Surat Terbuka Untuk Mandala Air

Natal tahun lalu adalah pertama kali aku mencoba Mandala Air untuk penerbangan Jakarta-Surabaya. Cukup menyenangkan, meski pesawat sempat didelay sejam. Pesawatnya nyaman, jarak antar kursinya cukup lega, dan pelayanannya menyenangkan, nggak ribet. Nice airlines, I think.

Tapi ini semua berubah. Aku memesan 2 tiket terpisah untuk penerbangan tanggal 17 Desember 2009. Karena keribetan dan kesalahanku dalam mengisi form di website, aku akhirnya memiliki 2 tiket dengan nama yang sama, yang satunya sebenarnya buat eyangku. Aku kira tidak masalah, toh karena jika masalah maka sistem akan menolak. Dan nantinya bisa mendaftarkan penumpang di bandara. No problem kan?

Konyolnya, ternyata hal ini bermasalah. Kapan aku tahunya? SEHARI sebelum keberangkatan. Pihak dari Mandala menelepon dan mendesak saya untuk mengganti nama di salah satu tiket itu. Caranya? Cancel reservasi dan beli baru, total biaya yang harus dikeluarkan: 1 JUTA! karena untuk peak season ini, harga tiket sudah sangat tinggi.

Setelah saya tanya-tanya dan desak terus, penelpon dari Mandala ini tidak memberikan alternatif lain selain jalan itu padahal di website Mandala, bagian FAQ jelas tertulis:

Bagaimana-kah jika saya tidak mencantumkan nama di tiket yang sesuai dengan KTP/ID?
Nama yang tertera pada tiket harus sesuai dengan yang tertera di KTP/ID. Jika tidak sesuai, maka nama harus diganti secepatnya sebelum hari keberangkatan. Pergantian tersebut akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh Mandala.(ketentuan mengenai penggantian nama diterangkan di bawah). Apa-bila pada saat check-in nama penumpang tidak sesuai dengan KTP/ID maka Mandala memiliki otoritas untuk tidak menerbangkan penumpang tersebut.

See? Seharusnya menurut websitenya Mandala sendiri, penggantian nama itu dimungkinkan, dan jelasnya tidak lewat cancel dan reservasi ulang, karena pada dasarnya prosedur itu bukan penggantian nama.

Anehnya, ketiga orang perwakilan Mandala, penelpon saya, call center yang saya hubungi kemudian, dan Pak Jimmy, petugas yang melayani aku ternyata sepakat bahwa cancel dan reservasi ulang adalah jalan satu-satunya.

Jadi pada dasarnya, Mandala memaksa aku untuk membayar 1 juta untuk tiket yang telah aku beli. Pada akhirnya, aku terpaksa membatalkan kedua tiket itu dan pesan untuk penerbangan Jumat tanggal 18 Desember, dengan masih harus nambah 460rb. Konyol kan?

Keluhan:

1. Kenapa Mandala megharuskan aku harus membayar lagi sebesar 2 kali harga tiket yang sudah aku bayar untuk tiket yang sudah aku beli? SATU JUTA! Untuk tiket yang sudah aku beli.

2. Kenapa Mandala tidak menyediakan mekanisme penggantian nama yang sederhana untuk tiket, kalau bisa bebas biaya? Karena toh tiketnya sudah dibeli. Dan untuk kasusku, kan hanya kesalahan mengisi nama, bukan niat nyalo.

3. Kalau memang itu salah, kenapa uangku diterima oleh Mandala, dan Mandala tidak menyediakan validasi untuk ini? Sebagai catatan, di Lion Air tidak dimungkinkan 2 orang dengan nama yang sama untuk memesan tiket untuk penerbangan yang sama, bahkan untuk pemesanan via web.

4. Jika memang salah, kenapa kok Mandala baru memberitahu SEHARI sebelum keberangkatan?

5. Jika Mandala bisa hanya via sms bisa mengubah jadwal penerbangan (penerbangaku hari Jumat seharusnya jam 20.20 dan diubah jadi 19.45) kenapa mengubah nama penumpang harus cancel dan reservasi ulang?

6. Kenapa harus mempersulit penumpang yang ingin mematuhi ketentuan dari Mandala?

7. Apakah permintaanku untuk mengganti nama itu susah dipenuhi sehingga tidak bisa dipenuhi oleh Mandala tanpa aku membayar sejuta?

Dan yang terakhir, penerbangan pulangku dari Surabaya akan menjadi penerbangan terakhirku dengan Mandala. Malas naik penerbangan yang mempersulit penumpang gini.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 16 Desember, 2009, in life and tagged , , . Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. Telah dimasukan juga ke websitenya Mandala. Nomor Inquirynya FF5F0A, dan bisa dicek di sini: http://www.mandalaair.com/inquiry-form-history.aspx.

  2. semoga masalah ini bisa segera ditangani ya…

  3. IMO Sepertinya tiketmu yang satu lagi, karena namanya sama, sudah dibatalkan oleh maskapai dan kursinya sudah dilelang ke orang lain (tanpa sepengetahuanmu), karena itu tuk bisa menggunakannya lagi, kamu harus beli kembali, tentu dengan harga yang lebih tinggi lagi dari harga terakhir.🙂

  4. @jensen99
    Kalau itu kasusnya ya males, rek.
    Selalu ada kecurigaan kayak gitu. Tapi biarlah… Lagi nyari2 regulasi soal ini juga.

    @cK
    Lho kepastian berangkatnya ada.
    Sekarang gimana kasus ini nggak kejadian lagi.

  5. hahaha, kualat kowe… tiap kali temen kawin kamu selalu alesan “ndak due duik” sih😛

    *OOT*

    btw…. sistemnya memang bosok…… so what? seharusnya kalo emang kamu salah mesan tiket dengan 2 nama yang sama (dimana seharusnya ini tidak dimungkinkan) …. sedari awal memang seharusnya kamu sudah berasumsi bahwa yang kamu pesan cuma 1 tiket kan? bukannya malah memaksa mengupgrade sistem yang bosok supaya bisa mengganti nama😛

    nah kalo sudah tahu memang kamu cuma “berhasil” pesan satu tiket, ya sudah, jangan berharap dengan mimpi kalo kamu bisa ganti nama, ya memang beli tiket lagi itu jalan keluar yang paling masuk akal ….. janganlah rendahkan dirimu serendah sistem bosok mereka Dan😛

    kalau masalah customer service yang tidak menyenangkan…. ya itu sama kek milih baju Dan… pengalaman setiap orang tidak pernah sama antar maskapai…… dengan maskapai singa yang kamu puji itu pun tentunya orang juga pasti ada yang pernah dapat layanan buruk…. ya that’s how business run, customer service itu gunanya memang cuma buat menjadi pelampiasan kemarahan, bukan untuk menyelesaikan masalah wkwkwkkwkwkwk

  6. hehehehe setuju ama mardun deh. koen kualat be’e hehehe

    Pergantian tersebut akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh Mandala —> caranya yah cancel dan pesen lagi heheh

    Namanya pesen online yah, kamu harus teliti. Ga boleh ada kesalahan pun bahkan anggep aja ga bisa reschedule. Ada perubahan satu hal jadi hangus deh. Itu resikonya.
    Jangan terlalu nyalahin airline. Emang bener kata mardun, setiap orang punya pengalaman & kesan yang beda2 ama setiap airline.

    btw, apa kamu ga notice juga kalo kamu beli 2 tiket dengan nama yang sama? Kenapa nunggu Mandala yang warning?

  7. Saya nggak tahu kali…
    ada kebingungan saat itu gara2 jadwalnya tiba2 ganti tanpa sepengetahuanku, jadi fokusnya itu dulu.
    Trus namanya ditaruh dimana juga g ngerti.

    @mardun
    Ya itu dia.. sistemnya kan bosok, ya pilihannya adalah menerima pelajaran dan nggak pakai Mandala sampai sistem yang aneh itu diperbaiki.

    Cari yang lain yang bisa memperlakukan dengan baik.

    Tapi asli dun… seng wingi iku g sido gara2 mulih maneh pas natal. Nggak kuat aku mulih peng pindo dalam sebulan.

    @wina
    Pelajarannya gitu sih win…
    Emang kudu teliti, tapi sistem yang menghukum ketidaktelitian orang mbikin jengkel. Apalagi faktanya aku sudah mbayar.

  8. wkwkkwkwkwk awas pokoke nek kawine Tyo kowe alesan ndak due duik… siapkan dana tiket untuk bulan *****😛

  9. Kalau ada libur panjang mungkin pulang, dun.
    Tergantung keadaan dompet lah…😀

  10. Kacau ya. Ngubah nama gitu masa gak bisa, padahal masih sehari lagi. Atau mungkin ‘kebijakan’ baru harus cancel dan beli lagi, biar menambah jumlah pembelian tiket mereka. Btw cari penerbangan yang simple aja, Lion mantap tuh. Sriwijaya juga oke, cuma jarak kursinya sempit, gak nyaman.

  11. Aku cek ke websitenya, belom ada tanggapan ya dari pihak mandala? Atau dibalas via email?

  12. Sudah dibalas via telepon. Intinya ya emang gitu aturannya.

    Kalau begitu, posisinya tetap sama. Sampai aturan itu diubah, ya nggak bakal pakai Mandala.😀

  13. padahal kan manusia gudangnya salah dan lupa…

  14. Wah, turut berduka cita, Dan. Tp pelajaran sih emang, kalau pake pesawat low cost carrier Indonesia, jangan banyak berharap. Ditanggapi dengan santai aja lha percuma marah2 ga ada hasilnya. Customer adalah Raja mah bukan menjadi budaya service mereka lagi.

    Aku juga kalo santai banget (ga ada jadwal yang padat) baru naik penerbangan air asia ato mandala gt. Kalo udah menyangkut kerjaan, urusan keluarga, ato tour…amit2 Dan, pilih yang agak mahalan dikit tp acara kita ga buyar/berantakan.

    Udah banyak kasus2 tour kacau balau, bisnis gagal, dll gara2 ketidak-professionalan maskapai penerbangan low cost carrier. Penundaan dan pembatalan bahkan beberapa kali terjadi di hari H.

  15. Setuju komennya Aris, kalau penting mendingan pakai Garuda. Tapi di lain pihak, cuma masyarakat sekelas Aris yang punya pilihan begini, kebanyakan tidak punya pilihan.

    Idul Adha kemarin aku sampai rumah jam lima pagi dan karena sudah dua kali dikerjai Air Asia, aku tidak akan naik AA lagi. Ketika ditelepon tentang pergantian jadwal aku bilang iya aja, percuma naik darah, kasihan mbak-mbak CS-nya yang digaji untuk menerima caci maki pelanggan.

  1. Ping-balik: PlusGuard Mandala buat apa coba? « a smiling face….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: