TOEFL IBT from Dummies

Ini adalah posting singkat tentang pengalaman mengikuti TOEFL IBT. Ada hal-hal yang akan dibahas mulai awal pendaftaran sampai testnya.

Pendaftaran dan Pembayaran.

Untuk mendaftar dan mengikuti test TOEFL IBT, kita harus mendaftar langsung ke ETS via websitenya. Setelah pendaftaran usai, kita bisa langsung mendaftar untuk test TOEFL IBT. Kita tinggal memilih dimana kita akan mengambil test, dan kapan kita akan mengambil test. Test akan dilakukan setiap hari Sabtu.

Untuk pembayaran ada 2 cara: menggunakan voucher yang bisa dibeli di perwakilan ETS di Indonesia. Di Jakarta, ada IEEF di Menara Emporium, Kuningan lantai 28, tapi saat Desember aku ke sana ternyata mereka kehabisan voucher. Cara lain adalah via kartu kredit. Di sini, berhubung aku katro dan nggak punya kartu kredit, terpaksa minjem CC-nya Wina buat mendaftar. Biayanya: 165 USD.

Mengambil Test.

Karena tidak adanya persiapan khusus untuk test, maka kita akan mengabaikan bagian persiapan. Tapi dari pengalamanku aku harap kita bisa belajar satu dua hal yang kudu dipersiapkan sebelumnya.

Beberapa tips:

  1. Pastikan kita tahu dimana persisnya tempat kita akan mengambil ujian. Perhatikan kemacetan yang mungkin terjadi.
  2. Persiapan yang cukup. Tidur yang cukup. Jangan begadang. Trust me, for morning test, It doesn’t work.
  3. Datang pagi ke tempat ujian. Aku datang jam 8:30 padahal jadwal test jam 10:00. Hal ini menguntungkan karena aku kebagian jadwal test di awal2.
  4. Jangan minum kopi sebelum test, siapkan bekal air minum yang cukup.
  5. Sebelum test, pastikan kencing dulu. Kita baru bisa ke belakang saat break, tidak bisa saat test.
  6. Jangan ngantuk.
  7. Bawa identifikasi KTP atau paspor.
  8. Gunakan headset anda setiap waktu untuk mengurangi kebisingan di sekitar anda.
  9. Okay that’s it.

Langsung ke testnya. Testnya terbagi menjadi 4 bagian: Reading, Listening, Speaking, dan Writing.

  1. Dalam bagian Reading kita diberi artikel tenang berbagai bidang, lalu kita menjawab pertanyaan berdasarkan artikel itu. Ada 3-5 artikel dan setiap artikel memiliki 14-17 pertanyaan. Pertanyaan terakhir kita menyimpulkan isi artikel dengan memilih kalimat yang sesuai.
  2. Di bagian Listening, ada beberapa bagian. Setiap bagian terdiri dari 1 sesi percakapan dan 2 sesi kuliah, setelah setiap sesi kita menjawab 6 pertanyaan. Kita bisa mencatat sesi ini. Aku menemukan bahwa catatanku kurang bermanfaat. Menulis sambil mendengarkan itu susah, apalagi kita tidak tahu apa yang harus dicatat. Tapi aku sarankan mencatat saja.
  3. Speaking, aku agak terseok-seok di sini. Ada 2 bagian untuk memberikan opini, dan 4 bagian dimana kita menyampaikan informasi. Persiapan per pertanyaan cukup mepet 15-30 detik dan waktu bicara singkat saja 30-60 detik.
  4. Writing, ada 2 bagian juga. Satu tentang menyimpulkan informasi. Ada 2 sumber informasi, artikel dan kuliah. Kedua bagian itu bisa saling sepakat, atau kontradiktif. Kita hanya perlu menyimpulkan dari kedua sumber itu, bukan menyampaikan opini kita sendiri. Bagian kedua adalah soal opini. Ada sebuah statement, kita bisa memilih sepakat atau tidak dengan statement itu dan menulis artikel sesuai posisi kita.

Okay, that’s it I guess.

Pelajaran

3 bagian test reading, writing dan listening aku rasa cukup mudah.3 bagian Test TOEFL ini cukup mirip dengan apa yang kita lalui sehari-hari. Bagian speaking sedikit tidak intuitif. Berbicara 60 detik tentang suatu topik dengan persiapan minim, meski bahannya sudah ada, perlu latihan. Apalagi, kita hanya bicara ke mik dan tidak melihat lawan bicara kita. Jika kita ingin sukses test TOEFL bagian inilah yang perlu diasah, mungkin dengan mengambil kelas conversation sebelum ujian.

Selain itu, ini adalah test individu. Waktu mulai tiap orang berbeda-beda. Saat kita sampai di titik tertentu, kawan di samping kiri dan kanan kita mungkin mengerjakan soal yang berbeda. Maka, saat kita sesi writing atau listening bisa saja teman di kiri dan kanan kita sedang dalam sesi speaking. Itulah kenapa aku menyarankan datang duluan, untuk menghindari konsentrasi hilang saat kiri dan kanan kita masuk ke bagian speaking, sementara kita mengerjakan yang lain. Headset tidak bisa meng-cancel semua kebisingan.

Oh ya, hasilnya keluar antara 2-3 minggu.

Simpulan

Test TOEFL IBT sangat berbeda dengan test TOEFL di ITS. Tidak ada memilih kata untuk melengkapi kalimat, tidak ada memilih grammar yang baik, dan tidak ada percakapan pendek dan pertanyaan. Persiapkan diri dengan baik, dan kita akan sukses.

Goodluck, and Have a nice day!

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 16 Januari, 2010, in life. Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. The ten thousand questions are one question. If you cut through the one question, then the ten thousand questions disappear.

    Zen saying

  2. Nice sharing gan… Jadi kesimpulannya internet based jauh lebih berat daripada paper based ya?

  3. @galihsatria
    Kayaknya sekarang yang paper based sudah dikurangi. Cuman dikit yang nyediakan.

    Kalau mau yang versi ITP yang katanya harganya sekitar 30 USD-an. Yang orang bilang Institutional. Tapi ya gitu, masih ada resiko nggak diterima di uni yang kita tuju.😀

  4. Dan, aku masih bingung soal kondisi tes. Jadi dalem 1 ruangan itu bisa diisi oleh beberapa orang kan, trus tiap orang bisa beda2 kena bagian tesnya. Resikonya kan bisa bising kalo dah ada yang nginjek bagian speaking. Duduknya kek di lab bahasa yang ada kaca2nya itu kah? Or else?
    Pengawasnya gimana cara ngawasinnya?

  5. Enggak persis gitu, win.
    Yang di EEC itu: setiap orang dipanggil satu2 menurut datangnya, makanya lebih enak datang pertama. Dipanggilnya sekitar 5-10 menit sekali. Setelah masuk langsung ambil foto and tes. Otomatis kan mulainya beda2. Urutannya tetap sama Reading-Listening-Break-Speaking-Writing.

    Nah kalau kita duluan masuk otomatis masuk speakingnya duluan. Keganggu waktu listening, trus ada orang lain ngomong, itu nggak enak banget. Makanya, mending datang duluan.

    Bentuknya lebih mirip ruang di warnet. Bersekat2, tapi nggak terpisah. Bisa sih liat sebelah, tapi pasti yang dikerjain beda.

    Ngawasinnya juga g ketat. Tapi emang ngaruh?

  6. thanKs waT inFonYa y..
    d u ThinK its usefull to take TOEFL prep beFore taKin d eXam? (whre cn I do that?)

  7. makasi infonya ya om dnial😀
    tes TOEFL di tempat saya masih seperti yang di ITS soalnya. oya btw, mau universitas mana? *kalo boleh tahu sih*

  8. makasi banget infonya. hasilnya bisa langsung dikirim ke univ nya kan ya?

  9. lokasinya nanti dikasih tau setelah kita bayar gitu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: