Pelajaran dari program Buy America

Jika kita bicara soal negara maju superpower, maka kita akan teringat satu nama, Amerika Serikat. Baru-baru ini pemerintahan Obama meluncurkan program Buy America, sebuah program yang dirancang untuk merangsang perekonomian AS menjadi lebih sehat, dengan memaksa warga AS, dan perusahaan di AS membeli barang2 dari AS sendiri, dan harus 100% AS.

Okay, sure things. Ini akan membuat ekonomi AS maju kan? Ini bisa menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekonomi AS pulih dari krisis dengan cepat?

Ternyata tidak, saudara-saudara.

Ternyata ekonomi buy america membuat masalah:

  1. AS adalah negara yang punya pasar yang besar, hal ini juga berarti AS adalah sasaran ekspor dari negara lain, program buy america membuat ekspor ke AS berkurang dan merugikan negara lain, yang paling vokal soal ini adalah Kanada.
  2. Hal ini membuat banyak produk yang tidak bisa diproduksi di AS tidak bisa masuk.
  3. Membuat inefisiensi produksi dalam negeri. Pasar yang terproteksi selalu tidak efisien, karena bagi mereka “tidak efisien saja, produk sudah laku, kenapa harus efisien?”

Pada akhirnya, program buy america yang didisain untuk menciptakan lapangan kerja di AS, malah membuat lapangan kerja tidak berkembang karena pembangunan infrastruktur membutuhkan banyak birokrasi saat membutuhkan bahan-bahan impor.

Ekonomi memang cukup rumit. Tapi aku beri pelajaran simple yang aku pelajari dari buku-buku yang aku pelajari secara otodidak:

Menurutku ekonomi itu punya hukum paradoksial, semakin kita bernafsu untuk independen, semakin kita terbelakang secara ekonomi, contoh: Korea Utara dan AS sekarang, dan semakin kita membuka diri dengan perdagangan dan impor dari negara lain maka kita semakin maju, contoh: Singapura.

Aneh ya?

 

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 14 November, 2009, in life. Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Underlying most arguments against the free market is a lack of belief in freedom itself.

    Milton Friedman, Capitalism & Freedom, 1962

  2. kalo semakin bernapsu untuk jadi orang kaya, semakin susah jadi orang kaya ga?😛

  3. Tergantung.

    Yang jelas semakin kita cuman numpuk uang semakin susah kaya. Biar bisa kaya uang itu harus diputar, dengan resiko nggak mbalik.

  4. Makanya aku heran, paman Gober itu pelitnya kayak gitu kok bisa kaya ya?

  5. paman Gober itu pelitnya kayak gitu kok bisa kaya ya?

    Kaya dulu, baru pelit. Dia kan dulunya orang susah juga, jadi tukang bersihin sepatu di jalan, berkelana ke Klondike, dst.😛

  6. *oot*
    paman gober kaya karena dia menginvestasikan uangnya dengan tepat. pelitnya kan cuma sama diri sendiri……

  7. menurut saya sih ga aneh.. sama aja kyk gini: semakin kita menutup diri ya semakin susah kita jadinya. karena ga semua hal bisa kita lakuin sendiri. itu mnrt saya sih:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: