Tentang Iklan Politik

Q: Apa yang terjadi dengan sepatu kanan yang dilempar oleh SBY di tengah Laut Jawa dengan sudut 60 derajat?
A: Akan dipastikan oleh PDI-P sampai kepada yang berhak
– Sebuah guyonan di status FB-nya Galih BK (Bukan Kahima) kira-kira gitu skripnya-

Pernah lihat iklan PDI-P tentang BLT yang dikejam banyak orang karena terdengar munafik? Pernah dong… sering di TV kok…

Iklan itu dikecam karena menunjukkan kemunafikan PDI-P karena sehari sebelumnya Megawati secara terbuka mengecam BLT dalam kampanye dan selalu diulang-ulang dalam setiap kesempatan.

Benarkah PDI-P munafik?

Sepertinya begitu. Sampai suatu saat aku tiba-tiba merenungkannya kembali di atas bus transJakarta yang perlahan melintasi Otista. Entah karena keracunan timbal atau stress gara-gara macet dan banjir, tiba-tiba sebuah ilham datang padaku.

Tiba-tiba aku teringat sebuah pelajaran PPKn waktu SMP, salah satu butir sila keempat Pancasila, bunyinya kira-kira, “Melaksanakan keputusan musyawarah.” Guruku saat itu mengajarkan bahwa meskipun kita tidak sepakat dengan keputusan musyawarah, untuk kebaikan umum, harus tetap kita lakukan.

Itulah yang dilakukan PDI-P! Mereka memang nggak sepakat dengan BLT, tapi karena itu adalah keputusan bersama, mereka tetap akan mendukungnya, bukan malah mensabotase agar gagal. Hal ini menunjukkan sikap negarawan PDI-P! Tentu saja pesan “PDI-P tidak sepakat dengan BLT, tapi kami berkomitmen untuk melihatnya berhasil” terlalu susah diwujudkan dalam bentuk iklan. Pesan itu terdistorsi dalam penyampaiannya.

Di sisi lain, saat racun timbal mulai ternetralisir, aku sadar kemungkinan lain, PDI-P bisa saja munafik dan mencari kesempatan, atau itu simply miskomunikasi antara bagian penentu kebijakan dengan bagian publikasi.

Selamat memilih!

Moi? Golput lah… Tetep!😛

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 7 April, 2009, in experience, idealist, life and tagged , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Politicians are like diapers. They both need changing regularly and for the same reason.

    ~Author Unknown

  2. walahhh kampanye terselubung :p

  3. Keputusan bersamanya siapa? Mereka bukannya bangga jd oposisi?

    Kalo iklan depkominfo? Yg topi2 itu? Kampanye jg ato aku yg tll sinis?🙄😛

  4. @dr
    Kampanye terang-terangan iki…😛

    @takodok
    Oposisi itu untuk mengkritisi kebijakan yang akan diputuskan. Kalau sudah jalan ya berarti keputusan bersama.

    Iklan depkominfo belum pernah lihat.😀

  5. kalo melihat iklan itu, saya menangkap kalau masyarakat berterima kasih dengan PDIP dengan alasan PDIP sudah mengawal pelaksanaan BLT. pertanyaannya sejak kapan mereka mengawal BLT, wong setelah statemen itu putri Megawati baru datang ke kantor pos buat mengawal. selama ini ke mane aje?

  6. dasar munafik ,jangan buat rakyat jadi berantakan ,ya itu ,gazel,gazelaas sudah maki maki tapi mau pemilu karena BLT Rakyat pada suka akhirnya curi curi hati seakan akan bBLT miliknya, YA JELAS BLT milik sby. hanya umtuk bantu rakyat kecil ko .mega malah sudah menghina wong cilik segala,udah kaya kali ya,uang 200 ribu katanya ga ada artinya,100 perak aja susah nyarinya,ya ampiuun.seorang negarawan pemimpin ko segitu amat
    pemimpin malah harus mengetahui arti perjuanagan katanya partai………perjuangan.

  7. malu gue lihat iklan tersebut,yang buat /punya iklan ga malu ya …
    aduh mau taruh dimana ya muka gue klo jadi ……
    ga salah tuh iklanya…
    kayanya seprtinya orang kita masih bodoh bodoh amat ya..
    mau dibohongi…
    sudah tau ko mana yang benar mana yang salah
    mana yang cari keuntungan sesaat….kali kali blt itu miliknya
    ya ampun blt aja
    dasar…
    kemana aja sebelummya ngapain aja\orang bantu rakyat kecil aja dibuat susah
    di hina segala
    rakyat kecil emang perlu kail.pancingan yang ga punya apapun untuk bisa bergerak
    buat jalan sudah ada yang urus buat urusan perut orang mati siapa yang peduli

    hidup lanjutkan terus maju terus pa sby

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: