A Pursuit of Happiness

We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal; that they are endowed by their Creator with inherent and inalienable rights; that among these, are life, liberty, and the pursuit of happiness;

– Thomas Jefferson – Declaration of Independence

Suatu hari @galeshka di plurknya bertanya tentang definisi kebahagiaan. Banyak jawaban yang mengalir di plurknya. Beberapa definisi yang didaftarkan:

CR10 says fun and joy :-))

uchie says kalo gue bisa makan kenyang, kalo gue bisa tidur nyenyak kalo gue bisa nyanyi dan joget2 dengan bebas itu happiness!!! (haha)

konyolnya ts-nya sendiri berpikir bawa happiness itu nggak bisa dideskripsikan:

galeshka  memeth_meong: my definition? actually i quite a agree that it’s indescribable. but it’s not a hurt to try, right😀

Lalu aku menjawab:

happiness is accepting reality as-is and believe that this is the best reality of all possibilities.

Itulah yang kepikir saat itu kalau ditanya soal kebahagiaan. Buatku ada beberapa hal yang membuat orang bahagia, dan semuanya adalah soal cara dia memandang kehidupan. Mari kita namakan, inner-happiness.

Apa saja yang bisa membuat manusia bahagia?
Beberapa resep kebahagiaan yang aku tahu adalah: Acceptance(menerima) dan Grateful(bersyukur), Positive thinking(berpikir positif), Success(keberhasilan), Ignorance(cuek), dan Simple Life(Hal-hal sederhana). Mari dibahas satu persatu:

1. Menerima dan bersyukur.
Ini adalah tipikal orang Jawa. Orang Jawa itu pada dasarnya adalah orang yang nerima dan bersyukur. Itulah kenapa orang Jawa itu sabar dan bahagia. Misal ada orang Jawa ditabrak motor mereka akan bilang “Untung cuma lecet nggak patah”, kalau ada yang patah mereka bilang “Untung cuma patah nggak gegar otak”, kalau gegar otak mereka akan bilang, “untung gegar otak nggak mati”, dan kalau mati mereka bilang, “Untung matinya nggak menderita”.

Definisiku mirip banget dengan “keuntungan” orang Jawa. Definisi di atas oleh orang Jawa bisa direfrase jadi: “Menerima kenyataan apa adanya dan pengakuan bahwa ada alternatif yang lebih buruk.”

2. Positive Thinking
orang yang bahagia biasanya berpikir positif tentang banyak hal. Mereka percaya bahwa hari esok akan lebih baik. Bahwa penderitaan atau masalah ini sementara, dan pasti ada jalan keluar.

3. Success.
Seperti yang orang bilang, sukses membawa kebahagiaan. Siapa sih yang nggak senang kalau mendapat promosi, kenaikan gaji, berhasil lulus kuliah, atau menikah?

4. Ignorance.
Seperti kata pepatah: Ignorance is a bliss. Untuk bahagia kita harus bisa mengabaikan hal-hal negatif di dunia. Kadang kebahagiaan itu ditentukan oleh kemampuan kita untuk mengabaikan hal-hal yang membuat kita sedih atau marah. Teman yang menyebalkan, project yang mepet deadlinenya, TA yang belum lengkap, dll.

Kita harus bisa mengabaikan itu sementara, menyepi, menghilang dari masalah, mengisi diri dengan kebahagiaan, keceriaan, agar ide-ide dan semangat baru mengalir.

5. Simple Life

Hidup yang sederhana itu hidup yang bahagia. Aku selalu (berusaha) menemukan senyum dalam hal2 kecil. Anak kecil yang bermain2 di tengah kemacetan, Foto matahari yang indah di ufuk barat, atau bekas kusen yang dipakai main pedang-pedangan. Seriously, my friends always think that I am childish and playful, and of course, weird.

And as takodok write it better: Semakin kita tua, kita semakin susah bahagia.

Ask: Terus kalau sudah bahagia?

Ans: Sebarkan! Dunia terlalu penuh dengan kabar buruk, sebarkanlah kabar gembira, kabar bahagia ke dunia.

Ask: dnial itu ngarang. Kebahagian nggak kayak gitu.

Ans: Trus gimana definisimu? Gimana kamu mencari kebahagiaan, bagilah denganku. Baik di kolom komentar atau posting blogmu.

Like they said:

Happiness divided by two is multiplied.
– Leonid S. Sukhorukov, All About Everything (2005)

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 11 Januari, 2010, in life. Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. Most people measure their happiness in terms of physical pleasure and material possession. Could they win some visible goal which they have set on the horizon, how happy they could be! Lacking this gift or that circumstance, they would be miserable. If happiness is to be so measured, I who cannot hear or see have every reason to sit in a corner with folded hands and weep. If I am happy in spite of my deprivations, if my happiness is so deep that it is a faith, so thoughtful that it becomes a philosophy of life, — if, in short, I am an optimist, my testimony to the creed of optimism is worth hearing.

    Helen Keller in Optimism (1903)

  2. too much analysis makes you paralysis (ninja)

    spt yg aku bilang, terlalu sibuk mendefinisikan kebahagiaan, apa ga berarti tnp sadar kita udah mensyaratkan utk ‘being happy’ ?

    spt halnya dg uraian di atas, 5 hal yg bisa membuat bahagia. kalo 5 hal itu ga ada, thus kita gak bahagia?

    ya gapapa sih, kl memilih demikian.

    yg jelas, aku sering mendoakan orang: Be Happy Unconditionally😀

  3. aaaaahhhh terimakasih postingnya membuatku bisa tersenyum lagi sore ini🙂

    then indeed, happiness divided by two is multiplied

  4. Ndak juga… aku kan cuman bilang kenapa orang bisa bahagia. Saya ini orang Jawa, nerimo, jadi bahagia. Aku hanya mencari tahu kenapa dan gimana aku bisa merasa bahagia.

    I just humbly point out why or how people can be happy.😀

  5. Kenapa pada ketularan mempertanyakan kebahagiaan, hah? Hah? Ini jenis pertanyaan yg seakan memadamkan lampu pesta, mematikan hingar bingar keriaan. Coba deh lempar pertanyaan apa itu bahagia ke orang yg nampaknya sedang bahagia. Cepat atau lambat senyum sumringahnya akan pudar. Cari masalah kan?

    Eniweeii, aku kesindir. Wuuh!😆

  6. desti, kl orang yg ditanya begitu trus senyumnya mendadak pudar, trus merengut, itu artinya gak betul2 bahagia doms😛

  7. Mungkin rada OOT, tapi I can’t help not to ask this.

    Mana yang lebih penting, life pursuing happiness atau life pursuing achivements? Tentu saja dalam konteks ini achievements yang bisa dirasakan orang banyak. Misalnya, saya ingin bekerja mengurusi Large Hadron Collider di CERN, karena kalau penelitian sukses, ini akan berguna bagi orang banyak. Secara potensi saya mampu, tapi ternyata perjalanan ke sana tidak mudah, dan saya stres berkali-kali. Gimana pendapat Anda?

    Makasih.😀

  8. Yah typo, maksud saya achievements.😀

  9. @takodok
    Dasar labil…😛

    @lambrtz
    Lha terserah… Mau bahagia atau mau stress.😛
    Wkwkwkwk….

    Kan udah saya bilang, bahagia itu berarti menerima kenyataan apa adanya, lha kalo pengen berguna, mengubah dunia kan berarti tidak menerima kenyataan bahwa dunia ini ndak bener, tho?

    Berarti ndak bakal bahagia sebelum dunia ngikutin apa yang dianggepnya ideal, ya tho?

    Yang penting: Ikuti kata hati.

    Soalnya, kalau hati pengen ngejar achievement, kalau hidup normal yang sederhana, bisa2 malah ndak bahagia, juga… Menyesali, dulu kok nggak gini… nggak gitu… Hidup kok gini2 aja…

    trus bahagianya kapan? Ya kan bahagia itu soal sikap juga, Syukuri bisa masuk proyeknya CERN, syukuri dana penelitiannya disetujui, syukuri kalau mesinnya jalan dan dunia ndak kiamat, banyak lah… Wes paling enak, cari hal2 kecil yang bisa bikin kita senyum. Lalu sebarin ke orang.

    Intine: Berbahagialah mereka yang miskin, karena merekalah yang memiliki bumi, eh… :p

  10. saya jadi inget percakapan Meredith Grey kepada pdikolognya. Kira2 seperti ini :
    Dr. Meredith Grey: [to her shrink in the elevator] what was the point? All those hours and all that money. what’s the point? The world is a horrible place. Young people die of diseases. It makes absolutely no sense to try to be happy in a world that’s such a horrible place.
    Dr. Wyatt: [to Meredith] Yes.
    Dr. Meredith Grey: What?
    Dr. Wyatt: Yes, horrible things do happen. Happiness in the face of all of that… that’s not the goal. Feeling the horrible and knowing that you’re not gonna die from those feelings, that’s goal.
    Dr. Wyatt: [she stops the elevator] And you’re not done. You’ve made progress because you’re feeling and you’re telling me about it. Six months ago, it would’ve been just you and a bottle of tequila. My door is always open.

    Dont run, face it and stay alive.
    Cheers😉

  11. @mbak meth
    Probably. Dan jenis orang begini cukup banyak. Kita butuh pribadi zuper! *halah*
    Asli bercanda ini komennya😆
    Yg seriusnya, i hate definition:mrgreen:

    @dnial
    Am unpredictable you know😈

  12. cik angele toh Dan kalo mau bahagia?

    happiness itu pilihan Dan…. kalau kamu memilih untuk happy ya just happy… ngapain susah susah….😛

  13. cih baru liat, namaku dipake *nunggu royalti makan-makan*

    when happiness becomes a target to achieve, then you’ll have to stand a chance of losing it. in fact by the time you started to chase it, you already loose it.

  14. jadi ingat film Pursuit of happiness nih…😀
    tiap orang punya cara masing-masing untuk bersenang-senang..
    tapi, harus ada kesenangan lain yang kudu dikejar, yaitu happiness atau kebahagiaan..
    selamanya kita nggak akan memiliki happines yg mapan..
    begitu mendapatkannya, dia bakal pergi lagi dan kita kudu selalu dan selalu mengejarnya (pursuit)….hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: