Transformer: Revenge of The Fallen (Movie Review)

Blog ini terlalu lama terbengkalai karena berbagai kesibukan. But let’s put all in past dan mulai dengan hari baru. A moview review, dengan bahasa campuran Indonesia-Inggris. WARNING: Sarcastic writting and Spoiler below!

Jumat kemarin aku nonton film ini di Hollywood KC 21 dengan seorang teman. Mari aku review film ini, and remember spoiler warning, but who cares?

Transformer dibuka dengan penyerbuan pasukan Aliansi Transformer dan Pemerintah AS ke Shanghai, China untuk menangkap sebuah Decepticon(atau 2 nggak jelas juga, mobil silver itu decepticon juga nggak sih?). Apa yang seharusnya misi sederhana menjadi perang terbuka di Shanghai, karena mendekati seorang robot raksasa tanpa penjagaan perimeter cukup bodoh.

Singkat cerita para autobot tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mendesain ulang Shanghai, manusianya menembaki robot tanpa guna, oh ya ada robot silver yang entah siapa namanya yang memotong mobil silver decepticon jadi dua (alasan utama aku gagal menghitung jumlah decepticon di sini, nggak jelas siapa yang decepticon mana yang autobots). Hei, itu yang terjadi kalau kamu tidak mengeksplore anggota Autobots yang terlibat di film ini dan lebih memilih fokus sama ABG labil bernama Sam Witwicky dan keluarga anehnya.

Kalau Autobots gagal siapa yang berhasil? Well, mereka mengirim sang pemimpin: Optimus Prime. Optimus Prime dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya berhasil melakukan apa yang 5 (6, 10 who cares this is “I rise, you all fails” kind of thing) autobots lainnya gagal lakukan, memotong kepala robot raksasa tanpa nama dan mengirimnya ke sungai. Ironhide pasti berpikir,”potong kepala? Kenapa nggak aku pikirkan itu?” Itulah akhir dari “Shanghai Reconstruction Act” oleh militer AS tanpa memicu perang Sino-AS.

Dari awal kamu tahu nadaku akan kemana, Yup, aku akan menghajar film ini sampai tidak ada yang tersisa. Mau lanjut? Jika tidak silahkan tutup blog ini.

Lalu cerita berlanjut pada Sam Witwicky, yang entah kenapa menjadi sentral film ini. Mungkin Michael Bay ingin memberikan wajah manusia pada film ini. Entah kenapa wajah itu tidak diberikan pada Major Lennox tapi ke Sam Witwicky. Mungkin mereka ingin mengulang kesuksesan film pertama.
Staff 1 : “Hey, ABG labil yang mencari cinta dengan robot Chevy Camaro kuning, let’s do it again.”
Staff 2: “oke, tapi anak muda ini sudah dewasa.”
Staff 1: “Kuliah! oke let’s make it like American Pie!”
Staff 2: “Remember Mark Zuckenberg? the facebook guy? Let’s throw some facebook-guy wannabe there”
Staff 1: “Oke… those geeks will buy it! They come to see facebook wannabe right, not silly Giant Robots Wars.”
Well, Michael, we go to movie to see giant robots wars not a campus flick, we go to see Hannah Montana for that, Capiche?

Let’s skip “I adore you”, “but you don’t say L-word” for tough-guy-wannabe Lebouf and confused-girl-looking-for-love Megan banter, let’s go to Bumblebee. Ini adalah seekor robot yang dijadikan pet oleh Sam, literally. Saat bahaya datang, Sam akan berteriak, “Bumblebee!” saat bahaya selesai dia akan berkata, “kembali ke garasi.” dan Bumblebee menurut. Why Sam head still in it place is beyond me.

Masalah bad story writting goes on and on. Seperti sebuah robot Decepticon yang transform menjadi seorang perempuan. Dan Sam Witwicky make-out with her, err… it. Shit! These is begging the question, kenapa kok decepticon jadi perempuan antah-berantah di kampus entah dimana, bukan Presiden AS? Oh yeah, bad storywritting, pardon me.

Dan so-called climax? Well, 13 robot Decepticon (menurut salah seorang prajurit) vs Autobots(questionable number) + tentara AS cukup seru, jika kamu tahu siapa-siapanya. Mana Megatron? Dunno, that’s Starscream? Dunno, Devastator? the big guy yang sangat eco friendly(seriously, Devastator mendaur ulang limbah besi di lambungnya, this is an eco friendly Decepticons) dan harus dihancurkan dengan laser (somesort) dari USS Kidd. termasuk juga acara rekonstruksi Petra dan Piramid (bukannya 2 tempat itu jauh ya?). That’s begging the question: how acurate is the reading of a GPS, sehingga USS Kidd yang ratusan km jauhnya bisa menembak tepat sebuah Devastator hanya dari koordinat, given the fact sebenarnya GPS-nya berjarak sekitar 100 m dari Devastator, lucky miss? No, bad storywritting? Yes.

The Finale? Optimus bangun dari kubur, menerima BFR (Big Fuckin Rocket) dari Jetfire, old decepticon-convert-to-autobots. (kenapa transformer yang sangat tua bisa jadi Blackbird yang cukup modern (ralat: Blackbird lahir 1966, so not that modern)) dan kick The Fallen and Megatron ass in the same time, end with the quotable, “I rise, you fall!”

Well, I can go on bashing this thing. But as I go, it’s not worth my time.

Conclusion:

Bayangkan the Faculty + American Pie + Transformer crossover. Bad crossover. Nevertheless, actionnya cukup memikat, for ADHD guys. Oh ya, mungkin karena alasan fokus cerita ke Sam adalah ketiadaan sponsor. Di Transformer yang pertama GM menjadi sponsor utama, itulah kenapa Bumblebee jadi Chevy Camaro bukan VW Beetle, sekarang GM sudah bangkrut(well, masih beroperasi sih) jadi…

Selamat menonton, semoga selamat sampai tujuan, ikhlas dari anda, halal bagi kami.

And, damn you Michael Bay!

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 29 Juni, 2009, in life and tagged , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. I rise, you fall!

    Most memorable quotes from this movie.

  2. *langsung baca ke conclusion*

    Ehm… Jadi intinya Transformer 2 jelek? *berpikir ulang nonton di bioskop*

  3. Mending nonton DVD-nya. Apalagi kalau ada Director’s Cut.

  4. Yeah, tetapi kan model film-film begini memang tidak bisa diharapkan dari storywriting-nya. Dua setengah jam aku sama sekali tidak memfokuskan diri pada ceritanya, tapi aksi dan pengambilan gambar, serta sound effect besi beradu di sepanjang film. Errrr… emang agak membosankan sih:mrgreen:

  5. @galih
    Mungkin mataku sudah tua, tapi actionnya sendiri kelewat ADHD. Nggak tahu mana Autobots dan mana decepticon. Terutama waktu perang di padang gurun. Yang keluar dari balik debu itu decepticon atau autobots? Trus headcountnya decepticon berapa, autobots berapa? Robot2 (kecuali Optimus dan Bumblebee) itu rasanya jadi canon fodder semua, ada di situ cuman buat ditembaki.

    Kepalaku agak pusing ngeliatnya.

    Film yang terlalu ambisius dengan storywritter yang nggak mampu nerjemahin semuanya.

    Kalau aku yang nulis, coret semua bagian dengan Sam dan jadikan Major Lennox mainstar-nya.

  6. Baik, 3 bulan lg saya tonton dgn kepala kosong saja *puas dgn cerita ulang plus komentar sarkas dimana-mana*

  7. You have been warned! >:)

  8. hehe..stuju bgt ama knp bkn si Lennox aja tokoh sentralnya?
    well,stuju jg si ama bagian ga jelas mana autobots,mana decepticon
    tp ga sburuk itu koq ratingnya,meski masih lbh bagus yg pertama
    ehm,benar2 kritikus film yg tanpa ampun ni?
    what’s ur next movie review?

  9. Jumat kemarin aku nonton film ini di Hollywood KC 21 dengan seorang teman

    the most interesting and also questionable part from your post above… kekekekekeek,, :p

  10. “That’s begging the question: how acurate is the reading of a GPS, sehingga USS Kidd yang ratusan km jauhnya bisa menembak tepat sebuah Devastator hanya dari koordinat”……… gini nih komentar org yg gak pernah pake GPS seri 60CSX…….. SOK TAU !!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: