Pertanyaan – Sebuah upaya untuk memahami industri kreatif.

Aku sedang mengamati sebuah industri yang sedang menggeliat kesakitan. Industri musik kita digerogoti dengan pembajakan dan menurutku daripada membuang energi untuk membasmi musik atau film bajakan, akan lebih mudah untuk mengganti aturan mainnya.

Dunia berubah, pembajakan semakin marak, dan margin keuntungan industri musik dan film tidak setinggi dulu lagi. Jika ingin survive, industri harus ikut berubah sesuai jaman. Seperti yang aku singgung di posting sebelumnya, kerakusan mereka akan marjin keuntungan besar harus dihentikan, dan lebih pro-konsumen.

Beberapa pertanyaan mulai menggelitik saat aku memikirkan konsep pembajakan dan industri musik.

  1. Jika harga CD dan produksinya meluncur jauh dari harga bertahun-tahun lalu, kenapa harga Audio CD bertahan di 50 ribuan?
  2. Hal yang sama untuk DVD, Kenapa DVD sangat mahal (100rb lebih)?
  3. Untuk membeli musik online (dengan format mp3, iTunes dlsb) kenapa dikenakan biaya 10rb per lagu (atau US$ .99 cents biasanya)? Bukankah harganya bisa ditekan menjadi nyaris nol karena tidak ada biaya distribusi kecuali bandwidth?
  4. Apakah industri musik seperti ini akan menjadi industri sekarat karena internet dan mudahnya melakukan p2p sharing?
  5. Dengan kemudahan mereka mendistribusikan musik mereka scara online, apakah para artis masih membutuhkan major label?
  6. Kenapa pembeli musik online legal diikat dengan DRM ? Sedangkan pembajak menikmati kebebasan?
  7. Apa sebenarnya yang kita beli saat membeli musik atau film?
  8. Pertanyaan yang paling menggelitik, kenapa seseorang membayar 9 ribu untuk memutar lagu dari artis sebagai ringback tone hanya selama 30 hari? Dan kenapa harus diperpanjang? Apa sih yang dijual di sini?

Mungkin aku salah memahami bisnis ini. Jika kamu tahu dimana kesalahanku, aku mohon pencerahan!

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 2 Maret, 2009, in idealist, IT, writting and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Curiosity kills the cat.😛

  2. yea rite, electricity killed the cat😉

    imo, yg dibayar mungkin ide kreatif orang yg menciptakan dan menyanyikan lagu tsb. Plus kemasan CD/DVD-nya kali, buat kolektor😛 .

    Misal kita di posisi si musisi, apakah semua dari kita (halah, bahasanya😛 ) rela musik/karya yg susah2 kita buat/nyanyiin tau2 dibajak orang ga jelas, sementara asap dapur kita tergantung dari karya kita itu?

    pasti ada yg rela, tapi banyak juga yg ngga rela. jadi ya, maap, ga bisa ngasi solusi nih🙂
    mungkin emang industri kreatif macem musik cuma efektif di konser aja yg kentara. kalo CD/DVD masih kemahalan, bakal jauh lebih banyak orang mengunduh ketimbang membeli🙂

    just my 2 cents

  3. Kalo orang beli ringbacktone, mungkin dia belom tau cara ngebajaknya gima supaya bisa dijadiin jadi RBT :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: