Ranger’s Apprentice – Ruin of Golan – Review

Beberapa minggu ini, aku mengisi waktu senggangku dengan membaca seri novel karya John Flanagan: Ranger’s Apprentice. Aku baru menyelesaikan 2 buku pertamanya, Ruin of Golan dan Burning Bridge.

Ruin of Golan bercerita tentang Will, seorang yatim piatu yang hidup di kastil Baron Arald, sebuah kastil di Kerajaan Araulen. Dalam kastil itu ada sebuah event yang disebut “Choosing Day” dimana para yatim itu akan menjadi murid(atau apprentice, asal judul seri ini) dari seorang Craftmaster(ahli di bidang tertentu). Teman-teman Will: Horace Altman, Alyss Mainwaring, Jennifer Dalby(Jenny), and George Carter sudah yakin akan masuk ke sekolah pilihan masing-masing. Horace akan masuk Battleschool, tempat mereka mendidik ksatria, Alyss akan masuk Diplomatic Service untuk belajar menjadi diplomat, Jenny akan masuk Cooking School untuk belajar masak, dan George akan masuk Scribeschool untuk belajar soal hukum.

Will sendiri ingin masuk ke Battleschool, tapi tubuhnya yang kecil, beda dengan Horace yang tinggi tegap, membuatnya tidak cocok menjadi ksatria. Will pun tidak diterima di sekolah kedua pilihannya: Horseschool, sekolah para pengurus kuda karena Horsemaster tidak yakin badannya yang kecil mampu mengurus kuda.

Lalu tampilah Halt, seorang Ranger. Ranger digambarkan sebagai sosok misterius di novel ini. Mereka hanya menjawab kepada raja dan ditempatkan di setiap wilayah untuk membantu para Baron. Mereka berperan sebagai pemandu jalan pasukan, mata-mata dan kadang penegak hukum di wilayah kerajaan.

Para Ranger membuat takut orang biasa karena tingkah laku mereka yang misterius dan kemampuan mereka untuk bergerak dengan nyaris tidak terlihat. Halt memberi sebuah catatan ke Baron Arald, yang membuatnya menunda keputusan untuk Will besok harinya.

Will yang penasaran dengan catatan yang dibuat oleh Halt, berusaha untuk mengintip catatan itu di malam hari. Dia mengendap-endap, memanjat tembok istana, dan masuk ke ruang kerja Baron. Ternyata Halt, sang Ranger sudah menunggu di sana. Dia sudah menebak bahwa Will akan melakukan hal ini dan mengantisipasi aksi Will. Tertangkap basah, Will akhirnya mengaku dan Halt yang terkesan dengan kemampuan dan kejujuran Will, mengangkatnya menjadi muridnya.

Lalu, novel ini bercerita tentang pelatihan menjadi Rangers, latihan bergerak tanpa terlihat, latihan kamuflase, memanah, berkuda, dll.

Novel ini juga bercerita tentang rival Will, Horace yang masuk ke Battleschool. Dalam Battleschool, Horace menjadi target bullying dari para seniornya. Teman-teman angkatannya, karena takut dengan para senior, mendiamkan hal itu.

Isu bullying ini juga salah satu plot menarik novel ini, karena novel ini menggambarkan dengan jelas seperti apa bullying itu dan apa solusi yang disarankan oleh novel ini.

Tapi bukan cuman latihan jadi Ranger aja isi novel ini, ada plot yang lain. Morgarath.

Morgarath dikisahkan adalah baron penguasa Gorlan yang memulai pemberontakan 15 tahun yang lalu dan dibuang ke Mountain Rain and Night. Di sana, dia malah menemukan ras yang dilupakan manusia, Wargals, ras yang menyerupai beruang dan tidak terlalu pintar. Morgarath, yang punya kemampuan sihir, menundukan Wargals dan memerintah mereka dengan pikirannya.

Morgarath di tempat pembuangannya mulai membangun pasukan Wargals untuk menyerang Araulen dan membalaskan dendamnya.

Di novel ini diceritakan rencananya mengirim para assasin untuk membunuh para petinggi Araulen untuk memperlemah Kerajaan sebelum pasukannya menyerang dan upaya Will dan Halt untuk menghentikannya.

Lebih lanjutnya, silahkan baca sendiri. Capek euy nulisnya.😀

 

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 8 Januari, 2011, in review and tagged , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. mungkin ranger di sini itu kerjaan yg sama kerennya kayak auror di harry potter ya?

  2. Waktu aku baca sih mirip Ninja atau Jedi di Star Wars. Tapi kalau lihat gambarannya Auror di wiki, mirip-mirip keknya. Elite, cuman dikit yang dipilih, dan pelatihannya susah.

    Yang aku tahu Ranger’s Apprentice ini cuman dikit, beda sama Battleschool yang setahun bisa masuk puluhan atau ratusan, yang jadi Ranger cuman dikit. Si Halt ini aja sepanjang hidupnya cuman punya 2 apprentice.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: