Dari Sudut Kantin Pusat

Kantin pusat yang Sepi

Suatu siang di kantin

Suatu siang di kantin pusat ITS. Laptop yang menemani sejak jaman kuliah mahasiswa yang berlalu lalang. Tapi kantin ini lebih bersih, lebih rapi, lebih modern tapi lebih sepi sekarang. Dahulu jam segini ada mahasiswa berlatih skateboard di parkiran, ada para aktivis kampus berasyik masyuk merancang sesuatu entah apa, ada mahasiswa yang berpacaran di pojokan, dan ada mereka yang sekedar cangkruk menunggu kuliah jam selanjutnya. Di malam harinya, kantin ini akan berubah jadi sebuah sanctuary untuk para mahasiswa gelandangan, karena mereka memang tinggal di sini, sebuah pusat pergerakan untuk Anak Kantin, karena mereka memang bergerak dari sini.

Dulu ini adalah ruang propaganda, ruang perubahan, ruang kampanye. Sebuah simbol pusat kegiatan mahasiswa di kampus. Karena kantin adalah tempat ide bertemu, berontak, bercinta dan berkembangbiak lalu menghablur memberi tempat untuk ide yang baru.Tapi entah kemana mereka sekarang. Masih ada mahasiswa berkumpul ditemani kopi dan rokok bicara soal kuliah, masih ada mereka yang nampaknya sedang pacaran, tapi kantin ini sepi.

Kampus ini berubah, aku pun berubah, teman2 nyangkruk pun mulai sibuk, hanya bisa bersua sebentar sebelum bosnya memanggilnya lagi. Lalu bertukar kabar sejenak dengan mereka yang menjadi jangkar, teman2 yang menjadi dosen di sini dan pusat gosip yang beredar di sekitar. Kami bertukar cerita tentang harapan dan tantangan hidup di ibukota dan dia tantangan menjadi ibu dan mengajar, bertukar kabar dengan teman2 yang studi di luar negeri dan bertukar semangat untuk melanjutkan hidup.

Kita akan hidup, terus, berjalan maju, sesekali menengok ke belakang untuk mengingat sampai dimana kita dan menghitung jejak yang tertinggal. Jejak di sebuah kantin pusat, di ruang kuliah, atau di hati anak manusia.

Dan pasti akan berakhir di situ ya? Hati anak manusia.

 

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 5 April, 2011, in experience, life and tagged , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. lama gak ke kampus, apalagi kantin pusat. kangan sate ayam sama es campur yang isinya sembarang kalir buah masuk itu😆
    ah pasti sekarang semua itu sudah tidak ada ya..

    waktu berlalu, terlalu cepat.

  2. sama. lama banget ga kekampus. katanya kantinnya ada live music sekarang. btw gue link ya😀

  3. @ipied
    Nggak ada, pied. Habis renovasi, pada pindah semua ke Student Center. Jus buah apokat rasa jambu itu juga g nemu aku. Katanya ikut di student center dan belum balik, tapi lagi males jalan ke sana. :))

    Aku juga g nemu ruang2 UKM di belakang, pindah semua ke Student Center, juga tempelan dari banyak pamflet yang mbentuk nama ANDIAS (anak TC 98 yang nyalon jadi Presiden BEM dulu) juga g ada. Padahal itu warisan dari PEMIRA sebelum kita masuk, sampai bertahun2 tetap ada.

    @Fitria
    Silahkan. :p

  4. wah kantinnya udah bagus gitu sekarang yak… ITS

  5. Change or die! ITS nggak mungkin tetap bertahan dengan citranya seperti dulu. Ketika aku mampir mandi kemarin di sini, kesanku adalah: ini seperti bukan kampusku yang dulu lagi, bahkan TC yang aku punya ijazahnya, karena pindah ke gedung baru, masuk pun aku merasa segan.🙂

  6. coba dicek ke asrama mahasiswa, tahun lalu kantin pusat dipindah kesana pas lagi direnovasi. Ah, saya jadi kangen kantin jaman TPB yang jadi tempat nyangkruk saya setelah kuliah kalkulus sebelum kuliah fisika dasar.

    Sejak mabes BEM dipindah kantin pusat langsung sepi deh..

  7. er… maksudnya setelah dipindah dari kantin pusat :p

  8. pulang dari TPB kalkulus di T. Lingkungan mampir dulu ke kantin beli soto… Eh, pasti sudah gak ada yang jualan soto

  9. Wow, bagus banget foto kantinnya. Itu pasti diedit habis-habisan foto kantin pusatnya, gak ada pamfletnya, gak ada makanan minuman, gak ada asap plus puntung rokoknya, gak ada lalatnya, malah gak ada manusianya. Kesannya lebih bersih, tapi maknanya malah tersisih.

  10. @Tomy
    Sayangnya, itu foto tidak diedit. Aku datangi kantin satunya lagi yang di Student Center, sama sepinya.😦

  11. Biasanya perpustakaan sepi, kantinnya yang rame. Berpikir positif aja, kalo kantinnya sepi, mudah2an perpustakaan jadi rame. Kalo keduanya sepi, lha mungkin rektornya memang suka kalo kampusnya bersih dan sepi dari mahasiswanya, he3…

  12. @Tommy

    Ah iya, perpustakaannya lumayan ramai sih. Tapi aku cuman merhatiin bagian bawah aja dekat ruang2 yang biasa dipakai belajar kelompok.

  13. You would endure heaps of different advised organized excursions with various chauffeur driven car experts. Some sort of cope previous functions and a normally requires a to obtain travel within expense centre, and even checking out the upstate New York. ???????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: