhuo dan membunuhnya dan kisah perjalanan Liu Bei yang menolong dua kota dengan merampok dan menindas yang satu untuk membantu kota lain yang dijarah pasukan musuh.

Komik ini penuh dengan persinggungan prinsip-prinsip filosofi Cina dan kita bisa banyak belajar dari strategi para strategist di komik ini, mulai dari taktik Xhu Yu dalam mengambil hati para eks pemberontak Yellow Turbine sehingga mau bergabung dalam pasukan Cao Cao, sampai taktik Dark Art of War yang mengerikan dari Jia Xu, atau taktik dari Zhuge Liang (dan Sima Yi) memecah pasukan Cao Cao dengan taktik dan rasa takut.

Kelemahan komik ini hanya satu, tokoh-tokohnya kelewat banyak dan perkenalan mereka sangat singkat dan padat. Kamu bakal butuh panduan untuk lebih mengenal para tokoh dalam novel ini. Terutama para strategist yang menjadi murid Watermirror, para jenius yang membuat komik ini sangat menarik, yang pada awal perkenalannya semua memakai topeng.

Koleksiku sampai saat ini masih sampai volume 17.

—–

Kalau ada yang novel lain yang menurutmu menarik bisa direkomendasikan di kolom komentar. Selamat membaca! Bon Voyage!

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 20 Februari, 2009, in review and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Right hero or coward, each person has different view. Some choose to die with honor, but that’s the same as wasting their life. They don’t know if they had simply continued to live, they could have accomplished much more.

    Sima Yi – Ravages of Time

  2. Jiaaaah… 400rebu? *langsung kunang2*

  3. hehe, Ravages of Time baru baca ampe jilid 10

    emang cihuy Sima Yi, orang yg terakhir tertawa (anaknya ding)😀
    bener2 sudut pandang beda dari ROTK🙂

  4. Deeper? Tunnels? Belum baca sih, judulnya pun gak terlalu inget.
    Yang terakhir menarik, nanti aku cari ah. masih menanti red Cliff 2. paling pertengahan tahun baru samapai sini😦

  5. @KiMi
    Itu 3 buku.😀

    @Arm
    Setahuku baru sampek seri 18-an.
    Yang menarik sih clash of philosophy-nya

    @Takodok
    Heh? Deeper? Tunnels? Itu belum baca. Sedang mengurangi baca novel.
    Mangascannya ada di Remnant Warriors, search aja di Internet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: