Tentang Menara Kesendirian

Fortress of Soltitude

Fortress of Solitude

Suatu hari Sabtu, supir rumah, Pak Badri, tiba-tiba menegurku yang memang hari Sabtu yang cerah itu nggak kemana-mana, “Mas, sampeyan iku nek Sabtu kok nggak ngangdi-nangdi, mangan turu nang omah ae. Mlaku-mlaku ngono, nang mall ngono lho…” (terjemahan: Mas, kamu itu kalau Sabtu kok nggak kemana-mana, makan tidur di rumah saja. Jalan-jalan gitu, ke mall gitu) Ingin sebenarnya membantah mangan-turu itu harusnya mangan-turu-nelek atau sebenarnya aku di kamar juga sibuk membaca buku, menonton film, atau main game.

Tetap, poin argumennya valid. Kadang kesendirian ini bikin aku terlihat agak aneh. Padahal hal ini berawal dari kebiasaan lama waktu kuliah. Kuliah di kampus TC sering menuntut 20 jam di kampus dan menyisakan sedikit waktu untuk istirahat. Hal ini disiasati dengan menyiapkan waktu 2 hari Sabtu-Minggu dimana aku di rumah bebas dari segala tugas dan kewajiban kuliah. A personal fortress of solitude.

Di rumah, aku masih bisa ngobrol sama orangtua dan adik-adikku. Tapi di Jakarta, rumah di hari Sabtu-Minggu itu kosong, dengan penghuninya juga jalan-jalan. Sementara aku yang sudah bosan dengan mall di Jakarta mulai malas berkelana di mall. Aku lebih memilih tinggal di rumah.

Apakah itu salah?

Dalam menara kesendirianku aku bisa telentang, tenggelam, mengikuti alur pikiran sampai selesai, bercerita, membaca, berkonsultasi dengan diri sendiri.

Apakah itu aneh?

Sebagai seorang yang sebenarnya introvert, aku perlu waktu sendiri untuk mencharge hari2 yang semakin kejam, rapat-rapat melelahkan yang menuntutku untuk bicara dan berpikir keras dalam waktu yang sama, dan saat harus memeras otak untuk baris demi baris lirik kode. Aku lelah.

Biarkan aku beristirahat.

Tapi ada kalanya kita perlu keluar dari segala rutinitas, berkelana mencari petualangan baru. Pak Badri benar, mungkin sesekali aku harus keluar dari menara kesendirian ini.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 3 Maret, 2010, in experience, idealist, life and tagged , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. He could hear nothing: the night was perfectly silent. He listened again: perfectly silent. He felt that he was alone.

    James Joyce in Dubliners

  2. Like this.
    Gag aneh,,sah-sah sajo klo itu bkin qt sdikit relax…
    Masing2 punya cra tersendiri kan mas..
    *belajar berpendapat*

  3. ehm… Ada banyak cara untuk beristirahat kan? Pilih aja yang kira2 menyenangkan hatimu. Kalo bosan, cari cara yang lain. Yang penting seimbang saja. *ini maksudnya seimbang antara klo lg pengen sendiri ya sendiri, klo lagi pengen keluar mencari sesuatu yg baru ya sok atuh*

  4. Kalo cara itu terasa nyaman, berarti nggak salah. Jangan-jangan kalo weekendnya dipake untuk jalan-jalan (entah ke mall atau ke tempat lain), malah bikin stres😛

  5. @manggihmudo
    Nah itu dia.. kadang sendirian melulu bikin depresi.

    @takodok
    Kota dimana kau berada?😛

    @Kimi
    Sesuai keinginan aja ya..
    Tapi kadang pengen kayak dulu, mengelilingi diri dengan teman2 yang familiar, apa daya di kota terkutuk ini susah ngumpulin teman.

    @mya
    Pengennya sih ngobrol seharian sama teman.
    Alternatif kedua ya sendiri aja😀

  6. kalo dengan mendekam di kamar bisa mengistirahatkan badan dan pikiran, ya sah-sah aja. kalo teman-teman susah dikumpulin secara nyata, ya secara internet sahaja, walau ga benar2 nyata, tapi lumayanlah untuk sekedar menghibur diri😉

    Kota dimana kau berada?

    hihihi…. *hembus-hembus*

    ya sudahlah, selamat beristirahat:mrgreen:

  7. mangan-turu-nelek

    Ngguyu ngakak aku, wis suwe gak krungu kalimat iki… :D:D

  8. mangan-turu-nelek

    Ngguyu ngakak aku, wis suwe gak krungu kalimat iki… :D:D

    Yah, kadang kita butuh waktu untuk bersantai dan menyendiri, kabur dari rutinitas sehari-hari.🙂

  9. ah, setiap orang punya cara yang berbeda untuk menikmati liburnya. ada yang seperti saya, suka cuci mata di mall. ada yang suka di rumah saja…
    tapi ya mungkin benar, ada kalanya kita perlu lepas dari rutinitas di waktu libur.

  10. errr… judulnya typo tuh… atau memang disengaja?🙄

  11. Ahh, sama seperti diriku.. Orang intovert itu memang begitu, butuh waktu untuk diri sendiri untuk istirahat setelah berinteraksi dengan dunia luar😛.

    Pak Badri benar, mungkin sesekali aku harus keluar dari menara kesendirian ini.

    Keluarnya bareng2.. jangan sendirian juga😛

  12. Tidak aneh. I enjoy my weekend surfing the intahwebz.😛

    *sesama introvert*

  13. @Rukia
    Tuh… mulai..

    @Asop
    Tapi g semua orang melakukannya tiap minggu😛

    @itikkecil
    Sudah bosen ngemall. Isinya ya itu2 aja… Kalau ndak ada yg dibeli males.😛

    @mizzy
    Mbak Sukma mau menemani?😛

    @lambrtz
    Kayaknya situ lebih introvert😛

  14. Jadi itulah mengapa jika di aku muncul fotografi, buku-buku, piano, dsb dsb… ha ha ha:mrgreen:

  15. hahaha you sound like me….i need to be alone in weekend *hubby is an exception*

  16. Bagaikan Clark Kent yang bersembunyi dari sisi kemanusiaannya.

  17. yah ke molnya jangan sendirian atuh, gantian sama orang yg beda2, kan pengalamannya jg jadi beda😀, masih mending di bandung klo gtu, wisata non-mallnya masih banyak *sendirinya nanti blum tentu menetap di bandung* =_=

    atau…
    mungkin dnial butuh pacar?? *kabur*

  18. @galihsatria
    Emang pelarian kita hobi ya…

    @wina
    Ya jelas lah win… Suami jauh2 datang ke Makassar mosokmau dicuekin.😀

    @Ando
    Mungkin.😐

    @Marimo-head

    mungkin dnial butuh pacar?? *kabur*

    Euh… ada gitu yang mau.😐

  19. yuppiiee….. you sound like me too

    dulu pernah mengalami hal2 ini, sampai terkadang tetangga rumah sempet mikir ini anak ga suka cewek yak….

    he he he… ada2 aja sih….

  20. Hei, kita serupa loooh Niel. Dulu jaman jaman nya super sibuk, paling betah seharian di dalem rumah waktu weekend, berhubung dulu cuma bisa punya 1 waktu libur, antara Sabtu atau Minggu. Ehm, dan menurutku ndak salah kok, selama kita nyaman dengan hal itu.

    Btw, bukannya kamu termasuk gaul ya. Halah😀

  21. @kopisusu
    Aku sih introvert dan cenderung penyendiri. Cuman bisa gaul kalau nyaman sama orang2nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: